Artikel
Beranda » 7 Candi bersejarah di Blitar, saksi bisu kejayaan Majapahit dan Kadiri

7 Candi bersejarah di Blitar, saksi bisu kejayaan Majapahit dan Kadiri

Candi Gambar Wetan di Nglegok Blitar.
Candi Gambar Wetan di Nglegok Blitar. (Dok. Bicarablitar.com)

Blitar tidak hanya kaya akan wisata alam dan kuliner, tetapi juga menyimpan ratusan situs bersejarah peninggalan kerajaan masa lampau.

Hingga kini, Kabupaten Blitar bahkan dijuluki sebagai Bumi Seribu Candi karena banyaknya peninggalan masa Hindu-Buddha yang tersebar di berbagai kecamatan.

Berikut tujuh candi bersejarah di Blitar yang menjadi saksi kejayaan Majapahit dan Kadiri.

Pesona sejarah candi sawentar di tanah Blitar

1. Candi Penataran

Berlokasi di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Candi Penataran merupakan kompleks candi terluas dan termegah di Jawa Timur.

Candi yang dahulu disebut Candi Palah ini diperkirakan dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi dan terus digunakan hingga era Wikramawardhana dari Kerajaan Majapahit pada tahun 1415. Penemuan kembali candi ini terjadi pada tahun 1815 oleh Sir Thomas Stamford Raffles.

Wisata Blitar selain makam Bung Karno, ini rekomendasinya

2. Candi Sawentar

Candi Sawentar berada di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, dan merupakan candi bercorak Hindu peninggalan Majapahit.

Nama candi ini bahkan disebut dalam Kitab Negarakertagama dengan nama Lwa Wentar sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk. Lokasi ini diduga digunakan sebagai tempat penyembahan Dewa Siwa dan Wisnu.

10 tempat wisata Blitar yang wajib dikunjungi, dari Candi Penataran hingga Kampung Coklat

3. Candi Simping

Candi yang juga dikenal sebagai Candi Sumberjati ini terletak di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan.

Candi Simping memiliki nilai historis tinggi karena merupakan tempat pendharmaan Raden Wijaya, raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Majapahit. Meski saat ini hanya tersisa bagian fondasi, situs ini tetap menjadi simbol penting dalam sejarah berdirinya Majapahit.

Candi wringin branjang Blitar: Sejarah, lokasi, dan keunikan arsitekturnya

4. Candi Kalicilik

Berlokasi di Dusun Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Candi Kalicilik merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Hal ini terlihat dari tulisan tahun pada pintu masuk candi, yaitu 1271 Saka atau 1349 Masehi.

Bangunan candi ini tersusun dari bata merah dan batu andesit, dengan latar belakang Hindu-Siwa yang dibuktikan oleh penemuan arca Agastya.

Wisata sejarah makam Bung Karno di Blitar saat libur lebaran

5. Candi Gambar Wetan

Candi ini berlokasi di Dusun Gambar Anyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, tepat di pinggir tebing utara Sungai Lahar.

Berada di lereng selatan Gunung Kelud, Candi Gambar Wetan diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Majapahit. Hingga kini, candi ini masih dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk acara selamatan tradisi Jawa.

Sejarah Kauman Blitar: rahasia srengat dan gunung kelud

6. Candi Tepas

Candi Tepas merupakan situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben. Candi ini diperkirakan dibangun antara tahun 1322 hingga 1400 Masehi.

Keunikannya terletak pada penggunaan batu sebagai bahan utama, berbeda dengan kebanyakan candi Majapahit yang umumnya berbahan bata merah.

Candi penataran: Situs besar di Jawa Timur yang masih kokoh

Hingga kini, Candi Tepas masih digunakan untuk berbagai kegiatan tradisi seperti nyadran dan bersih desa.

7. Candi Sirah Kencong

Candi yang ditemukan pertama kali pada tahun 1967 ini berada di Dusun Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Lokasinya unik karena terletak di tengah area perkebunan teh milik PTPN XII.

Jejak sunyi di balik SMP kompleks yang menjadi salah satu bekas markas PETA di Blitar

Candi Sirah Kencong terdiri dari tiga bangunan yang berderet menghadap ke barat, dengan struktur kaki dan badan candi yang masih dapat dinikmati pengunjung.

Mengunjungi candi-candi bersejarah di Blitar bukan sekadar wisata, tetapi juga perjalanan menyusuri jejak peradaban Nusantara. Setiap relief dan susunan batunya menyimpan cerita yang menanti untuk diceritakan kembali kepada generasi penerus.

×