Artikel Berita
Beranda » PCNU Kabupaten Blitar kirim relawan ‘Khidmah Ramadhan’ bantu pemulihan pasca-banjir Aceh Tamiang

PCNU Kabupaten Blitar kirim relawan ‘Khidmah Ramadhan’ bantu pemulihan pasca-banjir Aceh Tamiang

Pelepasan Relawan Khidmah Ramadan PCNU Kabupaten Blitar ke Aceh Tamiang oleh Ketua PCNU, Kiai Muqorrobin (dok. NU Peduli Kemanusiaan Blitar)

BLITAR Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar memberangkatkan tim relawan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu (14/2/2026) malam.

Misi bertajuk “Khidmah Ramadhan” ini, berkolaborasi dengan PCNU Aceh Tamiang, bertujuan membantu pemulihan sosial dan dukungan fasilitas ibadah warga terdampak banjir menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

​Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Blitar, Kiai Muqorrobin, menyatakan bahwa pengiriman relawan ini merupakan bentuk tanggap darurat lanjutan.

Kendang jimbe di Blitar: industri kreatif lokal

“Fokus utama misi ini adalah pemulihan pasca-bencana agar masyarakat Aceh Tamiang dapat kembali menjalankan ibadah Ramadhan dengan lancar dan nyaman,” ujarnya usai pelepasan relawan di Graha NU Blitar.

​Misi kemanusiaan ini keberlanjutan dari program “Dari Blitar untuk Aceh” dijadwalkan berlangsung selama 12 hari efektif di lokasi bencana.

Koordinator program sekaligus Ketua LPBI NU Kabupaten Blitar, M. Safinatun Naja, menjelaskan bahwa tim relawan diberangkatkan dengan membawa spesialisasi teknis, salah satunya adalah tim teknisi akustik masjid.

Hal yang mungkin belum kamu tahu tentang Jembatan Trisula di Blitar Selatan

​”Banyak fasilitas ibadah yang terdampak dan terendam lumpur akibat banjir. Tim akustik akan fokus memastikan pengeras suara di masjid dan musala kembali berfungsi baik untuk menunjang syiar tarawih dan tadarus,” jelas Safin.

​Sebagai langkah persiapan, Tim Aju (pendahulu) yang terdiri dari unsur LAZISNU dan Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) dijadwalkan berangkat lebih awal pada Ahad (15/2) untuk memetakan lokasi sasaran prioritas.

Sementara itu, rombongan inti yang melibatkan sembilan personel lintas lembaga dan badan otonom (UNU Blitar, Banser, Fatayat, RMI, dan LTN) akan menyusul pada Selasa (17/2).

Kisah para santri Aceh Tamiang, bertahan hidup di tengah lumpur yang tinggi

​Pemulihan Psikososial Anak

​Selain memberikan bantuan teknis dan logistik berupa operasional dapur umum, misi NU Blitar ini juga menyasar pemulihan psikososial (trauma healing) bagi anak-anak penyintas banjir.

​Salah satu relawan dari Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU, yang sehari-hari berprofesi sebagai pendidik di Madrasah, Mambaul Huda, mengungkapkan komitmennya untuk melakukan pendampingan di kawasan hunian sementara maupun titik-titik pengungsian.

​”Tugas kami di sana juga mencakup upaya menghidupkan suasana Ramadhan. Melalui pendekatan edukatif, kami akan mendampingi anak-anak mengaji dan mengadakan kegiatan bermain untuk perlahan memulihkan trauma mereka pasca-banjir,” ungkapnya.

Jejak lumpur di Menanggini: Kesaksian relawan dari Blitar atas pemulihan pascabencana banjir Aceh Tamiang

​Selama bertugas di lokasi, tim relawan

juga akan mendokumentasikan kondisi serta kebutuhan terkini di Aceh Tamiang secara digital.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi laporan kegiatan kepada warga nahdliyin di Blitar, sekaligus untuk membuka ruang partisipasi dan donasi publik yang lebih luas.

Ceria di Dayah Al-Musthafa: Puluhan anak di Aceh Tamiang larut dalam dongeng dari relawan PCNU Kabupaten Blitar

Berita Terbaru

×