Artikel
Beranda » Hangatnya ramadan di Ngadiluwih Kediri: cerita aksi humanis polisi di tengah masyarakat

Hangatnya ramadan di Ngadiluwih Kediri: cerita aksi humanis polisi di tengah masyarakat

Suasana berbagi takjil (Foto: video tiktok/polsek ngadiluwih)

Suasana sore di sepanjang jalanan Ngadiluwih, Kediri, selalu punya cerita sendiri. Bayangkan aroma harum gorengan dari Pasar Ngadiluwih yang mulai menyerbak, beradu dengan keriuhan warga yang asyik ngabuburit menanti suara bedug berbuka.

Di tengah kedamaian Ramadan 2026 ini, ada sosok-sosok berseragam yang tak sekadar berjaga, tapi hadir dengan hati.

Di bawah komando AKP Budi Winariyanto, jajaran Polsek Ngadiluwih bergerak ekstra untuk memastikan ibadah kita semua tetap khusyuk.

Silaturahmi ramadan Polres Blitar dan media: antara harapan sinergi dan evaluasi

Berikut adalah 5 aksi inspiratif yang menunjukkan betapa hangatnya sinergi antara polisi dan warga di bumi Kediri.

1. “Ramadan Bersama Polri”: Lebih dari Sekadar Berbagi Takjil

Kegiatan pembagian takjil di depan Mapolsek Ngadiluwih tahun ini terasa lebih istimewa karena mengusung tema besar “Ramadan Bersama Polri: Sinergi Mencari Keberkahan.”

Polsek Ngadiluwih tidak berjalan sendirian; mereka menggandeng Bhayangkari, LSM Gerak Indonesia, hingga Rumah Zakat Kabupaten Kediri.

Menjelang lebaran di Kediri: ini penjelasan THR untuk karyawan baru dan kontrak

Tak hanya berhenti di pinggir jalan raya Kediri-Tulungagung, aksi ini juga menyentuh sisi humanis melalui program Jumat Berkah. Petugas melakukan pembagian nasi bungkus secara door-to-door langsung ke rumah-rumah lansia dan warga kurang mampu. Mengenai semangat ini, AKP Budi Winariyanto menyampaikan pesan yang menyentuh:

“Di hari yang penuh keberkahan ini, kami berharap semangat saling berbagi dapat terus tumbuh. Sinergi ini adalah langkah nyata kita bersama untuk mencari keberkahan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Semoga apa yang kami berikan membawa berkah bagi kita semua.”

2. Safari Ramadan: Menjaga Lisan, Menjaga Kedamaian

Keamanan bukan soal patroli fisik semata. Melalui Safari Ramadan, Polsek Ngadiluwih aktif merangkul Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas), dan para kepala desa. Di Masjid Attaqwa dan berbagai titik lainnya, polisi hadir untuk berdialog secara humanis.

Transformasi jalan stasiun Kediri: upaya menata ruang kota yang lebih tertib

Selain menyosialisasikan aturan resmi dari Surat Telegram Kapolda Jatim dan SE Bupati Kediri mengenai larangan petasan serta balap liar, ada satu poin modern yang sangat ditekankan: Waspada Hoaks.

Di era digital ini, polisi mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi informasi simpang siur yang bisa merusak persatuan di bulan suci.

3. Ketegasan Ops Pekat Semeru demi Kesucian Ramadan

Untuk menjaga kekhusyukan ibadah, ketegasan tetap diperlukan. Melalui Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) Semeru 2026, Polsek Ngadiluwih berkomitmen menekan peredaran minuman keras ilegal.

Kampung Inggris Pare, Kediri: lebih dari tempat belajar bahasa Inggris

Salah satu aksi nyata terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026. Tim yang dipimpin oleh Aiptu Agus Susanto (Kanit Samapta) dan Aiptu Deni Hermanto (Kanit Reskrim) melakukan penertiban di sebuah warung di Dusun Purwoharjo, Desa Purwokerto.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 10 botol miras merek Bintang Kuntul. Penindakan ini merujuk pada Perda Kabupaten Kediri Nomor 6 Tahun 2017, demi memastikan lingkungan tetap aman dari pemicu tindak kriminalitas.

4. Respons Cepat SOTR: Menjaga Istirahat Warga

Tradisi membangunkan sahur memang baik, namun kenyamanan bersama tetap yang utama. Polsek Ngadiluwih merespons cepat aduan warga terkait rombongan Sahur On The Road (SOTR) yang menggunakan sound system dengan suara yang memekakkan telinga pada dini hari.

Ketika budidaya Lele mendukung program makan bergizi gratis di Kediri

Kejadian bermula saat petugas mendapati rombongan pemuda usia pelajar di sekitar Jembatan Wijaya Kusuma (JWK). Saat hendak ditertibkan, rombongan sempat berusaha kabur ke perkampungan sebelum akhirnya berhasil diamankan di Desa Seketi.

Para pemuda ini kemudian diberikan pembinaan di Mako Polsek dan diminta membuat surat pernyataan yang didampingi orang tua serta perangkat desa. Ini menjadi pengingat bagi kita semua betapa pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas buah hatinya, terutama di waktu dini hari.

5. Strategi Mengurai “Padat Merayap” Jalur Kediri-Tulungagung

Ramadan tahun ini berdekatan dengan libur panjang Imlek 2577, yang membuat arus lalu lintas di jalur utama Ngadiluwih mengalami status padat merayap. Petugas harus bekerja ekstra keras, terutama dengan adanya tantangan tambahan berupa informasi konvoi perguruan silat yang melintas.

Fakta di balik tradisi “bukber” di Indonesia

Petugas Polsek Ngadiluwih berjaga di sepanjang jalan untuk mencegah gesekan dan memastikan arus tetap mengalir lancar. Mengingat cuaca yang sering hujan, AKP Budi juga terus mengingatkan para pengendara agar waspada terhadap jalan yang licin. “Jangan dipaksakan jika lelah, karena nyawa adalah taruhannya,” pesan beliau kepada para pengguna jalan.

Sinergi untuk Keamanan Bersama

Rangkaian aksi mulai dari berbagi nasi di Jumat Berkah, edukasi melawan hoaks, hingga pengaturan lalu lintas yang padat adalah bukti nyata dedikasi Polri untuk masyarakat Ngadiluwih.

Keamanan dan kenyamanan ibadah Ramadan ini adalah hasil kerja keras bersama antara petugas dan warga yang saling peduli.

Ketua PMII Jatim soroti Tragedi Tual: Gugat profesionalisme Polri dalam penanganan warga sipil

Setelah melihat upaya petugas menjaga lingkungan kita, apa satu hal kecil yang bisa Anda lakukan hari ini untuk membantu menjaga ketenangan dan keberkahan di sekitar rumah Anda sendiri?


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Informasi THR ASN 2026 di Kediri: jadwal cair hingga besarannya
×