Penulis: Kharisma Hikmatul Maula(1), Shafania Nihayatul Khusna(2), Trio Yudistira(3), Naura Septa Nurkania(4), Ika Fitri Nur Aini(5), mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Indonesia
Email:
kharismamaula50@gmail.com(1), itsmeshafanya@gmail.com(2), trioyudistira42@gmail.com(3), naurasepta2@gmail.com(4), ikafitrinuraini@gmail.com(5)
Abstrak
Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan karena berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran sekaligus sebagai dasar perbaikan proses belajar mengajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses evaluasi pembelajaran serta mengidentifikasi instrumen evaluasi yang digunakan guru dalam persiapan Ujian Akhir Semester (UAS) di SDN 01 Bendogerit, Kota Blitar.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara dengan guru kelas. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses evaluasi pembelajaran telah dilaksanakan secara sistematis dan kondusif, ditandai dengan kesiapan guru dalam memberikan instruksi, kesiapan siswa secara akademik, mental, dan fisik, serta penggunaan instrumen evaluasi yang mencakup aspek kognitif dan non-kognitif.
Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi tes tertulis untuk menilai aspek kognitif serta observasi sikap dan perilaku untuk menilai kedisiplinan, konsentrasi, dan kesiapan mental siswa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran yang komprehensif mampu memberikan gambaran utuh mengenai kesiapan siswa menghadapi UAS serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, evaluasi pembelajaran perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara optimal.
Pendahuluan
Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan karakter peserta didik. Pada jenjang sekolah dasar, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan sikap, nilai, dan kesiapan mental siswa.
Oleh karena itu, setiap komponen pembelajaran, termasuk evaluasi, harus dirancang dan dilaksanakan secara sistematis agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.
Evaluasi pembelajaran memiliki peran strategis dalam proses pendidikan. Evaluasi tidak hanya berfungsi untuk mengetahui hasil belajar siswa, tetapi juga sebagai sarana refleksi bagi guru dalam menilai efektivitas strategi pembelajaran yang telah diterapkan.
Menurut Arikunto (2018), evaluasi pembelajaran merupakan proses sistematis untuk menentukan nilai dan makna dari suatu kegiatan pembelajaran berdasarkan kriteria tertentu. Dengan adanya evaluasi, guru dapat mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan siswa serta menentukan tindak lanjut yang tepat.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka maupun kurikulum sebelumnya, evaluasi pembelajaran di sekolah dasar diarahkan untuk menilai capaian kompetensi secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Kemendikbud, 2022).
Evaluasi yang hanya berfokus pada tes tertulis dinilai kurang mampu menggambarkan kemampuan siswa secara utuh. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunakan berbagai instrumen evaluasi yang bervariasi dan relevan dengan karakteristik peserta didik.
SDN 01 Bendogerit sebagai salah satu sekolah dasar di Kota Blitar menerapkan evaluasi pembelajaran sebagai bagian dari persiapan Ujian Akhir Semester (UAS). Kegiatan evaluasi ini menjadi momen penting untuk melihat kesiapan siswa secara akademik maupun non-akademik.
Observasi terhadap proses evaluasi pembelajaran di sekolah ini penting dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata tentang praktik evaluasi yang diterapkan guru di kelas.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada proses evaluasi pembelajaran dan instrumen evaluasi yang digunakan guru dalam persiapan UAS di SDN 01 Bendogerit. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan evaluasi pembelajaran di sekolah dasar.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Observasi dilakukan secara langsung terhadap proses evaluasi pembelajaran di kelas dalam rangka persiapan Ujian Akhir Semester.
Wawancara dilakukan dengan guru kelas untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan instrumen evaluasi yang digunakan. Sumber data penelitian meliputi aktivitas guru dan siswa selama evaluasi berlangsung. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan lapangan.
Selain itu, data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai sumber tertulis, seperti artikel jurnal, berita daring, ensiklopedia daring, dan tulisan populer yang membahas Implementasi Pembelajaran pada umumnya.
Hasil dan Pembahasan
Proses Evaluasi Pembelajaran di SDN 01 Bendogerit
Hasil observasi menunjukkan bahwa proses evaluasi pembelajaran di SDN 01 Bendogerit dilaksanakan secara sistematis dan terencana. Guru memulai kegiatan evaluasi dengan memberikan penjelasan yang jelas mengenai tujuan evaluasi, jenis soal yang akan dikerjakan, tata cara pengerjaan, serta alokasi waktu yang tersedia. Langkah ini mencerminkan penerapan prinsip transparansi dalam evaluasi pembelajaran.
Pemberian arahan di awal evaluasi juga berfungsi untuk mengurangi kecemasan belajar (test anxiety) yang sering dialami siswa sekolah dasar. Selama pelaksanaan evaluasi, siswa menunjukkan sikap disiplin dan fokus dalam mengerjakan soal. Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kesiapan akademik serta kesiapan mental yang memadai dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS).
Selain itu, guru berperan aktif dalam mengelola kelas selama proses evaluasi berlangsung. Guru memastikan kelas tetap tertib, suasana tetap tenang, serta meminimalkan gangguan yang dapat mengalihkan perhatian siswa.
Instrumen Evaluasi yang Digunakan Guru
Instrumen evaluasi yang digunakan guru di SDN 01 Bendogerit mencakup aspek kognitif dan non-kognitif. Untuk aspek kognitif, guru menggunakan tes tertulis berupa soal-soal latihan UAS yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian pembelajaran.
Selain evaluasi kognitif, guru juga melakukan penilaian non-kognitif melalui observasi sikap dan perilaku siswa selama proses evaluasi berlangsung. Observasi ini mencakup aspek kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan konsentrasi siswa dalam mengerjakan soal. Guru juga memperhatikan kondisi fisik siswa selama evaluasi.
Implikasi Evaluasi Pembelajaran terhadap Kesiapan Siswa
Hasil evaluasi pembelajaran memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kesiapan siswa dalam menghadapi UAS, baik dari aspek akademik, mental, maupun sikap belajar.
Evaluasi tidak hanya berfungsi untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar, tetapi juga sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami siswa.
Evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara menyeluruh juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Selain itu, evaluasi yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Kesimpulan
Proses evaluasi pembelajaran di SDN 01 Bendogerit telah dilaksanakan dengan baik dan terencana. Instrumen evaluasi yang digunakan mencakup aspek kognitif dan non-kognitif.
Evaluasi pembelajaran memberikan informasi yang komprehensif mengenai kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) serta menjadi dasar perbaikan pembelajaran.
Daftar Rujukan
Arifin, Z. (2020). Evaluasi pembelajaran: Prinsip, teknik, dan prosedur. Remaja Rosdakarya.
Dimyati, & Mudjiono. (2017). Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta.
Kunandar. (2015). Penilaian autentik. Rajawali Pers.
Mulyasa, E. (2018). Menjadi guru profesional. Remaja Rosdakarya.
Nitko, A. J., & Brookhart, S. M. (2014). Educational assessment of students. Pearson Education.
Purwanto, N. (2016). Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran. Remaja Rosdakarya.
Santrock, J. W. (2018). Educational psychology. McGraw-Hill Education.
Slameto. (2019). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Sudijono, A. (2018). Pengantar evaluasi pendidikan. Rajawali Pers.
Sudjana, N. (2017). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
Uno, H. B. (2019). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.

