Blitar – Upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pelajar di bulan suci Ramadan terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Pondok Ramadan yang digelar oleh SMPN 4 Blitar bekerja sama dengan PC IPNU Kota Blitar pada 2-7 Maret 2026 di lingkungan sekolah Jl. DR. Sutomo No.92, Bendogerit, Kec. Sananwetan, Kota Blitar.
Kegiatan bertajuk pembinaan spiritual ini menghadirkan sejumlah pemateri dari IPNU Kota Blitar. Salah satu yang turut mengisi materi adalah Sekretaris IPNU Kota Blitar, Muhammad Risko Saputra.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa Pondok Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk sinergitas kolaboratif antara organisasi kepelajaran dan lembaga pendidikan.
“Ini merupakan sinergitas yang kolaboratif dari IPNU dan lembaga pendidikan dengan pemberdayaan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah kepada para siswa selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter pelajar yang moderat, toleran serta berakhlakul karimah. Ia berharap kegiatan semacam ini mampu menjadi ruang pembinaan ideologis sekaligus spiritual bagi generasi muda.
Pada hari pertama, Risko menyampaikan materi Fiqih Ibadah yang membahas tata cara ibadah puasa, shalat, hingga amalan sunnah di bulan Ramadan. Materi tersebut disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami siswa-siswi SMPN 4 Blitar.
“Harapannya, amalan ini dapat dipahami dan diamalkan oleh para siswa-siswi guna pembinaan karakter seorang muslim yang taat dan berintegritas,” tambahnya.
Diketahui, Muhammad Risko Saputra juga merupakan kader aktif Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan menjabat sebagai Ketua Rayon Ekonomi Komisariat Madjapahit Universitas Islam Balitar. Keterlibatannya dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi kader muda Nahdlatul Ulama dalam dunia pendidikan.
Pihak sekolah menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai Pondok Ramadan menjadi momentum strategis untuk membangun karakter religius siswa di tengah tantangan era digital dan arus informasi yang begitu cepat.
Kegiatan ini pun menjadi contoh nyata kolaborasi antara sekolah dan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia di Kota Blitar.

