Artikel Berita
Beranda » Relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar pamit usai 12 hari mengabdi di Aceh Tamiang

Relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar pamit usai 12 hari mengabdi di Aceh Tamiang

Tim Relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar. (Foto: Ahmad/Bicarablitar.com)

Aceh Tamiang – Setelah menuntaskan misi kemanusiaan selama 12 hari di Bumi Muda Sedia, tim relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar resmi berpamitan.

Acara penutupan dan perpisahan tersebut berlangsung khidmat di Pondok Pesantren (PP) Fajru Salam, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis, 26 Februari 2026.

Koordinator Relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar, Anisatu Nadhiroh, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak di Aceh Tamiang yang telah menerima kehadiran tim relawan dengan tangan terbuka.

Berikan apresiasi, pengajar PP Fajru Salam Aceh Tamiang ini sampaikan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Blitar

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena telah diberikan ruang dan waktu untuk berkontribusi bagi masyarakat penyintas banjir.

“Hari ini merupakan momen bagi kami untuk berpamitan setelah 12 hari membersamai saudara-saudara di Aceh Tamiang. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk ikut berkontribusi. Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena meskipun dalam kondisi pascabencana, aktivitas pendidikan di Dayah dan Pondok Pesantren tetap berjalan dengan teguh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anis yang juga menjabat sebagai Sekretaris LPBI NU Kabupaten Blitar ini berharap agar jalinan silaturahmi yang telah terbentuk tidak terputus.

Tuntaskan 6 program utama, NU Peduli Kabupaten Blitar perkuat ketahanan sosial dan spiritual di Aceh Tamiang

Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara PCNU Kabupaten Blitar dengan PCNU Aceh Tamiang, para guru ngaji, serta pimpinan Dayah/Pondok Pesantren di wilayah tersebut.

Mengingat saat ini bertepatan dengan Bulan Ramadan, tim relawan juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan maupun keterbatasan selama menjalankan tugas di lapangan.

“Di momen Bulan Suci Ramadan ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan atau tindakan kami yang kurang berkenan selama di Aceh Tamiang. Semoga silaturahmi antara Blitar dan Aceh Tamiang tetap terjaga selamanya,” pungkasnya. (nu/blt)

Istimewa! Kota Blitar raih sertifikat apresiasi kinerja pengelolaan sampah nasional

×