Soundtrack film sore: istri dari masa depan
Sutradara Yandy Laurens merilis film bertajuk “Sore: Istri dari Masa Depan” pada tanggal 10 Juli 2025. Dalam proyek tersebut, yandy menggandeng grup musik Barasuara sebagai pengisi lagu tema resmi film tersebut.
Barasuara menyumbangkan komposisi “Terbuang Dalam Waktu” dan “Pancarona” untuk memperkuat dimensi emosional cerita. Selain itu, personel Barasuara, Gerald Situmorang, memaparkan detail kolaborasi tersebut dalam sesi konferensi pers pada 2 Juli 2025.
Yandy Laurens menempatkan musik sebagai instrumen utama untuk mempertajam ledakan perasaan pada bagian klimaks. Dengan demikian, kehadiran lagu “Pancarona” turut melengkapi struktur scoring yang membangun ketegangan batin para penonton.
Penonton merasakan jalinan melodi Barasuara sebagai ruh yang menghidupkan setiap fragmen visual di layar. Lebih jauh lagi, integrasi musik tersebut menjahit fragmen emosi yang retak dalam narasi film tersebut.
Sinergi ini menciptakan keselarasan yang sangat kuat antara aspek penglihatan dan aspek pendengaran. Akibatnya, kekuatan vokal serta instrumen musik berhasil membawa fokus penonton pada tema besar mengenai waktu.
Lirik lagu ‘terbuang dalam waktu’ barasuara
Makna lirik: keikhlasan dan batas waktu
Secara semiotika, kata “Waktu” dalam lagu ini memegang peranan sebagai karakter antagonis yang tak terlihat rupa. Dalam konteks tersebut, waktu mencuri kesempatan dan meluruhkan fisik manusia hingga kehilangan pegangan pada realitas duniawi.
Barasuara menggunakan potongan lirik “kehilangan pegangan” untuk memotret kerapuhan alami dari setiap makhluk hidup.
Selanjutnya, ungkapan “cinta tak kenal waktu menjagamu” menegaskan pengabdian tanpa pamrih meski ajal menjadi pemisah utama. Selain itu, barasuara menawarkan cinta sebagai senjata utama untuk menjaga memori tetap hidup meski raga terpisah.
Penggunaan metafora “senyummu memberikan kekuatan” menjadi simbol harapan bagi Sore dalam menjalani misi yang berat. Oleh karena itu, alunan musik membungkus narasi film dengan kehangatan melodi yang menenangkan batin para penonton bioskop.
Pada akhirnya, penonton menyadari bahwa waktu bukan sekadar angka, melainkan saksi bisu dari setiap pengorbanan batin manusia.
Sore menunjukkan bahwa keikhlasan merupakan bentuk pengorbanan tertinggi saat waktu memaksa sebuah perpisahan terjadi.
Lebih lanjut, penonton menangkap pesan bahwa merelakan orang terkasih merupakan bagian tak terpisahkan dari makna mencintai.
Lagu ini menjadi penutup manis saat kredit akhir film mulai bergerak lambat di layar. Sintesis antara visual dan audio menciptakan kesan mendalam mengenai ketulusan hati yang melampaui dimensi ruang.
Relevansi Lagu dalam Industri Musik dan Film Indonesia
Lagu “Terbuang Dalam Waktu” berasal dari album Barasuara bertajuk Jalaran Sadrah yang rilis pada 21 Juni 2024. Keberhasilan tersebut, memvalidasi kualitas kolaborasi antara industri musik dan perfilman di tanah air.
Yandy Laurens dan Barasuara membangun karya kolaboratif yang keren. Melalui kolaborasi ini, barasuara berhasil menjembatani keindahan visual film dengan kedalaman rasa yang menyentuh kesadaran batin penonton. Dengan demikian, pesan utama tetap tegak bahwa cinta sejati bersifat abadi meskipun raga terpisah oleh jarak waktu.
Sinergi ini meningkatkan tolok ukur kualitas produksi lagu tema dalam industri perfilman nasional Indonesia. Akibatnya, penonton mendapatkan pengalaman audiovisual yang utuh serta refleksi filosofis mengenai hakikat waktu dan kasih sayang.
Kualitas kolaborasi Barasuara memberikan dampak signifikan bagi perkembangan ekosistem seni kreatif di Indonesia hari ini. Pada akhirnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kejujuran emosi merupakan kunci utama dalam menciptakan karya yang monumental.
Pencapaian ini menegaskan posisi film Sore sebagai standar baru dalam sinema nasional berkualitas tinggi.
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

