Aceh Tamiang – Meski kalender telah bergeser jauh dari masa tanggap darurat, denyut kehidupan di Kabupaten Aceh Tamiang rupanya belum sepenuhnya kembali normal.
Pemandangan pilu ini disaksikan langsung oleh Sulkhan Zuhdi, relawan dari Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) yang menjadi bagian dari rombongan PCNU Kabupaten Blitar di lokasi bencana.
Pada Kamis, 19 Februari 2026, Sulkhan membagikan pengamatannya saat bertugas di Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, yang kini menjadi pusat posko relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar.
Ia mengungkapkan bahwa pemulihan wilayah tersebut berjalan cukup lambat, dengan bekas-bekas kehancuran yang masih terpampang nyata di depan mata.
Sulkhan menceritakan bahwa sisa-sisa lumpur yang mengering masih nampak jelas melekat di dinding-dinding bangunan dan sudut jalanan desa, sekalipun bencana banjir besar telah berlalu berbulan-bulan lamanya.
Menurutnya, pemandangan ini menjadi bukti betapa dahsyatnya material yang dibawa air bah pada November 2025 silam, sehingga pembersihan secara mandiri oleh warga belum mampu mengembalikan wajah desa seperti sediakala.
“Kondisi di Desa Menanggini saat ini masih dalam tahap pemulihan yang berat. Kehidupan warga belum bisa dikatakan normal seperti dulu. Kami masih melihat sisa lumpur di mana-mana, seolah mengingatkan bahwa luka akibat banjir itu belum benar-benar sembuh,” ungkap Sulkhan Zuhdi saat memberikan kesaksian dari lokasi posko.
Ia menambahkan bahwa situasi di wilayah Kecamatan Karang Baru ini memerlukan perhatian lebih, tidak hanya soal infrastruktur tetapi juga semangat warga untuk bangkit kembali.
Kehadiran tim relawan PCNU Kabupaten Blitar selama 12 hari di sana diharapkan dapat memberikan suntikan tenaga, baik melalui bantuan fisik maupun pendampingan spiritual, guna mempercepat normalisasi aktivitas warga.
Bagi Sulkhan dan tim LTN, mendokumentasikan kondisi terkini di Menanggini bukan sekadar tugas jurnalistik, melainkan upaya untuk mengetuk pintu hati khalayak bahwa saudara-saudara di Aceh Tamiang masih berjuang di atas sisa-sisa material bencana yang belum sepenuhnya hilang. (nu/blt)

