Aceh Tamiang – Tim relawan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar resmi terjun langsung ke lokasi terdampak bencana di Aceh Tamiang untuk menjalankan misi kemanusiaan melalui program “Khidmah Blitar-Menghadirkan Suka Cita Ramadlan bagi Penyintas Bencana di Aceh Tamiang”.
Dengan membawa formasi lengkap, rombongan ini berkomitmen memberikan bantuan secara maksimal atau all out bagi para penyintas bencana selama dua belas hari ke depan.
Koordinator relawan, Anisatu Nadhiroh, menyampaikan bahwa seluruh personel yang diberangkatkan memiliki tugas spesifik untuk memastikan kegiatan bakti sosial berjalan efektif.
Ia menjelaskan bahwa tim tidak hanya fokus pada satu aspek bantuan, tetapi mencakup berbagai bidang mulai dari logistik hingga pendampingan psikososial bagi warga yang terdampak.
Menurut keterangan tertulis yang diterima pada Rabu, 18 Februari 2026, kegiatan bakti sosial ini melibatkan jajaran pimpinan lembaga dan badan otonom NU Kabupaten Blitar, di antaranya:
- Ahmad Ardabili dari PC LTMNU (Ketua)
- Muhammad Munib dari PC LazisNU (Ketua)
- Alip Gunawan dari NUCARE LazisNU (Manajer)
Selain jajaran manajemen, tim lapangan yang bertugas terdiri dari sembilan personel lintas lembaga, yakni:
- Anisatu Nadhiroh dari LPBI selaku Koordinator lapangan.
- Eko Hari Setyawan dari Banser yang bertanggung jawab pada perbaikan masjid dan operasional dapur umum.
- Mohammad Khoirul Huda dari Banser yang menangani bagian perlengkapan serta dapur umum.
- Atmi Hapsari dari Fatayat yang bertugas sebagai pendongeng dan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP).
- Sulkhan Zuhdi dari LTN yang berperan sebagai guru ngaji, tim LDP, narator, dan membantu di dapur umum.
- Muhamad Fajar Prananda dari RMI yang bertindak sebagai penceramah, guru ngaji, tim LDP, serta tim dapur umum.
- Isa Anshori Tertibi dari UNU Blitar / IPNU yang bertugas di bagian LDP, guru ngaji, driver, sekaligus tim dapur umum.
- Mamba’ul Huda dari LTN yang mengemban tugas sebagai tim LDP, guru ngaji, konten kreator, dan tim dapur umum.
- Muhammad Thoha Ma’ruf dari LTN yang turut serta dalam tim LDP, guru ngaji, dan operasional dapur umum.
Perempuan yang tahun lalu menyelesaikan program Doktor Pendidikan Geografi ini menegaskan bahwa kehadiran tim relawan PCNU Blitar ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas melalui berbagai program rehabilitasi spiritual dan fisik.
Ia menambahkan bahwa sinergi antar lembaga ini merupakan bentuk pengabdian nyata NU dalam merespons bencana kemanusiaan di tanah air.
“Selama masa tugas dua belas hari tersebut, tim akan menyisir wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan prioritas, memastikan distribusi logistik tepat sasaran, serta menghidupkan kembali aktivitas keagamaan di masjid-masjid setempat,” katanya. (nu/blt)

