Suasana Ramadan di Bumi Bung Karno
Sebentar lagi memasuki Ramadhan 2026. Kota Blitar selalu menunjukkan antusiasme luar biasa setiap kali memasuki bulan suci Ramadan.
Warga segera memadati berbagai sudut kota untuk menyambut bulan penuh berkah ini dengan penuh kebersamaan.
Sebagai kota yang kental dengan nilai sejarah, Blitar menawarkan perpaduan menarik antara tradisi religius dan pusat kuliner yang ikonik.
Suasana sore yang hidup saat masyarakat mulai berkumpul menantikan waktu berbuka puasa di berbagai titik strategis.
Tradisi Unggahan: Wujud Syukur Sebelum Berpuasa
Warga Blitar menjaga tradisi Unggahan yang biasanya berlangsung satu minggu sebelum hari pertama puasa.
Mereka menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk syukur sekaligus sarana mendoakan para leluhur yang telah berpulang.
Masyarakat umumnya mengadakan doa bersama di rumah atau musala dengan membagikan “berkat” atau nasi kotak kepada tetangga sekitar.
Berikut adalah isian khas dalam nasi berkat Unggahan di Kota Blitar:
- Nasi putih yang melambangkan kesucian.
- Serundeng atau parutan kelapa goreng gurih.
- Mi goreng atau sambal goreng mi.
- Ayam bumbu lodho atau ayam goreng.
- Pisang sebagai pelengkap rasa manis.
- Kue apem sebagai simbol permohonan maaf.
Riwayat Blenggur dan Transformasi Pusat Takjil Jalan Kenanga
Pada era 1980-an, warga Blitar mengenal “Blenggur” sebagai penanda utama waktu berbuka puasa.
Takmir Masjid Agung menyulut mercon raksasa yang suaranya mampu menjangkau radius puluhan kilometer untuk menginformasikan waktu Maghrib.
Namun, pemerintah akhirnya meniadakan tradisi ini pada akhir dekade tersebut karena pertimbangan keamanan.
Kini, tradisi tersebut bertransformasi menjadi keramaian di pusat takjil Jalan Kenanga.
Kawasan ini merupakan titik temu pedagang dan pembeli yang sangat dinamis selama bulan Ramadan. Melalui gelaran “SAE Ramadhan Festival 1.0”, pemerintah melibatkan ratusan pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Spot Ngabuburit Ikonik: Alun-Alun dan Taman Pecut
Alun-Alun Kota Blitar merupakan destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu sore atau ngabuburit.
Masyarakat dapat bersantai di taman hijau, bermain sepak bola, atau sekadar duduk di bangku besi yang tersedia.
Lokasi ini sangat strategis karena berdekatan dengan Taman Pecut, Kantor Walikota, dan area pedestrian Jalan Mastrip yang nyaman.
Tempat ini memiliki sejarah panjang yang sangat kontras dengan suasananya sekarang.
Dahulu, Alun-Alun merupakan arena ritual “Rampogan Macan” atau pertarungan manusia melawan harimau Jawa. Pada tahun 1887, tercatat delapan harimau dibantai secara massal di sini untuk memeriahkan sebuah pesta pernikahan.
Namun, sejak tahun 1910, pemerintah kolonial melarang ritual tersebut dan mengubah Alun-Alun menjadi ruang publik yang ramah.
Kini, generasi muda aktif mendokumentasikan keindahan senja di sini melalui kamera ponselnya.
Mereka menciptakan konten visual yang menarik untuk membagikan kehangatan atmosfer Ramadan di Blitar ke media sosial.
Pengajian Masif
Aktivitas religius terpusat di Masjid Agung Kota Blitar yang menyelenggarakan pengajian dua kali sehari, yakni bakda Subuh dan Ashar.
Takmir masjid juga rutin membagikan takjil serta makanan berbuka gratis bagi jemaah yang hadir mengikuti kajian tersebut.
Rekomendasi Tempat Buka Puasa Bersama (Bukber)
Jika berencana mengadakan acara buka puasa bersama, berikut adalah beberapa rekomendasi tempat yang populer:
1. Luweng Lempung: Tempat ini mengusung konsep tradisional yang asri karena terletak di tengah area persawahan.
2. Djoglo Djatimalang: Berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, restoran ini menyajikan ayam kampung goreng dengan tiga jenis sambal dan live music.
3. Wajawakopi: Kafe ini menyediakan area yang sangat luas sehingga sangat cocok untuk rombongan keluarga besar atau komunitas.
4. Kuning Kitchen: Menawarkan berbagai menu seafood yang segar dan memiliki banyak spot foto unik untuk pengunjung.
5. Friends Reborn: Kafe dengan area indoor dan outdoor yang menyajikan menu andalan sambel gami yang menggugah selera.
Ramadan di Kota Blitar merupakan perpaduan harmonis antara pelestarian tradisi lama dan perayaan kebersamaan masa kini. Mulai dari ritual Unggahan hingga keriuhan pasar takjil, setiap sudut kota menawarkan pengalaman religi dan kuliner yang berkesan.
Jangan lewatkan Ramadhan tahun ini untuk berkunjung dan merasakan langsung keindahan suasana bulan yang penuh berkah dengan berburu takjil bersama-sama.
Artikel ini di olah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

