Rute terbaik untuk mengunjungi Makam Bung Karno dan Candi Penataran dimulai dari pusat Kota Blitar menuju arah timur laut karena kedua situs tersebut berada di jalur yang searah.
Berikut adalah rincian rute dan rencana perjalanan yang disarankan berdasarkan informasi dalam sumber:
Pemberhentian Pertama: Makam Bung Karno (MBK) Wisatawan disarankan mengunjungi Makam Bung Karno terlebih dahulu karena lokasinya sangat strategis di pusat kota, tepatnya di Jalan Ir. Soekarno Nomor 152, Bendogerit.
Situs ini hanya berjarak sekitar 2,5 km dari Alun-alun Blitar dengan akses jalan aspal yang mulus untuk kendaraan pribadi. Kompleks ini sudah dibuka mulai pukul 07.00 WIB, sehingga Anda bisa memulai agenda ziarah serta mengunjungi museum dan perpustakaan lebih awal di pagi hari.
Jika Anda tiba melalui Stasiun Blitar, Anda juga dapat singgah sejenak di Istana Gebang (rumah masa kecil Bung Karno) yang lokasinya sangat dekat dengan stasiun sebelum melanjutkan ke MBK.
Perjalanan Menuju Candi Penataran: Setelah selesai di area Makam Bung Karno, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke arah utara menuju Kecamatan Nglegok. Candi Penataran berjarak sekitar 12 km dari pusat kota.
Rute terbaik adalah dengan mengikuti Jalan Raya Penataran yang kondisinya baik, mulus, dan cukup lebar untuk dilalui mobil maupun motor pribadi.
Rencana Perjalanan (Itinerary) yang Efisien: Menurut rencana perjalanan yang tersedia di dalam sumber, urutan waktu yang ideal adalah melakukan ziarah dan kunjungan museum di pagi hari antara pukul 08.30 hingga 10.00 WIB.
Setelah makan siang di restoran lokal, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Candi Penataran pada siang hari, sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Urutan ini sangat disarankan agar Anda memiliki waktu yang cukup untuk mengeksplorasi relief candi sebelum jam operasionalnya berakhir pada pukul 17.00 WIB.
Dengan mengikuti rute ini, Anda memulai dari situs sejarah yang paling dekat dengan akses transportasi kota (stasiun/pusat kota) sebelum bergerak menuju area lereng barat daya Gunung Kelud tempat Candi Penataran berada.
Tips saat mengunjungi pasar suvenir di kompleks Makam Bung Karno
Berdasarkan informasi dari sumber-sumber yang tersedia, pasar suvenir di kompleks Makam Bung Karno (MBK) merupakan area yang akan Anda lalui saat keluar dari area makam. Berikut adalah beberapa tips belanja yang perlu Anda perhatikan:
Jangan Ragu untuk Menawar: Ini adalah tips yang sangat disarankan, terutama jika Anda membeli suvenir dalam jumlah banyak.
Meskipun harga barang-barang di sana sudah tergolong terjangkau, aktivitas tawar-menawar masih sangat umum dilakukan antara pedagang dan pembeli.
Waspadai Kondisi “Labirin” dan Keramaian: Pintu keluar dari kompleks pemakaman akan mengarahkan pengunjung melewati labirin pasar suvenir yang jalurnya tidak terlalu lebar. Pada waktu-waktu tertentu, kondisi pasar bisa sangat padat dan berdesak-desakan.
Jaga Barang Bawaan dengan Ketat: Karena kondisi pasar yang sempit dan berpotensi ramai, Anda harus selalu waspada dan tidak lengah menjaga barang bawaan Anda guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kenali Rentang Harga: Sebagai gambaran, harga barang di area ini sangat bervariasi namun tetap ekonomis. Pernak-pernik kecil bisa didapatkan mulai dari harga Rp2.000, sementara pakaian dibanderol hingga kisaran Rp100.000-an.
Jenis Barang yang Tersedia: Di pasar ini Anda bisa menemukan berbagai macam oleh-oleh, mulai dari kebutuhan sandang seperti daster, baju anak, kain batik, dan sepatu motif batik, hingga barang kerajinan seperti mainan tradisional, gantungan kunci, replika kendaraan dari kayu, serta perhiasan manik-manik.
Pasar ini beroperasi seiring dengan jam buka kompleks makam, yaitu mulai pukul 07.00 hingga 17.00 atau 18.00 WIB.
Jika Anda ingin berbelanja dengan suasana yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai, disarankan untuk datang pada hari biasa (weekdays) daripada akhir pekan atau hari libur nasional.
Artikel ini dihimpun dari berbagai sumber dengan bantuan AI

