Artikel Berita
Beranda » Dinas Perkebunan Jatim digeruduk mahasiswa soal dugaan potongan anggaran perjalanan dinas dan pengadaan

Dinas Perkebunan Jatim digeruduk mahasiswa soal dugaan potongan anggaran perjalanan dinas dan pengadaan

Aksi yang digelar PKSI pada Rabu, 14 Januari 2026. (Dok. PKSI)

Surabaya – Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur digeruduk puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Kajian Strategis Indonesia (PKSI), Rabu, 14 Januari 2026. Aksi tersebut dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa pemotongan anggaran perjalanan dinas dan pengadaan pada tahun anggaran 2024–2025.

Aksi digelar di dua lokasi, yakni di depan Kantor Gubernur Jawa Timur dan Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

“Untuk menyuarakan persoalan ini, kita demo di dua tempat hari ini. Pertama di depan Kantor Gubernur dan kedua di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Isu yang kita suarakan adalah berkaitan dengan dugaan pemotongan anggaran perjalanan dinas dan pengadaan oleh kepala dinas Tahun Anggaran 2024-2025 Hingga 20% untuk memperkaya diri sendiri,” buka Hafidz dalam sesi wawancara.

Evaluasi pembelajaran dalam persiapan UAS SD Bendogerit Kota Blitar

PKSI mengaku mencium adanya dugaan praktik tidak wajar di lingkungan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Dugaan korupsi tersebut disebut berasal dari informasi internal dinas.

“Sebelumnya PKSI tidak pernah turun aksi, kita hanya organisasi yang berbasis kajian dan diskusi. Tapi mendengar kasus ini kita tergugah untuk turun karena bagi kami ini sudah keterlaluan. Kadis diduga tidak hanya memakan hak rakyat tapi juga hak karyawan yang lain. Ini dosa besar dan harus diketahui oleh ibunda Gubernur dan APH, karena diduga operasi dugaan pemotongan perjalanan dinas ini dibungkus dengan nama Gubernur oleh yang bersangkutan,” tegas Hafiz.

Selain dugaan pemotongan anggaran perjalanan dinas dan pengadaan, PKSI juga menyoroti proyek pembangunan gedung yang diduga tidak selesai, namun sudah dilakukan serah terima pekerjaan dan kemudian dilanjutkan menggunakan anggaran tahun berikutnya.

Mahasiswa hari ini lebih takut kehilangan beasiswa daripada kehilangan nurani!

“Ini Dinas memang harus segera diperikasa oleh kejati, karena beberapa proyek diduga tidak selesai sampai 75% tapi sudah diserah terimakasih, kemudian ditambal sulam dengan anggaran tahun berikutnya. Sekali lagi ini kejahatan terselubung dan harus disikapi. Oleh karena itu, kita pastikan akan turun lagi untuk demo jilid II minggu depan, agar persoalan ini benar-benar diatensi oleh Gubernur dan APH, supaya kadis Perkebunan dipecat dan diperiksa,” tutup Hafiz. (ke/ha)

×