Blitar – Sebagai kota dengan sejarah panjang, Blitar tak hanya kaya akan situs bersejarah, tetapi juga menyimpan deretan kuliner legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun. Beberapa di antaranya bahkan sudah ada sejak zaman kolonial dan tetap eksis hingga sekarang.
Es Drop, Ikon Kuliner sejak 1937
Es Drop menjadi salah satu kuliner paling ikonik Blitar, sudah diproduksi sejak zaman kolonial pada 1937. Berbeda dengan es lilin pada umumnya, Es Drop menggunakan santan kelapa sebagai bahan utama, bukan susu atau krim, dengan pemanis dari gula alami sehingga menghasilkan rasa gurih dan manis yang khas. Es ini berbentuk lonjong memanjang dengan stik bambu sebagai pegangan, dibungkus kertas roti alih-alih plastik.
Salah satu produsen Es Drop legendaris yang masih eksis adalah Es Drop Burung Betet di Jalan Anggrek, yang kini dikelola generasi ketiga pemiliknya. Seiring waktu, Es Drop kini hadir dalam berbagai varian rasa seperti cokelat, kacang hijau, dan stroberi, namun tetap mempertahankan resep asli tanpa pemanis maupun pengawet buatan.
Es Buah Depot Es Mini, Pelopor Sejak 1975
Depot Es Mini di Jalan Dr. Wahidin diklaim sebagai pelopor es buah yang konsepnya banyak ditiru hingga sekarang. Berdiri sejak 1975, depot ini awalnya hanya berjualan di lapak kecil berukuran 3×4 meter sebelum akhirnya pindah ke lokasi yang lebih luas pada 1997. Es buah racikan khasnya memadukan potongan buah segar, puding, nata de coco, dan dawet, disiram kuah sari nanas bercampur susu kental manis dan santan.
Depot ini bahkan kerap dijadikan lokasi reuni warga Blitar saat momen lebaran, mempertemukan berbagai kalangan mulai dari pejabat hingga teman semasa sekolah dalam suasana penuh nostalgia.
Es Pleret, Jajanan Nostalgia Era 80-an
Selain Es Drop dan es buah, Es Pleret juga menjadi kuliner legendaris yang tak kalah digemari. Dinamakan Es Pleret karena teknik pembuatannya yang melibatkan proses “pleret” atau ditekan hingga membentuk bulatan halus dari campuran tepung beras. Sajian ini terdiri dari bulatan tepung beras, gula jawa cair, kuah santan, dan cendol, dengan harga yang sangat terjangkau sejak dulu hingga kini.
Lapis Kukus, Oleh-oleh Favorit Wisatawan
Bagi yang mencari oleh-oleh, Lapis Kukus Blitar menjadi pilihan populer berkat teksturnya yang lembut dan berlapis-lapis, dengan varian rasa mulai dari original, cokelat, hingga keju. Kue ini kerap menjadi buah tangan wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Blitar, melengkapi oleh-oleh khas lain seperti Peyek Uceng yang gurih dan renyah.
Dengan kekayaan kuliner legendaris yang terus lestari, Blitar membuktikan bahwa cita rasa masa lalu masih mampu bertahan dan digemari lintas generasi hingga saat ini.
Jadi Daya Tarik Wisata Kuliner
Keberadaan kuliner legendaris ini turut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Blitar, tidak hanya untuk sekadar menikmati sejarah dan wisata alam, tetapi juga merasakan langsung cita rasa otentik yang telah bertahan puluhan tahun. Banyak wisatawan sengaja menyempatkan diri mampir ke gerai-gerai legendaris ini sebagai bagian dari itinerary wisata kuliner mereka di Blitar.
Dengan harga yang masih relatif terjangkau, kuliner legendaris Blitar ini juga ramah di kantong wisatawan dari berbagai kalangan, sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun rombongan teman saat berkunjung ke Kota Patria ini.

