Blitar – Kecerobohan dalam bermain bahan peledak jenis petasan kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Blitar. Seorang pemuda berinisial Arya (20), warga Desa Krenceng, Kecamatan Nglegok, terpaksa harus dilarikan ke ruang operasi RSU Aminah Kota Blitar setelah tangan kanannya mengalami luka serius akibat ledakan petasan yang ia nyalakan sendiri, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Insiden memilukan ini terjadi di kediaman korban sekitar pukul 06.30 WIB. Ledakan yang cukup keras tersebut tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga meninggalkan luka robek permanen yang sangat fatal pada bagian tubuh korban.
Kapolres Blitar Kota melalui Kasi Humas, AKP Samsul Anwar, membenarkan peristiwa tragis yang menimpa warga Desa Krenceng RT 04 RW 02 tersebut. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penelusuran pascakejadian.
“Awalnya korban menyalakan petasan. Namun, petasan itu meledak tepat di tangan kanannya sehingga mengakibatkan luka-luka,” terangnya.
Sesaat setelah ledakan terjadi, pihak keluarga yang panik segera mengevakuasi korban ke Klinik Puspa Husada. Namun, karena fasilitas medis di lokasi tersebut terbatas dan tingkat keparahan luka yang dialami sangat tinggi, Arya kemudian dirujuk secara intensif ke RSU Aminah Kota Blitar guna menyelamatkan tangan kanannya melalui tindakan pembedahan.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Blitar mengenai risiko fatal dari penggunaan petasan.
Kepolisian menegaskan bahwa menyalakan petasan bukan hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang berat. (Ko)

