Saat matahari mulai condong ke barat dan hawa panas Kota Blitar berganti menjadi semilir angin sore yang sejuk, itulah tandanya ritual ngabuburit dimulai.
Aroma gurih sate taichan yang dibakar dan manisnya es dawet seketika memenuhi udara di sekitar Jalan Kenanga. Bagi warga Bumi Bung Karno, Ramadan bukan sekadar ibadah, tapi juga perayaan kuliner lokal yang ikonik.
Tahun ini, Pemkot Blitar melalui Disperindag kembali menggelar Bazar Takjil Ramadan 2026 yang resmi dibuka pada Kamis, 19 Februari 2026.
Mengusung konsep yang lebih modern, luas, dan rapi, pusat kuliner ini siap menjadi spot favoritmu menghabiskan waktu menunggu azan Magrib.
Berikut adalah 5 hal seru yang bikin Bazar Ramadan tahun ini beda dari biasanya dan wajib kamu datangi!
1. Perjuangan “War” Lapak: Antusiasme Pedagang yang Luar Biasa
Jangan salah, bukan cuma pembeli yang antusias, para pedagang lokal Blitar pun harus berjuang ekstra untuk bisa berjualan di sini. Bayangkan saja, pendaftaran lapak hanya dibuka selama satu jam saja (pukul 08.00–09.00 WIB) dan pemenangnya ditentukan lewat sistem undian (lotre) karena keterbatasan kuota.
Fakta menarik di balik layar:
- Pendaftar Membeludak: Ada sekitar 385 warga yang mendaftar, padahal kuota utama hanya tersedia untuk 150 hingga 200 lapak.
- Lokal Banget: Seluruh pedagang adalah warga asli Kota Blitar (wajib KTP/KK Blitar). Ini adalah bentuk nyata dukungan untuk UMKM lokal kita agar tetap berdaya di rumah sendiri.
- Totalitas: Sebanyak 270 pedagang (termasuk PKL dan UMKM binaan) akhirnya tersebar di berbagai titik untuk memanjakan lidahmu.
2. Lokasi Lebih Luas: Ada “Breathing Room” di Alun-Alun
Lupakan kesan berdesakan yang bikin gerah. Tahun ini, area bazar diekspansi untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung.
Lokasi utama memang masih di Jalan Kenanga (sisi timur Kantor Wali Kota), tapi sekarang sudah merambah hingga ke dalam area Alun-Alun Kota Blitar sisi selatan yang berhadapan langsung dengan Jalan Merdeka.
Perluasan ke Alun-Alun ini memberikan breathing room atau ruang bernapas lebih luas, cocok banget buat kamu yang membawa keluarga atau stroller bayi.
Kalau masih merasa terlalu ramai, kamu juga bisa melipir ke lokasi tambahan di area Pasar Templek, halaman Pasar Legi, dan Pasar Loak.
3. Era Digital: “Ramadhan With QRIS” Tanpa Drama Kembalian
Selamat tinggal repotnya cari uang pas atau menunggu kembalian yang lama! Tema tahun ini adalah “Ramadhan With QRIS 2026”. Digitalisasi transaksi ini bikin bazar kita jadi sangat Gen-Z friendly dan praktis.
Selain pelayanannya lebih sat-set, pencatatan keuangan pedagang pun jadi lebih rapi.
Salah satu pedagang merasakannya langsung:
“Alhamdulillah hari pertama langsung ramai. Sekarang juga dipermudah dengan pembayaran QRIS, jadi pelayanan bisa lebih cepat, nggak perlu pusing cari uang receh buat kembalian,” ujar Suyatno, penjaga stan Zona Teh.
4. Surga Kuliner: Dari Kicak yang Unik hingga Nasi Krawu yang Ludes
Bazar ini adalah definisi sesungguhnya dari surga kuliner. Kamu bisa menemukan menu lintas budaya hingga jajanan kekinian dalam satu deretan jalan sepanjang 300 meter.
Beberapa menu yang wajib kamu buru:
- Menu Legendaris: Gorengan hangat, martabak, dan dimsum yang selalu jadi rebutan.
- Highlight Tradisional: Kudapan manis seperti Cenil dan Kicak (singkong). Menariknya, Kicak yang merupakan hidangan khas Yogyakarta kini hadir memberikan warna lintas budaya di tengah Blitar.
- Favorit Pengunjung: Nasi Krawu buatan Bu Yanti yang sering dikabarkan sudah ludes terjual bahkan sebelum jam operasional berakhir!
Sambil menenteng belanjaan, kamu bakal ditemani vibes seru dari penampilan live music di panggung kecil yang disediakan penyelenggara. Ngabuburit jadi nggak berasa bosan, kan?
5. Jajan Sambil Membangun Kota: Dampak Ekonomi Miliaran Rupiah
Percaya atau tidak, setiap jajanan seharga Rp5.000 yang kamu beli berkontribusi pada gerakan ekonomi besar. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, total omzet pedagang selama Ramadan sukses menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp1 miliar. Tahun ini, targetnya tentu lebih tinggi lagi!
Catat detail operasionalnya agar tidak ketinggalan:
- Jam Buka: Setiap hari selama Ramadan, pukul 15.00 – 18.00 WIB.
Jaminan Kualitas: Disperindag sudah mewanti-wanti pedagang untuk tidak menggunakan bahan berbahaya dan menjual dengan harga yang wajar. Jadi, kamu bisa jajan dengan tenang dan aman.
Kesimpulan
Bazar Ramadan 2026 di Kota Blitar bukan sekadar tempat berburu makanan buka puasa, tapi simbol kebangkitan ekonomi lokal yang modern dan penuh kebersamaan.
Dengan sistem QRIS yang praktis dan lokasi yang lebih lega, rasanya tidak ada alasan untuk absen dari kemeriahan di Jalan Kenanga tahun ini.
Jangan sampai kehabisan menu andalanmu! Yuk, dukung terus UMKM kebanggaan Blitar.
Dari sekian banyak pilihan menu di atas, mana nih yang paling bikin kamu ngiler dan wajib dibeli sore ini?
Bagikan pengalaman war takjil kamu di kolom komentar ya!
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

