Sejarah Band Noah
Sejarah band ini berawal dari pembentukan Peterpan di Bandung pada September 2000 dengan formasi awal yang terdiri dari Ariel, Andika, Indra, Lukman, Reza, dan Uki.
Grup ini segera mendominasi panggung musik nasional lewat eksplorasi genre Britpop dan Alternative Rock yang segar bagi telinga masyarakat Indonesia.
Pada tahun 2004, band ini mencatatkan rekor besar pada Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil menggelar konser di enam kota dalam kurun waktu 24 jam.
Perjalanan maraton tersebut bermula dari Medan, berlanjut menuju Padang, Pekanbaru, Lampung, Semarang, dan berakhir di Surabaya sebagai titik penutup yang megah.
Transisi identitas secara resmi terjadi pada tahun 2012 ketika para personel mengumumkan nama NOAH sebagai wajah baru band setelah melewati masa sulit akibat skandal hukum yang menimpa sang vokalis.
Meskipun mengalami beberapa pergantian anggota penting, seperti keluarnya Andika dan Indra pada 2006 serta bergabungnya
David secara permanen pada 2008, musikalitas band tetap konsisten terjaga.
NOAH bahkan berhasil mengulangi kesuksesan komersial lewat album Seperti Seharusnya yang terjual hingga 1,9 juta kopi dalam waktu singkat.
Setelah perjalanan karier selama dua dekade yang penuh prestasi, termasuk keluarnya Reza pada 2015 dan Uki pada 2019, NOAH akhirnya mengumumkan masa hiatus panjang terhitung sejak New Year 2024.
Keputusan ini memberikan kesempatan bagi Ariel, Lukman, dan David untuk beristirahat dari padatnya jadwal panggung setelah memberikan kontribusi besar bagi industri musik tanah air.
Salah satu lagu yang lahir dari perjalanan itu adalah “Mungkin Nanti”. Lagu tersebut bahkan telah diadaptasi secara resmi ke dalam bahasa Jepang setelah seorang penggemar Ariel, Naoko Kunimoto, menerjemahkannya.
Ariel kemudian menghubungi penyanyi asal Jepang, Hiroaki Kato, untuk menyempurnakan terjemahan tersebut sebelum dirilis dalam versi resmi.
Lirik lagu ‘Mungkin nanti’ – Noah
Saatnya ku berkata
Mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua ku yakin inilah waktunya
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi
Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati Seperti hari kemarin saat semua di sini
Dan bila hatimu termenung
Bangun dari mimpi-mimpimu
Membuka hatimu yang dulu
Cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi
Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua di sini
Mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua di sini
Tak usah kau tanyakan lagi
Simpan untukmu sendiri
Semua sesal yang kau cari
Semua rasa yang kau beri

