Pasar Legi pernah menjadi jantung ekonomi di Kota Blitar. Namun, tragedi kebakaran hebat pada tahun 2016 sempat membungkam hiruk-pikuk tersebut, meninggalkan luka fisik pada bangunan dan mematikan jiwa niaga.
Selama bertahun-tahun, lantai dua pasar utama ini seolah menjadi kosong, gelap, dan tak produktif lagi. Kini, dalam kepemimpinan Pemerintah Kota Blitar, sebuah langkah transformasi ambisius tengah berjalan. Bukan sekadar renovasi fisik, melainkan sebuah perjalanan mendalam untuk menghidupkan kembali ikon ekonomi rakyat ini melalui perpaduan teknologi digital dan ruang gaya hidup modern.
Menuju 2026: Bukan Sekadar Pasar, Tapi Lifestyle Hub
Surat Guna Kios: Solusi Finansial di Genggaman Pedagang
Revitalisasi Bukan Penggusuran
Salah satu aspek yang membedakan proyek ini adalah transparansi dan keterlibatan langsung para pelaku pasar. Dalam sebuah dialog santai sembari makan siang bersama para pedagang pada Oktober 2025, Walikota Syauqul Muhibbin menegaskan komitmennya bahwa revitalisasi ini adalah upaya pemberdayaan, bukan penggusuran.
“Kami ingin Pasar Legi hidup lagi. Ini adalah upaya menghidupkan kembali ikon ekonomi, bukan penggusuran. Kami ingin pedagang kembali bergeliat dengan suasana yang lebih kekinian,” tegas Wali Kota Syauqul Muhibbin.
Transformasi Pasar Legi adalah bukti nyata bagaimana sebuah kota bisa bangkit dari abu kegagalan melalui kolaborasi yang cerdas. Pasar Legi kini sedang bersiap menjadi simbol kemandirian ekonomi lokal yang adaptif dan inklusif. Transformasi ini telah terwujud, akan tetapi keberlanjutannya ada di tangan kita semua.
Sejauh mana Anda sebagai warga Blitar bersedia mendukung dan meramaikan kembali ekonomi lokal ini agar terus bertumbuh di era digital?
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

