Artikel
Beranda » Sekilas tentang Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar

Sekilas tentang Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar

Pasar Tradisional Selopuro (Gambar oleh Ah Syahlendra di Gmaps)
Pernahkah Anda bertanya apa arti nama Selopuro? Nama ini sering dikaitkan dengan istilah “Gapura Batu”. Dalam bahasa Jawa, Selo berarti batu dan Puro berarti gapura.
Sejak dulu, daerah kita ini sudah punya peran penting karena lokasinya berada tepat di pinggir Sungai Brantas.
Banyak peninggalan kuno yang membuktikan bahwa Selopuro sudah ramai sejak masa kerajaan. Berikut adalah beberapa benda bersejarah yang bisa kita temukan.

Jejak Sejarah

Selopuro dikenal sebagai tempat yang strategis di masa klasik karena letaknya yang berbatasan dengan Sungai Brantas. Nama “Selopuro” secara mitos berarti “gapura batu”. Beberapa situs cagar budaya masa klasik yang ditemukan di wilayah ini.

Situs dan Inskripsi Selopuro

Terletak di Dusun Selopuro dan Dusun Jabon, mencakup Punden Mbah Soko (di belakang Puskesmas Selopuro) yang memiliki batu berlubang menyerupai sistem kunci bangunan klasik.

Sebuah balok batu berinskripsi yang diduga bagian dari ambang pintu. Pembacaan oleh peneliti menunjukkan angka tahun 1351 Saka (1429 Masehi), yang berasal dari era Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Ratu Suhita.

Mengintip daya tarik Nglegok, kawasan wisata beragam di Kabupaten Blitar

Situs Jabon, dan lain-lain

Menyimpan fragmen lingga, yoni kurmanaga, serta arca mahayogi dan maharesi. Terdapat pula Situs Mronjo, Situs Ploso, Situs Trenceng di Desa Popoh, dan penemuan batu bata kuno di Dusun Jombor, Desa Mandesan.

Selain benda-benda tersebut, laporan penelitian tahun 1995 sempat menyebutkan adanya sebuah struktur bangunan batu bata di lokasi ini. Akan tetapi, dalam penelusuran berikutnya struktur tersebut dilaporkan sudah tidak dapat ditemukan lagi.

Benda-benda cagar budaya di Situs Jabon ini diketahui telah dilaporkan sejak tahun 1908 oleh Knebel dalam Rapporten van de Commissie in Nederlandsch-Indie voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera (ROC)

Kota Blitar padat penduduk dan kuat di industri kayu mendunia

Profil Wilayah dan Daftar Desa

Kecamatan Selopuro memiliki luas wilayah kurang lebih 39,29 Km² dan terdiri dari 8 desa, yaitu
1. Desa Popoh
2. Desa Selopuro
3. Desa Mronjo
4. Desa Jambewangi
5. Desa Mandesan
6. Desa Ploso
7. Desa Tegalrejo
8. Desa Jatitengah
Semua desa ini terus bekerja sama dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga.

Kependudukan dan Layanan Publik

Bagi warga yang ingin mengetahui data lebih mendalam tentang penduduk atau ekonomi daerah, Anda bisa melihat publikasi “Kecamatan Selopuro Dalam Angka 2024”. Data ini sangat penting bagi pemerintah untuk merencanakan pembangunan yang lebih baik bagi kita semua.
Untuk pelayanan kesehatan, kita memiliki Puskesmas Selopuro yang lokasinya berada di dekat situs sejarah. Jika Anda membutuhkan data statistik yang lebih lengkap, silakan datang langsung ke kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar.

Inovasi dan Kemajuan Desa Saat Ini

Kecamatan Selopuro didominasi oleh sektor pertanian (agraris), sehingga kesejahteraan masyarakatnya sangat bergantung pada hasil bumi. Dalam rencana strategisnya, kecamatan ini berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian desa dan kualitas pelayanan publik hingga ke tingkat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi.

Meskipun bangga dengan sejarah masa lalu, Kecamatan Selopuro juga sangat terbuka dengan teknologi. Salah satu buktinya adalah aplikasi Sayur Sehat Online (SSO).
Inovasi ini membantu petani kita dalam memasarkan hasil tani, terutama sayuran atau hortikultura. Kerennya lagi, sayur yang dijual melalui aplikasi ini ditanam secara ramah lingkungan dan sehat untuk dikonsumsi.
Selain itu, semangat kerja sama antar desa diwujudkan melalui BUMDESMA (Badan Usaha Milik Desa Bersama). Lembaga ini lahir dari kesepakatan dalam Musyawarah Antar Desa sebagai motor penggerak ekonomi warga.
Dengan adanya BUMDESMA, potensi setiap desa bisa terjalin agar ekonomi masyarakat semakin kuat.


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Menjelajahi pesona kademangan: gerbang wisata di Blitar selatan

×