Blitar – Piala Dunia FIFA 2026 resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara setelah menumbangkan juara bertahan Argentina di partai final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. Gelar ini menjadi penutup manis dari turnamen yang mencatat sejumlah sejarah baru dalam dunia sepak bola.
Edisi Pertama dengan 48 Tim
Piala Dunia 2026 menjadi edisi ke-23 sekaligus yang pertama diikuti 48 tim peserta, meningkat signifikan dari edisi sebelumnya yang hanya diikuti 32 negara. Dengan format baru tersebut, total pertandingan yang dimainkan mencapai 104 laga, menjadikannya turnamen terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Perubahan jumlah peserta juga mengubah struktur babak gugur, yang semula dimulai dari 16 besar kini menjadi 32 besar, sehingga persaingan menuju partai puncak menjadi lebih panjang dan ketat dibanding edisi-edisi terdahulu.
Digelar Tiga Negara Sekaligus
Turnamen ini juga mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang diselenggarakan tiga negara secara bersamaan, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Total 16 kota menjadi tuan rumah, terdiri dari 11 kota di Amerika Serikat, 3 kota di Meksiko, dan 2 kota di Kanada.
Laga pembuka digelar di Estadio Azteca, Mexico City, mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan. Meksiko sendiri mencatatkan diri sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali, setelah sebelumnya menggelar edisi 1970 dan 1986.
Inggris Rebut Peringkat Ketiga
Di laga perebutan tempat ketiga, Inggris berhasil mengalahkan Prancis dalam pertandingan yang berlangsung dramatis. Sementara Argentina harus puas menjadi runner-up setelah gagal mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan gratis lewat siaran TVRI Nasional dan TVRI Sport, meski sebagian besar laga berlangsung dini hari hingga pagi hari waktu Indonesia karena selisih waktu 11 hingga 15 jam dengan negara tuan rumah.
Menanti Edisi 2030
Usai Piala Dunia 2026, perhatian publik sepak bola dunia kini beralih ke edisi 2030 yang akan menjadi momen bersejarah menandai perayaan 100 tahun turnamen ini. Berbeda dari edisi kali ini, Piala Dunia 2030 rencananya digelar di enam negara sekaligus, menjanjikan format penyelenggaraan yang lebih luas dari sebelumnya.
Catatan Menarik Sepanjang Turnamen
Selain gelar juara Spanyol, Piala Dunia 2026 juga meninggalkan sejumlah catatan menarik. Salah satunya laga Tunisia melawan Jepang yang digelar di Monterrey tercatat sebagai pertandingan ke-1.000 sepanjang sejarah Piala Dunia FIFA, sebuah tonggak istimewa yang menambah nilai historis turnamen edisi ini.
Dari sisi venue, AT&T Stadium di Arlington, Texas, menjadi stadion tersibuk dengan sembilan pertandingan sepanjang turnamen, termasuk salah satu dari dua laga semifinal. Sementara Estadio Akron di Guadalajara menjadi satu-satunya venue yang perannya terbatas hanya pada babak grup.
Antusiasme Penonton Indonesia
Meski Timnas Indonesia belum berkesempatan tampil di panggung Piala Dunia, antusiasme penggemar sepak bola Tanah Air tetap tinggi sepanjang turnamen berlangsung. Banyak komunitas suporter di berbagai daerah, termasuk Blitar, menggelar nonton bareng meski laga berlangsung dini hari, membuktikan besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola dunia.

