Artikel
Beranda » Kendang jimbe di Blitar: industri kreatif lokal

Kendang jimbe di Blitar: industri kreatif lokal

foto kendang jimbe (foto: gmaps/belmiro ryan)

Pesona kendang jimbe

Kendang Jimbe berdiri sebagai ikon kerajinan unggulan dari Blitar yang memikat pasar internasional melalui bentuk eksotis dan karakteristik suara nyaring.

Instrumen musik perkusi ini memiliki bentuk menyerupai cawan dengan ukiran artistik yang menghiasi sekujur badan kayu.

Meskipun berakar dari tradisi Afrika, masyarakat Blitar mengembangkan kendang jimbe ke dalam konteks lokal hingga memiliki bernilai ekonomi tinggi.

Hal yang mungkin belum kamu tahu tentang Jembatan Trisula di Blitar Selatan

Keberadaan sentra industri di Kelurahan Sentul dan Tanggung memperlihatkan Blitar sebagai salah satu pusat produksi kendang berkualitas.

Setiap pukulan pada kulit kendang menghasilkan resonansi bass yang dalam serta nada yang tajam, mencerminkan ketelitian tangan para perajin lokal dalam mengolah material alam secara manual.

Sejarah

Perjalanan kerajinan bubut kayu di Blitar melewati evolusi panjang selama lebih dari satu abad sebelum mencapai popularitas global.

Blitar menyambut Ramadan 2026: antara ketegasan dan tenggang rasa

Transformasi dari alat rumah tangga sederhana menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi melibatkan peran tokoh-tokoh kunci dan momentum sejarah yang kuat.

Tahun 1880: Mbah Toirono memelopori keterampilan bubut kayu di Blitar. Pada masa ini, bengkel bubut memproduksi barang rumah tangga sederhana seperti tempat sirih, tempat perhiasan kayu, dan mainan yoyo untuk pasar di sekitar markas tentara Belanda.

Tahun 1997: Ahwani menginisiasi pembuatan Kendang Jimbe setelah mendapatkan inspirasi dan pesanan dari rekan asal Zimbabwe saat sedang merantau di Bali. Ahwani kemudian mendirikan UD Cahaya Timur untuk mengembangkan produksi secara masif di Blitar.

Dari megengan ke bukber modern: Wajah ramadan 2026 di Blitar

Tahun 1998: Masyarakat mulai menggandrungi Kendang Jimbe, sehingga memicu kemunculan banyak unit usaha rumahan di Kelurahan Sentul.

Era Milenial: Nama “Jimbe” melekat secara permanen merujuk pada lokasi pemesan pertama produk tersebut, yaitu seorang warga dari Desa Jimbe, Kabupaten Blitar, meskipun pusat produksinya mendominasi wilayah Kota Blitar.

Seni pengolahan: transformasi kayu mahoni menjadi karya seni

Proses pembuatan Kendang Jimbe melibatkan perpaduan teknik tradisional dan pemilihan material yang sangat selektif untuk menjamin kualitas suara.

Masjid ar-rahman: suasana madinah di Jawa Timur

Workshop profesional seperti Poponk Drum di bawah arahan Nur Pendi menerapkan standar kualitas ekspor yang ketat.

Kayu mahoni menjadi bahan baku utama karena memiliki densitas yang solid namun cukup ringan untuk menghasilkan resonansi nada yang seimbang.

Kayu tersebut wajib melewati tahap pengeringan alami maupun menggunakan oven hingga mencapai kadar air di bawah 12 persen.

Tradisi unik masyarakat Blitar menyambut Ramadan

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah risiko penyusutan atau retak saat produk berada di negara dengan tingkat kelembapan berbeda.

Tahap produksi bermula dari pembubutan batang kayu besar untuk membentuk rongga internal atau cawan yang proporsional.

Setelah bentuk dasar terbentuk, seniman pahat mulai mengerjakan ukiran motif etnik khas Jawa, Bali, hingga desain kustom.

Masuk Ramadan, jam kerja ASN berkurang namun target kinerja tetap

Bagian luar kayu kemudian mendapatkan sentuhan finishing berupa plitur atau pernis untuk menonjolkan serat alami mahoni sekaligus melindungi kayu dari jamur.

Pemasangan membran suara menggunakan kulit sapi atau kulit kambing berkualitas dari wilayah Solo, Klaten, Magelang, dan Kediri.

Perajin menggunakan tali alpin (HTP Rope) atau tali climbing untuk mengikat kulit dengan sistem penegangan tinggi agar suara tetap stabil.

Serunya basah-basahan di Blumbang Gede: 5 Alasan mengapa kamu harus mencoba Stand Up Paddle di sini!

Tahap terakhir mencakup proses tuning atau penyetelan nada, di mana perajin berpengalaman menarik tali pengikat hingga mencapai frekuensi suara ideal.

Ekspansi Pasar: melintasi batas benua melalui bali dan china

Pemasaran Kendang Jimbe Blitar menjangkau berbagai benua dengan memanfaatkan jalur distribusi strategis.

Bali memegang peranan vital sebagai gerbang utama karena berfungsi sebagai pusat pertemuan turis mancanegara.

Sport center Kota Blitar: magnet gaya hidup sehat di jantung kota

Produk ini tidak hanya mengisi pasar di objek wisata domestik seperti kompleks Makam Bung Karno, tetapi juga menembus pasar internasional secara masif melalui eksportir seperti CV Cherry Blossom Indonesia.

Harapan untuk eksistensi kendang jimbe

Kendang Jimbe Blitar memegang potensi besar sebagai komoditas ekspor unggulan Jawa Timur yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Penguatan sektor ini memerlukan konsistensi dalam menjaga keaslian material dan keindahan seni pahat manual.

Hal tersebut merupakan modal utama bagi produk lokal ini dalam memenangkan persaingan global melawan produk sintetis.

Upaya kolaboratif antara pemerintah dan pelaku usaha sangat krusial demi memastikan irama perkusi asal Kota Patria ini tetap bergema kencang melintasi batas-batas benua.


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Berita Terbaru

×