Air adalah komponen paling besar dalam tubuh manusia. Jumlah cairan dalam tubuh seseorang dipengaruhi oleh faktor usia, berat badan, jenis kelamin, dan tingkat lemak tubuh.
Pada laki-laki dewasa, air menyusun sekitar 50% hingga 60% dari berat badan, sedangkan pada wanita dewasa jumlahnya berada pada angka 50%.
Cairan ini tersebar di berbagai organ vital manusia dengan kadar persentase yang sangat tinggi sebagai berikut.
- Otak: 95%
- Paru-paru: 86%
- Ginjal: 83%
- Darah: 82%
- Jantung: 75%
Melihat tingginya kandungan air pada organ-organ tersebut, memenuhi kebutuhan cairan setiap hari adalah rutinitas yang sangat penting untuk memastikan seluruh sistem tubuh berfungsi dengan normal.
Manfaat Minum Air Putih Saat Bangun Tidur di Pagi Hari
Saat tidur, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama beberapa jam, sehingga saat bangun tidur tubuh biasanya berada dalam kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi ringan.
Kondisi ini dapat dikenali dari warna urine yang cenderung gelap. Minum air putih segera setelah bangun tidur saat perut masih kosong sangat disarankan untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Berikut adalah tiga manfaat utama minum air di pagi hari.
Konsumsi air putih memicu efek pembakaran energi untuk menghasilkan panas (termogenik). Proses ini berpotensi meningkatkan tingkat metabolisme tubuh sebesar 24-30% selama kurang lebih 60 menit.
Kinerja Mental dan Suasana Hati
Kebutuhan cairan yang terpenuhi berdampak langsung pada kemampuan konsentrasi dan kinerja otak. Hidrasi yang baik membantu memperbaiki suasana hati serta mengurangi rasa lelah.
Kesehatan Kulit
Sekitar 30% dari jaringan kulit terdiri dari air. Menjaga asupan air di pagi hari sangat membantu dalam menjaga kekenyalan serta elastisitas kulit.
Manfaat Air Putih Bagi Fungsi Organ Tubuh Lainnya
Selain manfaat saat bangun tidur, air putih secara umum berperan dalam menjaga kestabilan berbagai sistem organ.
Sistem Pencernaan
Air membantu melancarkan proses pengolahan makanan dalam tubuh. Cairan yang cukup sangat efektif untuk mencegah sembelit dan gangguan buang air besar lainnya.
Sendi dan Otot
Air berfungsi sebagai pelumas alami di area sendi. Hal ini menjaga kelenturan sendi dan mencegah otot menjadi kaku atau mudah lelah saat digunakan beraktivitas.
Sistem Kardiovaskular
Kecukupan air sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Air memberikan efek relaksasi pada pembuluh darah, yang membantu mencegah risiko penyakit jantung dan stroke.
Kaitan Asupan Air dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK)
Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah kondisi kerusakan struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Kondisi ini dinilai melalui angka Laju Filtrasi Glomerulus (LFG), yaitu angka yang menunjukkan seberapa cepat ginjal mampu menyaring kotoran dari darah. Seseorang dinyatakan menderita PGK jika nilai LFG berada di bawah 60 ml/menit.
Berdasarkan tingkat penurunan fungsinya, PGK dibagi menjadi lima tahapan.
- Stadium 1: Fungsi ginjal masih normal atau sedikit meningkat (LFG >90 ml/menit).
- Stadium 2: Penurunan fungsi ginjal tingkat ringan (LFG 60-89 ml/menit).
- Stadium 3 (3a & 3b): Penurunan fungsi ginjal tingkat sedang (LFG 30-59 ml/menit).
- Stadium 4: Penurunan fungsi ginjal tingkat berat (LFG 15-29 ml/menit).
- Stadium 5: Gagal ginjal (LFG <15 ml/menit).
Bagi pasien PGK, edukasi mengenai jumlah air yang diminum sangatlah penting karena aturan untuk mereka berbeda dengan orang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa asupan air yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak dapat mempercepat perkembangan kerusakan ginjal.
Volume urine yang terlalu tinggi (lebih dari 2,85 liter hingga 3 liter per hari) justru berisiko mempercepat penurunan fungsi ginjal pada pasien PGK. Oleh karena itu, jumlah air yang diminum harus disesuaikan secara medis agar tidak memperburuk penyakit.
Berapa Banyak Air yang Harus Diminum?
Secara umum, masyarakat sering disarankan untuk minum 8 gelas atau sekitar 2 liter air per hari. Namun, kebutuhan air sebenarnya bersifat pribadi dan bergantung pada berat badan masing-masing orang.
Anda juga dapat menghitung sendiri kebutuhan cairan harian menggunakan rumus sederhana: Berat Badan (kg) x 30 ml. Sebagai contoh, jika berat badan Anda 60 kg, maka perhitungannya adalah 60 x 30 ml = 1.800 ml atau 1,8 liter per hari (angka ini dapat bertambah sesuai aktivitas fisik).
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI