Artikel
Beranda » 4 Rahasia menjaga kebugaran tubuh ketika puasa

4 Rahasia menjaga kebugaran tubuh ketika puasa

tangan memegang segelas air (Foto oleh engin akyurt di Unsplash)
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa meski sudah makan dalam porsi besar saat sahur, perut tetap saja keroncongan dan tubuh terasa tak bertenaga bahkan sebelum jam 10 pagi? Kita semua pernah merasakannya mata yang lapar saat sahur membuat kita memenuhi piring, namun justru berakhir dengan energy crash yang mengganggu produktivitas.
Banyak yang mengira kunci kebugaran saat Ramadan adalah seberapa banyak makanan yang masuk ke perut. Faktanya, rahasia agar tetap bugar bukan terletak pada kuantitas, melainkan pada strategi pemilihan nutrisi dan manajemen waktu yang cerdas.
Tahukah Anda bahwa ada satu jenis bahan makanan super sederhana yang sering kita abaikan yang ternyata memegang kunci ilmiah untuk menahan rasa lapar jauh lebih lama dari nasi?

1. Kekuatan Kentang Rebus

Jika Anda mencari senjata rahasia untuk sahur, lupakan sejenak nasi putih. Berdasarkan data Indeks Rasa Kenyang (Satiety Index) yang dirilis oleh CNBC Indonesia, kentang rebus atau panggang menempati posisi tertinggi sebagai makanan paling mengenyangkan.
Rahasia di balik kekuatannya bukan sekadar karbohidrat, melainkan kandungan protein dan serat yang tinggi yang mampu memberikan sinyal kenyang lebih lama ke otak Anda. Kentang rebus memiliki skor indeks rasa kenyang sebesar 323, sedangkan kentang goreng hanya mencatatkan angka 116.
Angka ini membuktikan bahwa cara pengolahan menentukan segalanya. Memilih karbohidrat yang salah saat sahur adalah alasan utama mengapa Anda merasa lemas di siang hari. Mulai besok, cobalah mengganti nasi dengan kentang rebus untuk menjaga energi tetap stabil hingga matahari terbenam.

2. Strategi Hidrasi Cerdas dengan Pola “2-4-2”

Setelah membenahi isi piring, mari kita bicara tentang isi gelas Anda. Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah meminum 8 gelas air sekaligus saat sahur atau berbuka demi menabung cairan.
Sayangnya, tubuh kita memiliki batasan dalam menyerap cairan per jamnya. Meminum terlalu banyak dalam satu waktu justru akan membuat cairan terbuang sia-sia melalui urine.
Agar tubuh terhidrasi secara optimal sepanjang hari, terapkan strategi 2-4-2 yang disarankan oleh pakar kesehatan.
• 2 Gelas saat berbuka: Diminum secara bertala untuk mengembalikan cairan yang hilang.
• 4 Gelas saat malam hari: Gunakan pola satu gelas sebelum makan malam, satu gelas setelah makan malam,
satu gelas setelah tarawih, dan satu gelas menjelang tidur.
• 2 Gelas saat sahur: Satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur.
Pembagian ini memastikan metabolisme Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyerap air secara efisien, menjaga kulit tetap lembap dan otak tetap fokus.

3. Musuh Tersembunyi di Balik Kopi, Soda, dan Makanan Pedas

Saat berbuka, minuman dingin bersoda atau secangkir kopi hangat memang terasa sangat menggoda. Namun, bagi lambung yang sudah kosong selama lebih dari 12 jam, minuman ini adalah musuh tersembunyi.
Kopi dan soda bersifat diuretik, yang berarti mereka justru mempercepat pengeluaran cairan tubuh dan memperbesar risiko dehidrasi. Tak hanya itu, gabungan minuman berkafein dengan makanan yang terlalu pedas atau asam dapat memicu produksi asam lambung secara agresif.
Akibatnya, Anda akan merasakan perut kembung, mual, hingga nyeri maag yang hebat. Sebagai strategi cerdas, pilihlah air kelapa atau jus buah tanpa pemanis buatan yang lebih ramah bagi lambung sekaligus mampu mengembalikan elektrolit yang hilang.

4. Mengatur Waktu Gerak Tanpa Kelelahan

Puasa bukan berarti Anda harus berhenti bergerak. Kuncinya adalah menemukan “Golden Hours” atau waktu terbaik agar olahraga justru memberikan energi, bukan malah mengurasnya. Berdasarkan panduan kesehatan, ada dua waktu ideal yang bisa Anda pilih.
1. 60 Menit Sebelum Berbuka: Lakukan olahraga intensitas ringan seperti jalan santai. Waktu ini sangat efektif karena cairan yang keluar melalui keringat bisa segera Anda gantikan saat azan Maghrib berkumandang.
2. Setelah Salat Tarawih: Ini adalah waktu terbaik untuk latihan beban atau olahraga dengan intensitas lebih tinggi karena tubuh Anda sudah kembali terhidrasi dan memiliki pasokan energi dari makan malam.
Ingat, jika Anda memilih berolahraga setelah Tarawih, pastikan porsi minum pada gelas ke-3 dan ke-4 dalam pola 2-4-2 tetap terjaga untuk membantu pemulihan otot.
Menjalani Ramadan dengan bugar adalah sebuah pilihan yang didasari oleh pengetahuan. Dengan beralih ke makanan yang memiliki indeks rasa kenyang tinggi, mengatur pola hidrasi yang masuk akal, serta menjaga ketenangan batin, Anda sedang merancang Ramadan yang tidak hanya bermakna secara spiritual, tapi juga maksimal secara fisik.

Berita Terbaru

×