Artikel Berita
Beranda » Kegigihan dua Banser Bumi Penataran: Pulihkan akses air dan listrik di TPQ An-Nasihah Aceh Tamiang

Kegigihan dua Banser Bumi Penataran: Pulihkan akses air dan listrik di TPQ An-Nasihah Aceh Tamiang

Eko Hari Setyawan dan Mohammad Khoirul Huda. Dua Banser asal Kabupaten Blitar yang melakukan renovasi teknis di TPQ An-Nasihah, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 20 Februari 2026. (Foto: Ahmad/Bicarablitar.com)

Aceh Tamiang – Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh dua personel Banser asal “Bumi Penataran” Kabupaten Blitar di lokasi pemulihan pascabencana.

Pada Jumat, 20 Februari 2026, duo relawan ini berjibaku melakukan renovasi teknis di TPQ An-Nasihah, Kabupaten Aceh Tamiang, guna memastikan fasilitas pendidikan agama tersebut kembali berfungsi optimal.

Kedua personel Banser tersebut, Eko Hari Setyawan dan Mohammad Khoirul Huda, memfokuskan pengerjaan pada dua komponen vital yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir, yakni pompa air dan instalasi listrik.

Potret Desa Menanggini dari udara, saat ‘atap oranye’ jadi saksi bisu perjuangan para penyintas di Aceh Tamiang

Dengan peralatan teknis seadanya namun didukung keahlian yang mumpuni, mereka berhasil mengurai kerumitan kabel yang rusak dan menghidupkan kembali mesin pompa yang sempat terendam lumpur.

Eko Hari Setyawan menyampaikan bahwa perbaikan pompa air menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar santri untuk berwudu dan bersuci.

Ia menceritakan bagaimana mereka harus membongkar bagian-bagian mesin yang tersumbat material sisa banjir agar air bersih dapat mengalir kembali ke area TPQ.

Bangkitkan semangat literasi para santri, relawan RMI NU Kabupaten Blitar ini bekali santri di PP. Fajru Salam Aceh Tamiang

“Kami melihat anak-anak kesulitan mendapatkan air bersih untuk wudu, jadi hari ini kami fokuskan tenaga untuk memperbaiki pompa air dan membenahi kabel-kabel listrik yang masih semrawut. Walaupun cukup menguras tenaga, melihat mesin kembali menyala adalah kepuasan tersendiri bagi kami sebagai relawan,” ujar Eko Hari Setyawan di sela kesibukannya memperbaiki instalasi.

Senada dengan hal tersebut, Mohammad Khoirul Huda mengungkapkan bahwa kegigihan mereka merupakan bentuk komitmen Banser dalam mengawal pemulihan di wilayah terdampak.

Ia menjelaskan bahwa pengerjaan instalasi listrik dilakukan dengan sangat hati-hati demi menjamin keamanan jangka panjang bagi para santri saat kembali belajar mengaji nanti.

Bangun ketangguhan sejak dini, relawan LPBI NU Kabupaten Blitar bekali santri di Aceh Tamiang soal edukasi kesiapsiagaan bencana

“Instalasi listrik di sini banyak yang korsleting karena bekas terendam air. Kami telusuri satu per satu jalurnya agar benar-benar aman. Ini adalah bakti kami dari Blitar untuk saudara-saudara di Tamiang, semoga TPQ An-Nasihah bisa segera ramai kembali seperti sediakala,” tambah Mohammad Khoirul Huda.

Berkat kegigihan kedua relawan ini, TPQ An-Nasihah kini mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk digunakan kembali secara normal.

Aksi nyata dari tim PCNU Kabupaten Blitar ini terus mendapat apresiasi dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan pemulihan sarana-prasarana publik yang sangat mendasar bagi kehidupan sehari-hari mereka. (nu/blt)

Hari ketiga di tanah Rencong, relawan PCNU Kabupaten Blitar distribusikan obat-obatan ringan kepada masyarakat

×