Artikel Berita
Beranda » Lewat dongeng sahabat Rasulullah, Kak Ami Blitar bersama ‘Dion’ bangun karakter spiritual santri di Menanggini Aceh Tamiang

Lewat dongeng sahabat Rasulullah, Kak Ami Blitar bersama ‘Dion’ bangun karakter spiritual santri di Menanggini Aceh Tamiang

Kegiatan LDP di PP Fajru Salam pada Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Ahmad/Bicarablitar.com)

Aceh Tamiang – Di hari terakhir misi kemanusiaannya, tim relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar memberikan kenangan edukatif yang mendalam bagi para santri di Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru.

Pada Kamis, 26 Februari 2026, relawan Atmi Hapsari atau yang akrab disapa Kak Ami, menggelar sesi mendongeng bagi santri putri Dayah Al-Musthafa dan santri putra PP Fajru Salam. Dia ditemani Dion yang merupakan karakter boneka yang dibawa saat mendongeng.

Dalam sesi tersebut, Kak Ami membawakan kisah inspiratif tentang sahabat Rasulullah SAW yang gemar berdzikir.

Perkuat mitigasi di pesantren, LPBI NU Kabupaten Blitar edukasi santri Fajru Salam hadapi ancaman banjir dan longsor

Melalui teknik bercerita yang komunikatif dan ekspresif, Kak Ami menanamkan nilai-nilai ketauhidan serta keutamaan mengingat Allah dalam segala kondisi, termasuk saat menghadapi masa-masa sulit pascabencana.

Pemilihan materi dongeng ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan mental dan spiritual para santri sejak dini melalui teladan tokoh-tokoh besar Islam. Puluhan santri, baik putra maupun putri, tampak sangat antusias menyimak setiap jalinan cerita yang disampaikan di lingkungan pesantren mereka.

“Mendongeng adalah cara paling efektif untuk memasukkan nilai-nilai akhlak tanpa membuat anak-anak merasa digurui. Hari ini, kami berbagi kisah tentang kecintaan sahabat Nabi terhadap dzikir. Kami ingin para santri di Dayah Al-Musthafa dan PP Fajru Salam memiliki jiwa yang tenang dan selalu ingat kepada Allah dalam keadaan apa pun,” ungkap Kak Ami.

Berikan apresiasi, pengajar PP Fajru Salam Aceh Tamiang ini sampaikan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Blitar

Kegiatan mendongeng ini menjadi bagian dari pendekatan trauma healing sekaligus penguatan literasi lisan bagi para santri.

Pihak pengasuh pesantren mengapresiasi metode ini karena mampu menghadirkan suasana belajar yang segar dan tidak membosankan bagi anak-anak.

Antusiasme para santri terlihat dari interaksi aktif yang terjadi selama sesi dongeng berlangsung.

Tuntaskan 6 program utama, NU Peduli Kabupaten Blitar perkuat ketahanan sosial dan spiritual di Aceh Tamiang

Banyak dari mereka yang tampak terhanyut dalam suasana cerita, yang sekaligus menjadi momen perpisahan manis antara relawan NU Blitar dengan anak-anak di Desa Menanggini sebelum tim kembali ke Jawa Timur. (nu/blt)

Berita Terbaru

×