Nostalgia masa muda di tengah krisis
Drama Twenty Five Twenty One memberikan narasi emosional mengenai perjalanan hidup sekumpulan anak muda pada masa transisi tahun 1998 hingga 2021.
Krisis keuangan IMF yang melanda Korea Selatan menjadi pemicu utama segala konflik yang menghancurkan impian para remaja dalam cerita ini.
Serial populer Netflix berjumlah 16 episode tersebut mengusung genre coming-of-age yang mampu menyentuh perasaan mendalam setiap penonton setia drama Korea.
Sutradara Jung Ji-hyun serta penulis Kwon Do-eun kembali berkolaborasi menciptakan mahakarya setelah sebelumnya sukses memproduksi drama berjudul Search: WWW pada 2019.
Penggemar drama menyaksikan bagaimana ketidakpastian ekonomi mengubah tatanan hidup masyarakat dan memaksa para tokoh menghadapi realita pertumbuhan menuju fase dewasa.
Fokus utama alur cerita menyoroti kegigihan karakter dalam mempertahankan harapan saat dunia sekitar mengalami keruntuhan total akibat guncangan krisis moneter.
Penonton merasakan nostalgia masa lalu melalui sinematografi indah yang menggambarkan semangat membara para atlet muda dalam mengejar prestasi internasional.
Dampak krisis ekonomi terhadap impian tokoh utama
Guncangan ekonomi global tahun 1998 memberikan dampak sangat pahit bagi Na Hee-do yang harus menerima kenyataan pahit pembubaran klub anggar.
Sekolah mengambil keputusan menghentikan operasional klub karena kekurangan dana sehingga impian atlet muda tersebut seolah berada pada ujung tanduk.
Na Hee-do memohon bantuan ibu agar memindahkannya ke sekolah lain demi tetap mengayunkan pedang anggar dan mengejar medali emas impian.
Sementara itu, Back Yi-jin mengalami perubahan status sosial secara drastis setelah perusahaan milik ayahnya menyatakan kebangkrutan akibat krisis moneter tersebut.
Para penagih hutang mulai mengejar keluarga Back Yi-jin sehingga anggota keluarga tersebut terpaksa hidup terpisah demi keamanan masing-masing personil.
Yi-jin menghentikan pendidikan kuliah dan melakukan berbagai pekerjaan paruh waktu seperti mengantar koran ke rumah warga hingga menjaga toko komik.
Narasi drama ini menekankan bahwa realita hidup seringkali berjalan tidak selaras dengan rencana awal manusia akibat faktor eksternal luar kendali.
Perubahan ekonomi yang sangat cepat memaksa karakter-karakter ini melepaskan masa remaja yang tenang demi memasuki dunia kerja yang sangat kompetitif.
Kegigihan: na hee-do dan back yi-jin
Na Hee-do menunjukkan tekad baja melalui upaya perpindahan ke SMA Taeyang agar tetap bisa menekuni olahraga anggar yang sangat dicintai.
Kegigihan Na Hee-do semakin terpancar saat karakter atlet ini terus berlatih mandiri meskipun lingkungan sekitar kurang memberikan dukungan moral yang memadai.
Kim Tae-ri menjalani latihan fisik secara intensif selama lima hingga enam bulan agar mampu menguasai teknik anggar seperti atlet profesional sejati.
Di sisi lain, Back Yi-jin menghadapi masa quarter life crisis yang cukup serius setelah kehilangan kemewahan hidup masa lalu keluarganya.
Yi-jin melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan namun terus menerima penolakan berkali-kali sebelum akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan menjadi seorang reporter berita.
Meskipun masyarakat memandang rendah status lulusan SMA, Yi-jin membuktikan kemampuan kerja keras hingga meraih posisi pembaca berita termuda pada stasiun UBS.
Aspek kepercayaan diri serta loyalitas kerja yang tinggi menjadi kunci utama keberhasilan Back Yi-jin dalam meniti karier pada industri media.
Karakter Yi-jin memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya dedikasi saat menghadapi rintangan mencari pekerjaan pada masa transisi ekonomi yang sulit.
