Artikel
Beranda » BLACKPINK ‘deadline’: menuju era baru

BLACKPINK ‘deadline’: menuju era baru

Konser blackpink deadline (sumber: instagram lisa blackpink)

Kembalinya Ikon Global

Setelah masa hiatus grup yang cukup panjang selama 3 tahun 5 bulan sejak era Born Pink, BLACKPINK akhirnya siap mengukuhkan kembali dominasi mereka.

Melalui pengumuman resmi, grup beranggotakan Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa ini akan merilis album mini ketiga mereka bertajuk deadline pada 27 Februari 2026.

Bagi para analis industri dan penggemar, proyek ini bukan sekadar rilisan rutin, melainkan sebuah metamorfosis artistik.

Deadline menandai transisi BLACKPINK menuju lanskap sonik yang lebih dewasa, berani, dan eksperimental, membuktikan bahwa evolusi adalah kunci eksistensi mereka sebagai ikon global yang tak tergantikan.

Detail Album Mini ‘Deadline’

Peluncuran album Deadline dijadwalkan serentak pada pukul 14.00 KST atau 12.00 WIB. Secara estetika, era ini membawa arah baru.

Jika era sebelumnya lekat dengan palet warna yang kontras dan tajam, kampanye visual Deadline mengadopsi bahasa monokromatik yang elegan dengan sentuhan trailer resmi yang kental akan nuansa sinematik Barat.

Tracklist: Peta Jalan Menuju Tangga Lagu Internasional

Deadline memuat lima lagu yang diproyeksikan sebagai senjata utama BLACKPINK di tangga lagu internasional. Berikut daftar lagu yang telah dikonfirmasi:

  1. “JUMP”
    BLACKPINK merilis lagu ini sebagai pre-release pada Juli 2025 dan mencetak sejarah sebagai lagu ketiga mereka yang berhasil memuncaki Billboard Global 200. Secara impresif, “JUMP” juga bertahan selama 10 minggu di Billboard Hot 100 dengan posisi puncak di peringkat 28 menjadi rekor durasi terlama bagi grup vokal perempuan K-pop di tangga lagu tersebut.
  2. “GO”
    BLACKPINK menetapkan “GO” sebagai lagu utama (lead track) yang memimpin narasi musikal album Deadline sekaligus merepresentasikan arah konseptual keseluruhan album.
  3.  “Me and my”
  4. “Champion”
  5.  “Fxxxboy”

Kilas Balik Tur Dunia ‘Deadline’ dan Momen Emosional di Hong Kong

Allbum Deadline menjadi ‘grand finale’ dari rangkaian perjalanan emosional yang dibangun BLACKPINK bersama penggemar melalui tur dunia dengan nama yang sama.

Tur masif ini mencatatkan statistik luar biasa: 33 konser di 16 kota dengan total penonton mencapai dua juta orang.

Puncak emosional terjadi di Kai Tak Stadium, Hong Kong (24–26 Januari 2026).Di tengah isak tangis dan pelukan antaranggota, Rosé menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjalanan sepuluh tahun mereka.

Mengenang masa trainee saat mereka harus menelepon ibu masing-masing di tengah kesulitan, hingga akhirnya mencapai puncak dunia.

“Malam ini adalah perayaan atas sepuluh tahun perjalanan kami bersama,” ujar Rosé di hadapan ribuan BLINK.

Sinergi Karier Solo dan Komitmen Grup

Keunikan era Deadline terletak pada keberhasilan para anggota menyeimbangkan label individu mereka dengan komitmen kolektif di bawah YG Entertainment.

Setiap anggota telah mengukir prestasi global yang masif secara mandiri:

* Rosé (The Black Label): Meraih kesuksesan fenomenal lewat “APT” bersama Bruno Mars yang bertahan selama 37 minggu di Billboard Hot 100.
* Lisa (LLOUD): Merilis album Alter Ego dengan hit “Rockstar”, tampil di The White Lotus Season 3, dan menjadi presenter di Golden Globe Awards.
* Jennie (ODD ATELIER): Mencetak sejarah sebagai solois di panggung utama Coachella dan merilis album Ruby dengan lagu andalan “Mantra”.
* Jisoo (BLISSOO): Berkolaborasi dengan Zayn Malik dalam lagu “Eyes Closed” serta aktif dalam berbagai proyek akting drama terbaru.

Spekulasi Masa Depan dan Harapan Penggemar

Meskipun industri terus berbisik mengenai ketidakpastian kontrak grup jangka panjang, peluncuran album Deadline adalah jawaban tegas bahwa sinergi mereka tetap utuh.

Ujian sesungguhnya bagi YG Entertainment muncul pada paruh kedua tahun 2026, ketika perusahaan memasuki proses renegosiasi.

Namun, mengacu pada pernyataan Rosé kepada The New York Times bahwa “pembubaran tidak pernah menjadi opsi,” masa depan grup ini tampak tetap solid.

BLACKPINK telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tren, melainkan institusi budaya.

Seluruh mata industri kini tertuju pada 27 Februari untuk menyaksikan bagaimana “grand finale” dari era Deadline ini akan mendefinisikan standar baru bagi musik pop global.


Artikel ini di olah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Berita Terbaru

×