Artikel Pop Culture
Beranda » Kesamben, Kecamatan di Blitar timur yang kaya potensi

Kesamben, Kecamatan di Blitar timur yang kaya potensi

Salah satu sudut di Dusun Plampangan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. (Foto: Bicarablitar.com)

Kesamben adalah salah satu dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar, terletak di bagian timur wilayah kabupaten dan berbatasan langsung dengan Sungai Brantas di sisi selatan. Kecamatan ini berada di jalur nasional penghubung Blitar dengan Malang, menjadikannya salah satu titik strategis yang cukup ramai dilalui kendaraan antarkota.

Terdiri dari 10 Desa dengan Populasi Padat

Berdasarkan data BPS Kabupaten Blitar, Kecamatan Kesamben terdiri dari 10 desa, 16 dusun, 115 rukun warga, dan 433 rukun tetangga, dengan jumlah penduduk mencapai 54.003 jiwa. Sepuluh desa tersebut adalah Bumirejo, Jugo, Kemirigede, Kesamben, Pagergunung, Pagerwojo, Siraman, Sukoanyar, Tapakrejo, dan Tepas, masing-masing memiliki karakteristik dan potensi berbeda.

Pusat kecamatan berada di Desa Kesamben yang cukup ramai, dilengkapi pasar, terminal, stasiun kereta api, hingga fasilitas rumah sakit, menjadikannya salah satu pusat aktivitas ekonomi penting di wilayah Blitar timur.

Peta Kabupaten Blitar, wilayah dan 22 kecamatannya

Berada di Kaki Gunung Kawi

Secara geografis, Kesamben berada di kaki dan lereng Gunung Kawi, menghadirkan kawasan hutan yang cukup terkenal, seperti Hutan Jati Brongkos di sekitar pertigaan Brongkos yang juga dikenal lewat pasar buahnya, serta Hutan Pinus Gogoniti yang terletak lebih jauh ke utara di lereng Kawi. Hutan Pinus Gogoniti sendiri kini menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Blitar, lengkap dengan area camping ground dan spot foto yang diminati wisatawan muda.

Kawasan Gogoniti bahkan sempat menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga lari lintas alam bertajuk Merdeka Coffee Trail Run, menegaskan potensinya sebagai destinasi wisata sekaligus lokasi kegiatan komunitas.

Situs Spiritual Eyang Djugo

Selain potensi alam, Kesamben juga menyimpan ikon spiritual berupa padepokan dan pertapaan Eyang Djugo atau Kyai Zakaria di Desa Jugo. Menurut cerita rakyat, Eyang Djugo merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang mengembara ke Desa Jugo dan dikenal karena menyembuhkan wabah penyakit di wilayah tersebut. Lokasi padepokannya kini menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi, terutama pada bulan Suro dan malam Jumat Legi, serta kirab pusaka rutin setiap Minggu Legi di Bulan Selo untuk memperingati haul Eyang Djugo.

Rekomendasi wisata alam di Blitar, dari gunung sampai pantai

Wilayah dengan Potensi Ekonomi Beragam

Dengan kombinasi antara jalur transportasi strategis, kekayaan alam pegunungan, hingga potensi wisata spiritual dan alam, Kesamben menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Blitar yang terus berkembang. Kondisi wilayah yang masih didominasi alam pedesaan asri, ditambah akses transportasi yang mendukung, membuat Kesamben berpeluang besar mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal di tahun-tahun mendatang.

Akses Mudah dari Kota Blitar

Bagi yang ingin berkunjung, Kesamben dapat ditempuh sekitar 30-40 menit berkendara dari pusat Kota Blitar melalui jalur nasional menuju Malang. Keberadaan Stasiun Kesamben juga menjadikan kecamatan ini terhubung dengan jalur kereta api, memberi alternatif transportasi bagi warga maupun wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi.

Dengan kombinasi infrastruktur yang memadai dan kekayaan alam serta budaya yang dimiliki, Kesamben layak menjadi salah satu kecamatan yang terus dipantau perkembangannya, baik dari sisi pariwisata maupun potensi ekonomi masyarakatnya ke depan.

Merdeka Coffee Trail Run digelar di Gogoniti Blitar 23 Agustus

×