Artikel Pop Culture
Beranda » Fading jeans, bukan jorok tapi seni kaum skena

Fading jeans, bukan jorok tapi seni kaum skena

Fading jeans. (Foto: Alex Cahyono/Bicarablitar.com)

Yang nongkrong di kafe kota sampai sudut warung kopi, kaum skena punya cara sendiri buat bicara soal gaya. Salah satunya lewat fading jeans. Celana yang warnanya pudar, bergaris serta terlihat lusuh ini sering dianggap kotor. Padahal bagi yang paham, fading bukan soal jorok atau bersih, tapi soal proses dan sikap.

Fading jeans lahir dari pemakaian panjang, bukan baru dari rak toko. Lipatan di lutut karena sering duduk, garis pudar di paha akibat naik motor tiap hari sampai bayangan nge-cap dompet di saku belakang, semuanya terbentuk pelan-pelan. Setiap bekas adalah jejak aktivitas. Ini bukan celana yang rusak, ini tentang arsip hidup yang dipakai.

Masalahnya, banyak orang langsung menyimpulkan bahwa fading identik dengan jarang dicuci dan tidak higienis. Padahal urusan sehat atau tidak itu soal perawatan. Banyak pemakai raw denim justru paham betul kapan harus mencuci dan bagaimana caranya agar karakter jeans tetap hidup. Jadi stigma jorok sering muncul karena kurangnya pemahaman, bukan karena faktanya begitu.

Saat ibu-ibu ini siapkan 400 porsi hidangan Ramadan di sekitar Dayah Al-Musthafa Aceh Tamiang

Di kultur skena, jeans dengan fading natural justru punya nilai lebih. Tidak ada yang benar-benar sama. Dua celana dengan merek dan ukuran yang sama bisa menghasilkan karakter berbeda, tergantung siapa yang memakainya. Di situlah letak seninya. Identitas tidak bisa dibeli instan, apalagi dipalsukan. Ini bukan terkait brand….

Menariknya lagi, fading jeans juga berkaitan dengan gaya hidup berkelanjutan. Satu celana dipakai bertahun-tahun, bukan diganti setiap tren baru datang. Buat Gen Z yang mulai sadar isu lingkungan, ini bukan cuma soal gaya, tapi juga pilihan sikap.

Jadi sebelum menilai fading jeans sebagai sesuatu yang kotor, mungkin perlu menggeser perspektif. Ada yang melihat noda, ada yang melihat proses. Soal bersih atau tidak itu urusan teknis. Tapi soal seni dan karakter, fading jeans sudah bicara dengan caranya sendiri.

Dari Blitar untuk tanah Tamiang: Melihat jejak bencana yang masih tersisa

Karena di dunia skena, gaya bukan soal terlihat rapi di mata semua orang, tapi soal jujur pada hidup yang dijalani.

×