Aceh Tamiang – Di sela-sela misi kemanusiaan pascabencana, tim relawan PCNU Kabupaten Blitar terus berupaya menyentuh aspek pengembangan intelektual bagi para santri di wilayah terdampak.
Pada Jumat, 20 Februari 2026, personel dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Blitar menggelar kegiatan pemberian materi Literasi Santri di Pondok Pesantren (PP) Fajru Salam, Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Hadir sebagai pemateri, Muhamad Fajar Prananda, yang juga merupakan relawan lintas lembaga dari RMI NU Blitar.
Dalam sesi tersebut, puluhan santri diajak untuk mengenal lebih dalam mengenai pentingnya tradisi menulis dan membaca sebagai bekal bagi kaum sarungan dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus sebagai media penyembuhan diri melalui karya tulis pascabencana.
Muhamad Fajar Prananda menyampaikan bahwa kegiatan literasi ini bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah belajar para santri yang sempat terganggu akibat bencana banjir.
Ia menjelaskan bahwa melalui literasi, para santri di PP. Fajru Salam diharapkan mampu mendokumentasikan pengalaman hidup mereka menjadi sebuah narasi yang inspiratif.
“Literasi bukan sekadar membaca buku, tapi bagaimana santri mampu mengolah rasa dan pengalaman menjadi tulisan yang bermanfaat. Kami ingin santri di PP. Fajru Salam ini tetap optimis dan memiliki wawasan luas meskipun sarana prasarana belajar mereka baru saja diterjang musibah,” ujar Fajar di hadapan para santri.
Ia menambahkan bahwa semangat literasi santri harus terus dipupuk agar mereka memiliki ketahanan mental yang kuat.
Menurutnya, pesantren adalah pusat peradaban, sehingga kemampuan literasi menjadi kunci utama bagi santri untuk tetap eksis dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di Aceh Tamiang yang tengah berjuang untuk bangkit.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari pengasuh dan para santri PP. Fajru Salam.
Kehadiran relawan RMI dari “Bumi Penataran” Blitar ini menjadi warna tersendiri dalam rangkaian bakti sosial PCNU Blitar, yang membuktikan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya berupa pemenuhan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas intelektual bagi generasi penerus bangsa. (nu/blt)

