Artikel Berita
Beranda » Lima ratus gol Harry Kane, standar baru penyerang Inggris

Lima ratus gol Harry Kane, standar baru penyerang Inggris

Harry Jane. (Foto: Premier League)

Sabtu menjadi malam (14/2/2026) penanda karier yang langka bagi Harry Kane. Gol keduanya untuk Bayern München melawan Werder Bremen mengantarnya ke angka 500 gol resmi untuk klub dan negara.

Rekor itu membuat Kane menjadi orang Inggris pertama yang menembus 500 gol di level pertandingan resmi. Ia mencapainya lewat waktu yang cukup panjang, dari Inggris hingga Jerman.

Dari Leyton Orient ke Panggung Terbesar

Kane menempuh perjalanan lebih dari 15 tahun sejak gol profesional pertamanya. Ia mencetak gol itu bersama Leyton Orient melawan Sheffield Wednesday di League One pada Januari 2011, saat berusia 17 tahun.

Dari awal yang sederhana, Kane membangun reputasi sebagai penyerang produktif dan stabil. Ia menjaga konsistensi itu di berbagai level kompetisi.

Deretan Top Skor dan Rekor Pribadi

Daftar gelar individu Kane menunjukkan pola yang jelas. Saat ritmenya terkunci, ia sanggup mendominasi kompetisi apa pun.

Ia pernah menjadi top skor Piala Dunia. Ia juga tiga kali menjadi top skor Premier League, dua kali top skor Bundesliga, dan kini berada di jalur untuk menambahnya lagi. Kane berbagi status top skor Liga Champions pada musim 2023–2024, serta berbagi status top skor Euro 2024.

Di saat yang sama, Kane memegang rekor gol sepanjang masa Tottenham Hotspur dan tim nasional Inggris. Catatan itu memperkuat posisinya sebagai acuan baru penyerang Inggris.

Jejak Angka di Tottenham, Inggris, dan Bayern

Angka per tim menegaskan besarnya jejak Kane. Ia mencetak 280 gol untuk Tottenham, sekaligus mematahkan rekor klub yang Jimmy Greaves pegang sejak 1970.

Untuk Inggris, Kane sudah mengoleksi 78 gol. Ia melampaui catatan Wayne Rooney yang berhenti di 53 gol setelah Euro 2016.

Di usia 32 tahun, Kane terus menaikkan standar. Ia bukan hanya bertahan, tetapi tetap menambah produksi.

Di Bayern, Kane tidak realistis mengejar rekor internal klub. Gerd Müller mengoleksi 566 gol untuk raksasa Jerman itu pada 1964–1978, lalu meninggalkan klub pada 1979.

Namun, Kane hanya berjarak enam gol untuk masuk 10 besar pencetak gol sepanjang masa Bayern. Catatan itu menegaskan adaptasinya yang cepat dan kecocokannya dengan gaya Bayern di sepertiga akhir.

Musim Puncak dan Peluang Rekor Baru

Jika dilihat per musim, puncak produktivitas Kane datang saat beban gol benar-benar berpusat padanya. Ia mencetak 52 gol untuk klub dan negara pada musim 2017–2018, lalu mengulangnya pada musim 2023–2024.

Pada musim ini, Kane sudah mencatat 46 gol. Bayern juga masih bersaing di tiga ajang, dan Piala Dunia akan datang. Karena itu, peluang untuk melewati rekor pribadinya terbuka lebar.

Musim 2017–2018 juga menjelaskan dampaknya di level internasional. Kane mencetak 41 gol bersama Tottenham, lalu menjadi pemain pertama yang membuat 40 gol atau lebih semusim untuk klub itu sejak Clive Allen pada 1986–1987.

Sebelas gol lainnya datang bersama Inggris, termasuk enam gol di Piala Dunia Rusia. Di turnamen itu, Kane menjadi orang Inggris kedua yang memenangi Sepatu Emas setelah Gary Lineker pada 1986.

Untuk ukuran produktivitas klub, musim terbaiknya sejauh ini datang pada debutnya bersama Bayern pada 2023–2024. Ia menutup musim itu dengan 44 gol.

