Aceh Tamiang – Belajar dari pengalaman pahit banjir bandang yang melanda wilayah mereka, puluhan santri di Dayah Al-Musthafa, Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, mendapatkan pembekalan khusus mengenai mitigasi bencana.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026 ini diinisiasi oleh tim relawan PCNU Kabupaten Blitar sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat tangguh bencana.
Materi edukasi disampaikan langsung oleh Koordinator relawan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kabupaten Blitar, Anisatu Nadhiroh.
Dengan pendekatan yang interaktif, ia mengajak para santri memahami tanda-tanda alam dan langkah penyelamatan diri secara mandiri jika sewaktu-waktu bencana kembali terjadi.
Anisatu Nadhiroh mengungkapkan bahwa pemberian edukasi kesiapsiagaan ini sangat krusial diberikan kepada kelompok santri, mengingat Dayah Al-Musthafa berada di wilayah yang memiliki riwayat terdampak bencana cukup parah.
Ia menjelaskan bahwa pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di masa depan.
“Kami ingin para santri di sini tidak hanya menjadi penyintas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana di lingkungannya. Edukasi ini penting agar mereka tidak panik dan tahu persis ke mana harus berlindung serta apa yang harus dipersiapkan sebelum bencana datang,” tutur Anisatu Nadhiroh di hadapan puluhan santri.
Selama kegiatan, puluhan santri tampak antusias menyimak penjelasan mengenai tas siaga bencana hingga teknik evakuasi sederhana.
Anis, begitu sapaan akrabnya, menambahkan bahwa kesadaran kolektif yang dibangun sejak dini di lingkungan pesantren akan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan Desa Menanggini secara keseluruhan.
Program edukasi ini melengkapi rangkaian kegiatan bakti sosial relawan PCNU Blitar yang telah berjalan selama beberapa hari di Aceh Tamiang.
“Dengan membekali warga melalui pengetahuan mitigasi, diharapkan proses pemulihan pascabencana tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesiapan mental dan intelektual masyarakat dalam menghadapi tantangan alam di masa depan,” ungkapnya. (nu/blt)

