Aceh Tamiang – Gelak tawa anak-anak pecah di Dayah Al-Musthafa, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Di tengah upaya pemulihan pascabencana, puluhan anak berkumpul untuk mengikuti sesi Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang dikemas melalui seni dongeng yang atraktif.
Hadir sebagai sosok di balik keceriaan tersebut adalah Atmi Hapsari, kader Fatayat sekaligus pendongeng profesional yang tergabung dalam tim relawan PCNU Kabupaten Blitar.
Dengan gaya penyampaian yang jenaka dan penuh ekspresi, Atmi berhasil menyulap suasana Dayah menjadi ruang bermain yang penuh imajinasi bagi para penyintas cilik.
Atmi Hapsari mengungkapkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mungkin masih menyimpan trauma akibat banjir besar beberapa waktu lalu.
Menurutnya, melalui cerita dan dongeng, pesan-pesan moral serta semangat kebangkitan lebih mudah diterima oleh memori anak-anak.
“Anak-anak ini adalah kelompok yang paling rentan setelah bencana. Lewat dongeng, kita mencoba mengalihkan memori kelam mereka dengan cerita-cerita yang membangun harapan. Saya sangat bahagia melihat mereka bisa tertawa lepas lagi hari ini,” ujar Atmi Hapsari saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Dayah Al-Musthafa.
Sepanjang sesi, puluhan anak tampak antusias mengikuti alur cerita yang dibawakan. Atmi tidak hanya bercerita satu arah, tetapi juga mengajak audiens kecilnya berinteraksi, bernyanyi, dan bergerak aktif.
Baginya, pendampingan psikososial bukan sekadar tugas formal, melainkan panggilan hati untuk memastikan kesehatan mental generasi penerus di Aceh Tamiang tetap terjaga.
Kegiatan LDP ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial 12 hari yang dijalankan oleh relawan PCNU Kabupaten Blitar di Aceh Tamiang. (nu/blt)

