Artikel Opini
Beranda » Di balik angka dan pecahan: Potret evaluasi matematika kelas IV di SDN Bendogerit 01 Kota Blitar

Di balik angka dan pecahan: Potret evaluasi matematika kelas IV di SDN Bendogerit 01 Kota Blitar

Pemelajaran di salah satu SD Kota Blitar. (Dok. Pribadi)

Kegiatan observasi dalam dunia pendidikan memiliki peran penting sebagai sarana untuk memahami secara langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung di satuan pendidikan. Melalui observasi, mahasiswa pendidikan tidak hanya mempelajari teori manajemen dan supervisi pendidikan, tetapi juga melihat realitas pelaksanaannya di lapangan.

Salah satu bentuk kegiatan observasi tersebut dilakukan di SDN Bendogerit 01 Kota Blitar, khususnya pada pelaksanaan ulangan harian mata pelajaran Matematika kelas IV dengan materi pecahan. SDN Bendogerit 01 terletak di lingkungan perkotaan yang cukup padat, tepatnya di Jalan Hasanudin, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Sekolah ini melayani peserta didik dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, sehingga menuntut pihak sekolah untuk mampu mengelola pembelajaran secara efektif meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Dalam konteks inilah observasi terhadap manajemen dan supervisi pembelajaran menjadi relevan, terutama untuk melihat bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, serta mengelola evaluasi pembelajaran di kelas.

Strategi pengelolaan guru kelas di SDN Karangtengah 1 dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif

Observasi ini difokuskan pada pelaksanaan ulangan harian Matematika kelas IV yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025, pada jam pelajaran pertama di pagi hari. Subjek dalam observasi ini adalah siswa kelas IV SDN Bendogerit 01 beserta guru wali kelas yang melaksanakan ulangan harian, sedangkan objek observasi adalah proses perencanaan, pelaksanaan, serta pengelolaan kelas selama ulangan harian Matematika dengan materi pecahan.

Kegiatan observasi dilakukan selama dua jam pelajaran atau kurang lebih 120 menit dengan metode pengamatan langsung terhadap perilaku, interaksi sosial, dan cara komunikasi yang terjadi di dalam kelas.

Berdasarkan hasil observasi, perencanaan pembelajaran ulangan harian Matematika di SDN Bendogerit 01 telah disusun dengan cukup baik. Guru telah menyiapkan soal-soal ulangan harian yang mencakup kompetensi dasar materi pecahan, seperti membentuk pecahan, membandingkan pecahan, dan mengurutkan pecahan. Ulangan harian ini dirancang sebagai alat evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap konsep dasar pecahan yang telah dipelajari sebelumnya.

Keterampilan dasar mengajar guru SD dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Karangtengah 1 Kota Blitar

Dengan adanya ulangan harian, guru dapat mengetahui tingkat penguasaan materi siswa sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian materi yang masih perlu diperkuat pada pembelajaran selanjutnya.

Pada saat pelaksanaan ulangan harian, siswa tampak cukup siap dan memahami instruksi yang diberikan oleh guru. Hal ini tidak terlepas dari cara guru menyampaikan penjelasan materi sebelum ulangan berlangsung. Teknik penyampaian guru dinilai mudah dipahami oleh siswa, sehingga sebagian besar siswa terlihat mampu mengerjakan soal ulangan harian secara mandiri.

Siswa mendengarkan arahan guru dengan seksama, kemudian mulai membaca dan mengamati setiap soal yang diberikan. Dari pengamatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara umum siswa telah memiliki pemahaman dasar yang cukup baik terhadap materi pecahan.

Evaluasi UAS di SDN 01 Bendogerit Blitar: Lebih dari sekadar angka di rapor

Meskipun demikian, observasi juga menemukan beberapa kendala yang muncul selama pelaksanaan ulangan harian. Salah satu kendala yang cukup menonjol adalah keterbatasan fasilitas pendukung bagi siswa, seperti tidak tersedianya kertas kosong untuk membantu siswa melakukan perhitungan.

Kondisi ini menunjukkan adanya keterlambatan dalam kesiapan guru untuk memfasilitasi kebutuhan teknis siswa selama ulangan harian. Selain itu, masih terdapat sebagian siswa yang mengalami kesulitan dalam menghafal perkalian dasar, sehingga hal tersebut berdampak pada kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal pecahan.

Durasi pengerjaan ulangan harian yang diberikan kepada siswa adalah sekitar dua jam atau 120 menit. Waktu ini relatif cukup untuk menyelesaikan seluruh soal, namun bagi siswa yang masih mengalami kesulitan dalam berhitung, waktu tersebut terasa menantang.

