Lagi di Kediri tapi bosen ke Simpang Lima Gumul (SLG) terus? Duh, kalian wajib geser dikit buat hunting rasa! Kediri itu bukan cuma soal monumen yang mirip L’Arc de Triomphe, tapi juga tentang harmoni rasa yang bikin kangen.
Apalagi kalau malam mulai tiba dan perut mulai “demo”, atau pas lagi bingung milih tempat Buka Puasa Bersama (Bukber) yang seru bareng circle kamu.
Kota ini punya spektrum kuliner yang luas banget, mulai dari gang sempit yang melegenda sampai resto hotel yang fancy tapi tetep ramah di kantong.
Yuk, intip peta kuliner Kediri versi 2026 yang wajib masuk bucket list kamu!
1. Sensasi Makan di Tepi Rel: Tahu Lontong Pak No
Kalau kamu cari tempat makan yang punya vibes ikonik, Tahu Lontong Pak No jawabannya. Berdiri sejak tahun 1985, warung ini membuktikan kalau rasa otentik nggak bakal luntur dimakan zaman.
Bayangkan kenikmatan tahu lontong dengan saus kacang yang gurih-manis, dimakan tepat di tepi rel kereta api jalur Kediri-Kertosono. Sensasi getaran saat kereta melintas di depan meja makanmu itu lho, juara banget!
- Lokasi: Jalan Dandangan 1 Nomor 182, Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri.
- Jam Operasional: 16.00 – 23.00 WIB.
2. Ritual Tengah Malam di Pecel Pudakit
Buat pejuang lapar tengah malam, Pecel Pudakit adalah penyelamat. Ritual makan di sini baru bisa dimulai pukul 21.00 WIB, tapi jangan kaget kalau antreannya sudah mengular.
Selain Nasi Pecelnya yang legendaris, kamu wajib coba Nasi Tumpang-nya yang khas Kediri banget. Jangan lupa tambahkan sate bekicot, brutu, atau telur asin sebagai pelengkap.
Porsinya pas, rasanya mantap, dan suasananya bener-bener menghidupkan malam di Kediri.
- Lokasi: Jl. Dhoho No. 80, Setono Gedong, Kota Kediri.
- Jam Operasional: 21.00 – 03.30 WIB.
3. Atraksi Api dan Arang: Nasi Goreng Slamet Bedon
Mencari Nasi Goreng dengan aroma smoky yang kuat? Langsung meluncur ke Nasi Goreng Slamet Bedon. Di sini, setiap porsi dimasak tradisional menggunakan tungku arang.
Nggak cuma Nasi Goreng, Mie Goreng dan Krengsengan-nya juga recommended buat dicoba. Sambil menunggu pesanan, kamu bakal dihibur dengan atraksi koki yang lincah melempar nasi ke dalam wajan. Ciamik pol!
- Lokasi: Jl. Monginsidi No. 39, Pakelan, Kota Kediri.
- Jam Operasional: 17.00 – 23.00 WIB.
4. Polo Pendem dan Suasana Pedesaan di Bale Bungah
Ingin menepi sejenak dari hiruk-pikuk kota ke suasana yang lebih syahdu? Bale Bungah menawarkan konsep restoran natural yang berjarak hanya 15 menit dari SLG.
Menu andalannya unik banget: Polo Pendem, yaitu rebusan umbi-umbian seperti ketela, kacang tanah, pisang, hingga ubi talas atau gote. Pas banget dinikmati sambil melihat kolam renang dan hamparan sawah.
Lelanita Purnani (Nita), pengelola Bale Bungah, berbagi ceritanya:
“Jadi memang lokasinya outdoor dan natural, maksudnya lebih bersahabat dengan alam. Kita menawarkan suasana pedesaan dengan sajian menu tradisional, beda dengan restoran perkotaan lah.”
Lokasi: Dusun Nambakan, Desa Nambakan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
5. Pesta Kuliner All-You-Can-Eat 2026: Gaya Mewah Harga Bersahabat
Dari suasana sawah yang tenang, yuk kita beralih ke gaya yang lebih fancy buat agenda Bukber tahun 2026 ini. Hotel-hotel di Kediri lagi punya penawaran gila-gilaan buat kamu yang pengen makan sepuasnya bareng komunitas atau keluarga besar.
Lotus Garden Hotel: Mengusung tema “Blessing of Ramadhan”, mereka punya paket All-You-Can-Eat cuma Rp95.000 nett/pax.
Pro tip: Buruan pesan buat periode 20-26 Februari 2026 biar dapet harga Early Bird Rp90.000 aja!
Favehotel Kediri: Dengan harga Rp110.000 nett/pax, kamu bisa menikmati menu ikonik mereka, Roasted Chicken, yang bumbunya meresap sampai ke tulang.
Mereka juga rutin merotasi menu sebanyak tujuh kali biar tamu nggak bosen. Lokasinya strategis di tengah kota, pas banget buat titik kumpul.
6. Menjelajahi Kuliner Kampung Inggris Pare yang Ramah Kantong
Pare bukan cuma soal belajar bahasa, tapi juga soal memanjakan lidah tanpa bikin dompet nangis. Kalau ke sini, wajib mampir ke Warung Begok dekat Masjid An-Nur untuk olahan ayam dan bebek renyahnya.
Buat pelajar, Rocket Chicken (Jl. Pb. Sudirman & Jl. Brawijaya) selalu jadi andalan dengan paket mulai dari Rp8.000-an.
Insider Pro Tip: Jangan lewatkan Nasi Kebuli Hj. Inayah. Ini adalah pelopor kuliner Arab di Kampung Inggris yang rasanya juara dunia. Dulunya cuma masak 4 kg, sekarang ludes sampai 35 kg per hari!
7. Pilihan Gaya Hidup di Sekitar Simpang Lima Gumul (SLG)
Habis foto-foto di monumen, jangan langsung pulang. Di sekitar SLG banyak pilihan tempat nongkrong asyik:
- RM Pringgodani: Cocok buat rombongan keluarga. Pesan Gurami Bakar dan segarkan tenggorokan dengan Es Pringgodani yang khas. (Lokasi: Jl. Raya Tugurejo No.02)
- Warung Taliwang: Buat yang suka pedas dengan pemandangan sawah. Mereka punya paket hemat seperti Paket Mandalika atau Paket Mataram buat makan bareng. (Lokasi: Jl. Erlangga, Joho)
- Warung Gumul Abah BM: Tempat paling pas buat nongkrong santai sampai dini hari karena buka hingga pukul 01.00 WIB. (Lokasi: Jl. Totok Kerot, Joho)
Kesimpulan: Kediri, Kota yang Selalu Punya Cerita di Atas Meja Makan
Kediri benar-benar membuktikan diri sebagai kota kuliner yang inklusif. Dari gurihnya Tahu Lontong di pinggir rel sampai Roasted Chicken premium di hotel berbintang, semua ada di sini.
Kota ini punya cara unik untuk menjaga tradisi sambil terus berinovasi mengikuti tren 2026.
Gimana, Foodies? Sudah tahu mau meluncur ke mana dulu?
Atau kamu punya hidden gem lain di Kediri yang biasanya kalian datangi pas “lapar menyerang” jam 2 pagi? Spill di kolom komentar ya!
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

