Blitar – Salah satu karya King Masmus yang cukup mencuri perhatian adalah single berjudul “Anjing Bukan Makanan”, dirilis lewat kerja sama dengan Doggyhouse Records. Lagu ini lahir dari keprihatinan sang musisi terhadap maraknya praktik jual beli daging anjing yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Lahir dari Keprihatinan Seorang Vegan
Sebagai sosok vegan dan pencinta binatang, King Masmus menciptakan lagu ini untuk menyentuh nurani pendengar agar lebih memahami posisi anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan, bukan hewan ternak yang layak dikonsumsi. Pesan ini disampaikan lewat pendekatan musik yang tetap easy listening meski mengangkat isu yang cukup berat.
Menyoroti Berbagai Bentuk Kekerasan terhadap Hewan
Selain isu perdagangan daging anjing, lagu ini turut menyinggung berbagai bentuk perlakuan buruk terhadap hewan peliharaan, mulai dari pencurian, kekerasan, hingga peracunan yang kerap menimpa anjing dan kucing di lingkungan masyarakat. King Masmus menegaskan hewan-hewan tersebut layaknya anggota keluarga yang berbagi ruang hidup dengan manusia.
Turut Suarakan Nasib Burung Liar
Menariknya, lagu ini juga menyelipkan pesan tentang pentingnya membiarkan burung terbang bebas di alam, alih-alih dijadikan objek kompetisi maupun perdagangan. Pendekatan lirik yang menyentuh berbagai isu sekaligus ini menunjukkan kepedulian menyeluruh King Masmus terhadap kesejahteraan satwa, tidak terbatas pada satu jenis hewan saja.
Balutan Musik Dub Reggae yang Khas
Dari sisi musikalitas, lagu ini tetap setia pada genre dub reggae yang menjadi identitas King Masmus, dipadukan sentuhan electronic dub steppa yang membuatnya terdengar segar namun tetap penuh makna. Produksi musik ini turut melibatkan Bandizt, bassist dari band ska legendaris Shaggydog, menambah kredibilitas musikal pada karya ini.
Bagi pendengar yang penasaran dengan pesan lengkap lagu ini, disarankan mendengarkan langsung lewat platform streaming resmi, sekaligus mendukung karya musisi lokal Jawa Timur yang konsisten menyuarakan isu kepedulian sosial lewat medium musik yang mudah diterima berbagai kalangan.