Sinyalnya jelas untuk musim berikutnya. Kane sudah mencetak 41 gol untuk Bayern pada musim 2025–2026.

Sebaran Gol, Rekor Liga, dan Turnamen Besar

Sebaran kompetisi menunjukkan ini bukan cerita tentang satu liga. Lima ratus gol Kane datang dari 20 kompetisi, dengan Premier League sebagai ladang paling subur lewat 213 gol.

Ia juga mencetak satu gol di Franz Beckenbauer Supercup. Gol itu hadir dalam kemenangan 2-1 atas Stuttgart pada Agustus.

Kane mencetak gol di setiap kompetisi yang ia mainkan. Namun, ia gagal mencetak gol dalam dua laga play-off Championship bersama Leicester City pada musim 2012–2013.

Kontribusinya di Premier League hanya kalah dari Alan Shearer yang punya 260 gol. Namun, dalam sejarah kasta teratas Inggris sejak musim 1888–1889, ada 18 pemain yang jumlah golnya melampaui Kane.

Yang membuat Kane unik terletak pada konteks eranya. Ia menjadi pencetak gol terbanyak di divisi teratas Inggris pada abad ke-21, di era yang makin ketat secara taktik dan struktur bertahan.

Jika cakupannya melebar ke lima liga besar Eropa, total 301 gol menempatkannya di peringkat kesembilan. Dengan lintasan seperti ini, terbuka kemungkinan ia menutup karier hanya di bawah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam daftar tersebut.

Di Liga Champions, Kane juga memimpin daftar pemain Inggris. Ia mencetak 48 gol, unggul 18 gol dari Rooney.

Di level turnamen besar, Kane juga memberi konteks untuk perannya di Inggris. Ia telah mencetak 15 gol di Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa, lima gol lebih banyak dari Lineker yang mencetak 10, semuanya di Piala Dunia.

Karena itu, Kane butuh tiga gol di Piala Dunia di Amerika Utara pada musim panas ini untuk menjadi pencetak gol terbanyak Inggris khusus di Piala Dunia. Dalam daftar pemain Eropa, hanya Ronaldo, Miroslav Klose, Gerd Müller, dan Jürgen Klinsmann yang mencetak lebih banyak gol di turnamen besar internasional daripada Kane.

“Pelanggan Favorit”, Lawan Sulit, dan Pola Hat-trick

Ada sisi “pelanggan favorit” yang mencerminkan kebiasaan predator kotak penalti. Leicester menjadi tim yang paling sering ia bobol, dengan 20 gol.

Secara keseluruhan, Kane sudah mencapai dua digit gol melawan 12 tim. Semua tim itu klub Inggris, kecuali Stuttgart. Di level negara, Albania menjadi lawan yang paling sering ia bobol, dengan tujuh gol.

Pada saat yang sama, daftar lawan sulit juga memuat beban emosional. Kane sudah mencetak gol melawan 135 tim untuk klub dan negara, tetapi Benfica, Islandia, dan Spanyol menjadi lawan yang paling sering ia hadapi tanpa gol.

Dua momen terendahnya bersama Inggris terkait dua nama itu. Inggris tersingkir memalukan dari Islandia di Euro 2016, lalu kalah di final turnamen yang sama delapan tahun kemudian dari Spanyol.

Ada pula tujuh tim yang ia hadapi lebih dari dua kali tanpa pernah mencetak gol. Catatan itu ikut memberi warna pada statistik besarnya.

Produktivitas Kane juga terlihat dari pola golnya. Ia sudah menorehkan 29 hat-trick, dimulai saat melawan Asteras Tripolis di Liga Europa pada Oktober 2014.

Pada laga itu, Kane bahkan sempat bermain sebagai kiper. Dari total 29 hat-trick, 13 datang bersama Tottenham, 11 bersama Bayern, dan lima bersama Inggris.

Ia juga mencetak empat gol dalam satu laga pada tiga kesempatan. Yang terbaru terjadi bersama Bayern melawan Dinamo Zagreb di Liga Champions pada September 2024.

Tiga golnya pada malam itu datang dari penalti. Catatan itu unik karena ia mencetak hat-trick yang seluruhnya berasal dari titik putih di kompetisi elit antarklub Eropa.