Menanamkan jiwa Pancasila pada anak SD: Tantangan dan strategi pembelajaran PKn yang menyenangkan

Pada awal pengerjaan, siswa terlihat sangat aktif dan antusias. Namun, seiring berjalannya waktu, terutama pada pertengahan pengerjaan, beberapa siswa mulai menunjukkan kebingungan dan mengajukan pertanyaan kepada guru. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian siswa masih membutuhkan arahan dan penguatan konsep dalam mengerjakan soal pecahan.

Metode yang digunakan dalam ulangan harian ini adalah metode tulis, di mana siswa diminta menuliskan jawaban secara langsung pada lembar soal. Soal-soal yang diberikan mencakup kegiatan membentuk pecahan, membandingkan pecahan, dan mengurutkan pecahan.

Media pembelajaran yang digunakan selama ulangan harian relatif sederhana, yaitu buku paket sebagai sumber acuan dan papan tulis untuk penjelasan singkat dari guru. Meskipun media yang digunakan terbatas, guru tetap berupaya memaksimalkan fungsi media tersebut untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ulangan harian.

Artikel: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn di SD kota atau Kabupaten Blitar

Dalam aspek pengelolaan kelas, guru menunjukkan kemampuan yang cukup baik. Guru menata posisi tempat duduk siswa dengan jarak tertentu agar dapat memantau seluruh siswa secara menyeluruh dan meminimalisasi potensi kecurangan. Selama ulangan berlangsung, guru aktif berkeliling kelas untuk mengawasi siswa dan memastikan suasana tetap kondusif.

Apabila terdapat siswa yang kurang fokus, guru memberikan teguran ringan dan pengingat secara persuasif agar siswa kembali berkonsentrasi pada pengerjaan soal. Guru juga secara berkala mengingatkan siswa mengenai waktu pengerjaan dan tata cara menjawab soal dengan baik.

Interaksi antara guru dan siswa selama ulangan harian berlangsung secara terbatas, mengingat situasi evaluasi yang menuntut ketenangan dan konsentrasi siswa. Siswa yang mengalami kebingungan diperbolehkan bertanya, namun guru hanya memberikan arahan secara umum tanpa mengarahkan langsung pada jawaban.

Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar perkuat upaya pencegahan bullying di sekolah dasar

Dari sisi observer, keterbatasan interaksi juga dirasakan karena observasi dilakukan saat ulangan harian berlangsung. Interaksi yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam mengerjakan soal.

Secara keseluruhan, hasil observasi menunjukkan bahwa pelaksanaan ulangan harian Matematika materi pecahan di kelas IV SDN Bendogerit 01 telah berjalan dengan cukup baik. Ulangan harian ini berfungsi sebagai alat evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep dasar pecahan, meliputi kemampuan mengenal, menulis, membaca, membandingkan, mengurutkan, dan menyelesaikan soal pecahan.

Hasil ulangan harian memberikan gambaran kepada guru mengenai tingkat penguasaan materi siswa serta menjadi dasar dalam merencanakan tindak lanjut pembelajaran.

Keren banget! SMA IT Al Hikmah Blitar kirim wakil kepala sekolah ke EduTECH Asia 2025 di Singapura

Berdasarkan temuan observasi tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan ke depan. Guru disarankan untuk lebih memperhatikan kesiapan fasilitas pendukung sebelum pelaksanaan ulangan harian, seperti menyediakan kertas kosong untuk perhitungan. Selain itu, penguatan terhadap kemampuan dasar berhitung, khususnya hafalan perkalian, perlu terus dilakukan agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pecahan.

Sementara itu, siswa diharapkan dapat lebih sering berlatih mengerjakan soal Matematika dan tidak ragu untuk bertanya apabila mengalami kesulitan.

Dengan demikian, observasi ini memberikan gambaran nyata mengenai praktik manajemen dan supervisi pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Matematika. Melalui kegiatan observasi seperti ini, mahasiswa pendidikan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika pembelajaran di kelas serta tantangan yang dihadapi guru dan siswa.

Ada ngaji rutin yang digelar di pinggir Sumber Mbah Bawuk Sananwetan, Kota Blitar

Hasil observasi ini diharapkan dapat menjadi bekal reflektif dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Penulis: Anisa Mutiara Wuriningtyas, Mochamad Ilham, Khoirunnisa, Salma Fatmatuz, Suci Dwi Indah


Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa UNU Blitar untuk memenuhi tugas kuliahnya. Tidak ada editorial dari tim redaksi, kesalahan penulisan, ejaan, dan validitas data sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

×