BLITAR – Ekowisata Arung Parang di Dusun Parang, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menawarkan pengalaman wisata yang memadukan aktivitas petualangan dengan keindahan alam pedesaan.
Berdiri sejak 2024, wisata ini dikelola langsung oleh masyarakat sebagai upaya mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan sumber daya manusia dan perekonomian warga.
Kegiatan susur sungai tersebut diikuti oleh mahasiswa Kelompok KKN Semen 1 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar sebagai bagian dari kegiatan selama menjalankan pengabdian di Desa Semen.
Para mahasiswa mengikuti aktivitas tubing dengan menyusuri aliran sungai menggunakan ban pelampung sambil menikmati suasana alam yang masih asri dan hamparan persawahan hijau di sekitar lokasi.
Selain aktivitas tubing, Ekowisata Arung Parang juga menyediakan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati pengunjung, seperti area camping dan kegiatan outbound. Beragam pilihan aktivitas tersebut membuat Arung Parang dapat menjadi tempat rekreasi bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Keindahan alam yang masih asri juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana luar ruang sekaligus melakukan aktivitas bersama keluarga maupun kelompok.
Salah satu mahasiswa KKN Semen 1, Syafa, mengaku mendapatkan pengalaman yang seru dan berkesan saat mencoba aktivitas tubing di Arung Parang.
“Saat saya bermain air di tubing, saya merasakan pengalaman yang seru dan berkesan. Selain bisa menikmati sensasi menyusuri sungai, saya juga disuguhkan pemandangan alam yang indah dengan hamparan sawah hijau di sepanjang perjalanan. Pokoknya seru banget dan bikin ingin mencoba lagi,” ujar Syafa.
Hal serupa disampaikan Risma, salah satu mahasiswa KKN Semen 1 UNU Blitar. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan selama menjalankan KKN di Desa Semen.
“Ini menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan selama saya KKN di Desa Semen. Saya merasa tergugah adrenalinnya, apalagi saat susur sungai sangat menyenangkan sekali. Ditambah tempatnya asri banget, jadi saya sangat nyaman di tempat wisata ini,” ujar Risma.
Pengelola Arung Parang, Joko, menjelaskan bahwa ekowisata tersebut dikembangkan dengan konsep wisata berbasis masyarakat. Pengelolaan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat Dusun Parang sekaligus memperkenalkan potensi wilayah kepada masyarakat luas.
“Ekowisata ini merupakan wisata berbasis masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan SDM masyarakat Dusun Parang. Kami berharap dengan adanya wisata ini, Dusun Parang bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Joko.
Salah satu pengelola lainnya menjelaskan bahwa Arung Parang dikelola secara langsung oleh masyarakat dengan semangat dari masyarakat untuk masyarakat. Selain meningkatkan perekonomian warga, keberadaan wisata ini juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai.
“Wisata Arung Parang ini dikelola langsung oleh masyarakat dengan tujuan meningkatkan SDM, menjaga sungai, dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Prinsipnya dari masyarakat untuk masyarakat,” jelasnya.
Dalam pengelolaannya, Arung Parang menerapkan sistem tanam saham agar masyarakat dapat ikut memiliki dan berpartisipasi dalam pengembangan wisata. Nilai saham pada awalnya ditetapkan sebesar Rp100 ribu per lembar.
Sistem tersebut dipilih berdasarkan kesepakatan bersama agar seluruh warga memiliki kesempatan untuk ikut berinvestasi dalam pengelolaan wisata.
Pengelola juga menyampaikan bahwa Arung Parang telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebanyak dua kali. Memasuki tahun ketiga, nilai saham mengalami peningkatan lebih dari 50 persen, dari sebelumnya Rp100 ribu menjadi Rp165 ribu per lembar.
Menurut pengelola, keterbukaan menjadi salah satu prinsip yang diterapkan dalam pengelolaan wisata, khususnya dalam hal keuangan. Transparansi dilakukan agar masyarakat yang ikut memiliki saham dapat mengetahui perkembangan pengelolaan Arung Parang secara terbuka.
Keberadaan Ekowisata Arung Parang tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat dalam mengelola potensi alam secara bersama.
Dengan beragam aktivitas seperti tubing, camping, dan outbound, Arung Parang diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata yang dapat dinikmati berbagai kalangan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta semakin memperkenalkan Dusun Parang sebagai salah satu potensi wisata di Desa Semen.