Penalti, Lokasi Tembakan, dan Relasi dengan Pemberi Assist

Penalti menjadi bagian penting dari paket Kane. Ia sudah mencetak 100 gol penalti dalam kariernya, tidak termasuk adu penalti. Itu berarti seperlima dari 500 golnya berasal dari eksekusi tersebut.

Ia hanya gagal dalam 13 penalti. Tingkat konversinya mencapai 88,5 persen, lebih baik daripada Cristiano Ronaldo dengan 83,8 persen dan Lionel Messi dengan 77,8 persen.

Dari segi lokasi, 449 golnya lahir dari dalam kotak penalti. Sementara itu, 51 gol datang dari luar kotak.

Rincian cara mencetak golnya menunjukkan kelengkapan yang jarang pada penyerang modern. Kane mencetak 318 gol dengan kaki kanan, 86 dengan kaki kiri, dan 94 dengan kepala.

Ia juga mencetak satu gol dengan bahu dan satu gol dengan lengan kiri. Gol bahu itu terjadi melawan Stoke City pada April 2018. Awalnya pencatat gol menulis nama Christian Eriksen, lalu mengubahnya menjadi Kane empat hari kemudian setelah banding yang berhasil.

Gol dengan lengan kirinya terjadi saat melawan Brighton and Hove Albion pada Oktober 2022. Momen itu juga menaut pada benang lain yang sering terlupakan: relasinya dengan kreator.

Son Heung-min menjadi pemberi assist terbanyak untuk gol-gol Kane. Total, Son sudah menyuplai assist kepada Kane sebanyak 28 kali. Kombinasi ini menegaskan peran koneksi dan pemahaman ruang dalam konsistensi Kane.

Mengapa “Orang Inggris Pertama” dan Posisi Kane di Daftar Global

Pertanyaan berikutnya menyangkut posisi Kane dalam sejarah global. Label “orang Inggris pertama” pada rekor gol 500 ini bergantung pada definisi pertandingan resmi level tertinggi.

Sepak bola kompetitif sudah berjalan lebih dari satu setengah abad. Namun, catatan lengkap untuk semua pertandingan dan status resminya tidak pernah benar-benar utuh. Liga regional, laga masa perang, dan pertandingan persahabatan klub membuat orang terus memperdebatkan batas “resmi” dan “level tertinggi”.

Dalam kerangka itu, orang biasanya memahami pertandingan resmi klub sebagai seluruh kompetisi dalam musim. Definisi itu mengecualikan pramusim dan laga persahabatan. Sementara itu, “level tertinggi” mengecualikan pertandingan untuk tim di luar struktur liga utama sebuah negara.

Untuk internasional, banyak pihak memasukkan pertandingan melawan negara yang FIFA akui. Definisi itu mencakup laga persahabatan, kecuali ada ketentuan khusus dari otoritas terkait.

Dengan acuan tersebut, International Federation of Football History and Statistics menempatkan Kane sebagai pria ke-27 yang mencapai 500 gol di pertandingan resmi level tertinggi. Dari kelompok itu, ada enam pemain yang masih aktif: Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Robert Lewandowski, Luis Suárez, Karim Benzema, dan Kane.

Tidak ada satu pun nama lain dalam daftar itu yang berasal dari Inggris. Karena itu, klaim “orang Inggris pertama” berdiri pada definisi pertandingan resmi level tertinggi, bukan sekadar akumulasi di semua level. Legenda Inggris seperti Steve Bloomer, Dixie Dean, dan Jimmy Greaves memang mencapai 500 jika seluruh level digabung. Namun, mereka tidak mencapainya pada standar resmi yang dimaksud di sini.

Bila melihat laju dan konteks kompetitifnya sekarang, jarak 126 gol untuk masuk 10 besar versi federasi tersebut terasa sebagai tantangan konsistensi. Kane sudah menunjukkan ia tidak bergantung pada satu sistem atau satu era.

Ia berkembang dari finisher jarak dekat di awal karier. Kini, ia menjadi penyerang yang menguasai detail kecil dalam penyelesaian. Tonggak 500 ini bukan garis akhir, tetapi penanda standar baru untuk penyerang Inggris.

Berita Terbaru

×