Pengorbanan dan bakti keluarga
Karakter Ko Yu-rim menyuguhkan perspektif emosional mengenai pengorbanan serta bakti tulus seorang anak terhadap kondisi ekonomi orang tua yang sedang terpuruk.
Ko Yu-rim mengambil keputusan besar dengan berpindah kewarganegaraan menjadi atlet Rusia demi melunasi tumpukan hutang yang menjerat keuangan keluarga tercinta tersebut.
Keputusan tersebut bertujuan membiayai kompensasi serta tagihan rumah sakit bagi korban kecelakaan yang melibatkan ayah Ko Yu-rim dalam sebuah insiden tragis.
Konsep prioritas di atas prioritas menuntut karakter ini melepaskan waktu kebersamaan dengan sahabat karib demi memikul tanggung jawab finansial keluarga.
Ko Yu-rim melindungi stabilitas ekonomi keluarga meskipun menyadari bahwa masyarakat Korea akan melontarkan kebencian serta kekecewaan atas pilihan pindah negara tersebut.
Penulis skenario merangkai transisi yang sangat halus antara romantisme masa sekolah yang manis dengan kepahitan nyata proses menuju fase kedewasaan.
Kedewasaan dalam drama ini mengharuskan setiap individu berani mengambil pilihan sulit yang menyakitkan demi melindungi kesejahteraan orang-orang yang paling disayangi.
Menelusuri lokasi ikonik di Jeonju
Lokasi syuting di daerah Jeonju menawarkan suasana yang sangat mendukung nuansa nostalgia dalam setiap adegan yang muncul pada layar kaca. Berikut merupakan daftar lokasi ikonik yang bisa penonton kunjungi untuk merasakan kembali atmosfer perjuangan serta kenangan masa muda para tokoh:
- Hanbyeokgul Tunnel merupakan situs bersejarah masa penjajahan Jepang yang menarik minat pengunjung untuk berfoto sambil mengenang pertemuan para tokoh utama.
- Crossing Guest House menawarkan pemandangan menakjubkan kawasan Hanok Village serta berfungsi sebagai lokasi pengambilan gambar bagian luar dari rumah Na Hee-do.
- Myeongjin-Caekbang merupakan toko buku komik tempat Na Hee-do rutin meminjam buku komik Full House di sela jadwal latihan yang padat.
- Ayeonsupeo menyajikan daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencicipi es krim sambil membayangkan percakapan Back Yi-jin mengenai harapan masa depan.
Wisatawan dapat menelusuri lokasi-lokasi tersebut dengan berjalan kaki karena jarak antar tempat yang cukup dekat sehingga memudahkan proses eksplorasi kebudayaan.
Makna kedewasaan yang realistis
Bagian akhir drama Twenty Five Twenty One memberikan gambaran mendalam mengenai fase dewasa yang penuh dengan realitas serta penerimaan diri.
Meskipun penutup cerita tidak sesuai dengan ekspektasi romantis sebagian besar penonton, namun akhir tersebut terasa sangat jujur bagi kehidupan manusia.
Kegigihan serta kesungguhan dalam mengejar cita-cita akan selalu memberikan jalan keluar terbaik bagi setiap impian yang sedang karakter tersebut kejar.
Kedewasaan mengajarkan manusia menghargai setiap momen indah masa lalu meskipun kenangan tersebut tidak bisa bertahan selamanya dalam bentuk kebersamaan.
Perjalanan cinta serta karier Na Hee-do dan Back Yi-jin membuktikan bahwa proses perjuangan memiliki nilai intrinsik yang melampaui hasil akhir.
Kesuksesan sejati muncul dari kemampuan individu untuk terus melangkah maju meskipun harus meninggalkan sebagian kenangan masa lalu di belakang sana.
Melalui drama ini, penonton memahami bahwa masa muda merupakan proses belajar untuk melepaskan serta menerima segala kenyataan hidup dengan hati lapang.
Yang belom nonton drama 2521 wajib nonton teman-teman, selain drama nya soundtracknya juga membekas banget.
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

