Artikel
Beranda » Serunya basah-basahan di Blumbang Gede: 5 Alasan mengapa kamu harus mencoba Stand Up Paddle di sini!

Serunya basah-basahan di Blumbang Gede: 5 Alasan mengapa kamu harus mencoba Stand Up Paddle di sini!

Suasana Blumbang Gede (Foto: dibuat oleh Gemini AI)

Pernahkah kamu merasa terjebak dalam siklus rutinitas akhir pekan yang itu-itu saja?

Pergi ke mall yang padat atau sekadar nongkrong di kafe tengah kota terkadang justru bikin makin penat.

Kalau kamu sedang mencari pelarian sejenak yang benar-benar menyegarkan jiwa sekaligus raga, ada satu hidden gem di lereng selatan Gunung Kelud, Blitar, yang wajib banget masuk bucket list kamu.

Kendang jimbe di Blitar: industri kreatif lokal

Selamat datang di Blumbang Gede, atau yang secara historis dikenal sebagai Waduk Nyunyur.

Terletak di Desa Soso, destinasi ini menawarkan kombinasi magis antara ketenangan alam pedesaan dan olahraga air yang lagi hype banget: Stand Up Paddle (SUP).

Penasaran kenapa tempat ini jadi favorit baru para pencinta petualangan? Ini dia 5 alasan utama mengapa kamu harus segera meluncur ke sini!

Hal yang mungkin belum kamu tahu tentang Jembatan Trisula di Blitar Selatan

1. Menjelajahi Sejarah di Balik Tiga Nama yang Unik

Blumbang Gede bukan sekadar tempat wisata baru kemarin sore. Tempat ini punya sejarah panjang yang membangun identitasnya.

Awalnya, waduk ini dibangun pada tahun 1970 (dan diresmikan setahun kemudian) sebagai prasarana irigasi dengan nama resmi Waduk Sumber Asri.

Namun, karena letaknya berada di kawasan afdeling Nyunyur, warga lebih akrab menyebutnya Waduk Nyunyur.

Blitar menyambut Ramadan 2026: antara ketegasan dan tenggang rasa

Nah, belakangan ini, seiring populernya sebagai tempat nongkrong asri, sebutan Blumbang Gede (Kolam Besar) atau Blumbang Soso jadi makin viral. Menariknya, fungsi irigasinya masih berjalan, namun kini ia bertransformasi menjadi ruang publik yang penuh energi positif.

2. Mencoba Stand Up Paddle: Sensasi “Walking on Water” di Blitar

Kalau kamu bosan dengan perahu bebek yang biasa, Stand Up Paddle (SUP) adalah jawabannya. Olahraga ini merupakan perpaduan antara mendayung dan berselancar.

Karena Blumbang Gede memiliki karakter flat water (air yang tenang), lokasi ini menjadi tempat latihan yang sempurna untuk bermanuver di atas papan.

Dari megengan ke bukber modern: Wajah ramadan 2026 di Blitar

Kamu bisa berkumpul di Kedai Gendhis Manis yang menjadi titik temu komunitas sebelum terjun ke air.

Ingin tahu kapan jadwal seru-seruan berikutnya? Kamu wajib pantau akun Instagram @absolute_woodenprojects agar tidak ketinggalan agenda mereka.

“Agenda Free Stand Up Paddle for Fun, sebuah agenda seru menikmati Blumbang Gede dari sisi yang berbeda.”

Masjid ar-rahman: suasana madinah di Jawa Timur

Bermanuver di sini memberikan suasana yang sangat syahdu. Apalagi jika kamu datang saat pagi hari ketika kabut tipis masih menyelimuti permukaan air.

Benar-benar cara yang unik untuk mengeksplorasi setiap sudut waduk seluas 3 hektar ini!

3. Keamanan Terjamin, Bahkan untuk Kamu yang Tidak Bisa Berenang

Banyak yang ragu mencoba SUP karena takut tenggelam. Tenang saja! bisa pastikan ini aman untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Tradisi unik masyarakat Blitar menyambut Ramadan

Meski kedalaman waduk mencapai sekitar 5 meter, standar keamanan di sini sangat ketat. Setiap peserta wajib menggunakan:

  • Papan Paddle Khusus: Sangat stabil untuk menjaga keseimbangan.
  • Dayung Ringan: Memudahkanmu bermanuver tanpa cepat lelah.
  • Rompi Pelampung (Life Vest): Ini wajib, terutama bagi kamu yang tidak bisa berenang, agar tetap bisa menikmati tantangan menjaga keseimbangan di atas papan tanpa rasa cemas.

4. Visual “Cermin Raksasa” dengan Latar Gunung Kelud dan Putri Tidur

Ini adalah alasan terkuat bagi para pemburu konten visual. Blumbang Gede sering dijuluki sebagai “cermin raksasa” karena permukaan airnya yang begitu tenang merefleksikan langit dengan sempurna.

Saat cuaca cerah, kamu akan disuguhi panorama yang dramatis:

Masuk Ramadan, jam kerja ASN berkurang namun target kinerja tetap

  • Sisi Utara: Megahnya puncak Gunung Kelud berdiri dengan gagah.
  • Sisi Timur: Siluet Pegunungan Kawi yang ikonik dengan julukan “Putri Tidur” akan menemani pagimu.
  • Atmosfer Lokal: Aktivitas petani keramba yang lalu-lalang dengan rakit kayu menambah kesan estetis yang nyata.

Selain SUP, kamu juga bisa memancing (spot favorit “mancing mania”) atau naik perahu bebek.

Insider tip: Perahu bebek di sini hanya tersedia dua unit, jadi kalau sedang ramai, kamu harus sedikit bersabar mengantre ya!

5. Akses Mudah dan Wisata yang Sangat Ramah Kantong

Siapa bilang healing harus mahal? Blumbang Gede adalah definisi wisata murah meriah dengan fasilitas memadai.

Sport center Kota Blitar: magnet gaya hidup sehat di jantung kota

Sudah tersedia mushola, warung makanan, dan kamar mandi bersih untuk ganti baju setelah basah-basahan.

Panduan Praktis Menuju Lokasi:

  • Rute: Dari Kota Blitar, arahkan kendaraanmu menuju Wlingi. Di pertigaan RS Ngudi Waluyo Wlingi, beloklah ke kiri (arah utara/Ngantang). Sebelum sampai di Jembatan Kali Soso, kamu akan menemukan pertigaan, lalu belok kiri mengikuti petunjuk jalan menuju waduk.
  • Jarak & Waktu: Sekitar 50 menit dari Kota Blitar atau hanya 9 km dari Wlingi. Lokasinya searah dengan jalur wisata Rambut Monte dan Desa Wisata Semen.

Estimasi Biaya:

  • Retribusi Masuk: Gratis (hingga saat ini).
  • Parkir/Mancing: Mulai dari Rp5.000.
  • Sewa Perahu Bebek: Rp15.000 per 30 menit.

Blumbang Gede menawarkan pengalaman yang komplit: ada tantangan fisik lewat olahraga SUP, ketenangan alam lewat visual “cermin raksasa”, dan kehangatan lokal di lereng Kelud.

Ini adalah tempat di mana kamu bisa benar-benar “lepas” dari beban rutinitas.

Jadi, kapan kamu mau mengajak teman atau keluarga ke Desa Soso?

Sudah siapkah kamu menyeimbangkan diri di atas papan paddle sambil menatap megahnya Gunung Kelud dan anggunnya siluet Putri Tidur?

Sampai jumpa di atas air!


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Berita Terbaru

×