Artikel
Beranda » Mengenal jenis rempah-rempah populer di Indonesia dan kegunaannya

Mengenal jenis rempah-rempah populer di Indonesia dan kegunaannya

Foto oleh Ratul Ghosh di Unsplash
Rempah-rempah memegang peranan vital dalam kuliner Indonesia. Penggunaan berbagai jenis rempah adalah alasan utama mengapa masakan Nusantara memiliki aroma yang tajam dan karakter rasa yang kuat.
Tanpa keberadaan rempah, masakan tidak akan mencapai standar kelezatan dan profil aroma yang menjadi identitas unik setiap hidangan di tanah air.
Berikut adalah panduan jenis rempah populer di Indonesia berdasarkan pengelompokannya, cara penggunaan, serta manfaatnya.

Kelompok Rempah Rimpang (Akar-akaran)

Bagian rimpang atau akar adalah fondasi utama rasa pada banyak masakan Indonesia. Berikut adalah rincian penggunaannya.

Kunyit

Digunakan sebagai pemberi warna kuning alami pada nasi kuning, soto, gulai, dan bumbu dasar kuning.
Memiliki manfaat anti-inflamasi dan kaya akan antioksidan.

Lengkuas (Laos)

Digunakan dengan cara digeprek atau dipotong untuk sayur lodeh, opor ayam, soto Betawi, dan pepes ikan. Membantu memperkuat sistem imun dan melawan radang.

Kencur

Memberikan aroma khas yang kuat pada sambal pecel, seblak, dan jamu beras kencur.
Berfungsi meningkatkan energi tubuh dan meredakan gejala masuk angin.

Temulawak

Digunakan untuk memberikan aroma dan rasa segar pada masakan berkuah atau sayur lodeh.
Membantu memelihara kesehatan hati dan menjaga stamina.

Temu Kunci

Digunakan khusus untuk sayur bening atau bayam, serta ditambahkan pada pepes dan pindang ikan untuk menghilangkan bau amis.
Bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan.

Kelompok Rempah Biji dan Buah Kering

Rempah dalam kelompok ini sering kali membutuhkan proses pengolahan awal seperti disangrai atau digiling untuk memaksimalkan aroma dan minyak alaminya.

Lada (Merica)

Harus digiling untuk memberikan rasa pedas hangat pada sup ayam, bakso, atau tumisan.
Membantu menghangatkan tubuh dan melancarkan pernapasan.

Cengkeh

Memberikan aroma kuat pada masakan berat seperti rendang, gulai kambing, dan semur, atau dicampur ke dalam minuman herbal – Bersifat antibakteri dan dapat meredakan sakit gigi.

Pala

Harus diparut atau digiling untuk memberikan rasa manis-gurih pada sup buntut, semur, dan perkedel.
Membantu tidur lebih nyenyak dan meningkatkan nafsu makan.

Kapulaga

Memberikan aroma segar dan harum pada nasi kebuli, gulai, kari, dan teh tarik.
Baik untuk kesehatan pencernaan dan mengurangi bau mulut.

Kemiri

Harus disangrai atau dibakar terlebih dahulu sebelum dihaluskan untuk memberikan rasa gurih dan tekstur kental pada opor, lodeh, atau sambal pecel.
Kaya akan minyak sehat yang baik untuk kulit dan rambut.

Jinten

Biji kecil beraroma tajam yang digunakan sedikit saja pada masakan kari, gulai, atau rendang. Dipercaya membantu melancarkan sistem pencernaan.

Ketumbar

Digunakan dalam bentuk gilingan untuk memberikan aroma harum dan rasa gurih pada bumbu gorengan serta masakan khas Jawa.mMembantu menyeimbangkan rasa dalam bumbu dasar.

Kluwek

Memberikan warna hitam pekat dan rasa gurih pada rawon dan sup konro. Biji kluwek mentah beracun, sehingga harus melalui proses fermentasi terlebih dahulu sebelum aman dikonsumsi.

Kelompok Rempah Daun, Batang, dan Kulit Kayu

Bagian tumbuhan ini berfungsi untuk memberikan lapisan aroma tambahan yang membuat masakan lebih sedap.

Daun Salam

Memberikan aroma lembut pada nasi uduk, sayur asem, atau tumisan. Masukkan daun langsung saat proses perebusan atau penumisan.

Daun Jeruk

Memberikan aroma segar yang tajam pada masakan bersantan dan tumisan. Merupakan komponen kunci untuk menghilangkan aroma amis dan memberi kesegaran.

Sereh (Serai)

Batangnya harus digeprek sebelum digunakan pada sate lilit, ayam bakar, atau sop untuk mengeluarkan aroma lemon segar. Manfaatnya dapat menenangkan pikiran dan menurunkan stres.

Kayu Manis

Memberikan aroma manis yang hangat pada kari kambing, semur, kue tradisional, serta minuman wedang uwuh. Membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme.
Cara gen z meningkatkan minat literasi di era digital


Artikel ini diolah dengan berbaga sumber dengan bantuan AI

Berita Terbaru

×