Artikel
Beranda » Viralitas dubai chewy cookie, lebih dari sekadar tren cokelat biasa

Viralitas dubai chewy cookie, lebih dari sekadar tren cokelat biasa

dubai chewy cookie (sumber foto: Youtube Puguh D Kristanto)
Setelah dunia kuliner diramaikan oleh demam Dubai Chocolate yang memadukan cokelat batangan dengan isian kunafa yang renyah, kini muncul evolusi baru yang jauh lebih modis yakni, Dubai Chewy Cookie.
Di Korea Selatan, tren ini dikenal dengan sebutan “Dujjonku” (Dubai Jjondeuk Cookie), sebuah dessert yang menggabungkan estetika urban dengan teknik no-bake yang cerdas.
Camilan ini menarik perhatian audiens modis bukan sekadar karena visualnya yang fotogenik, melainkan karena kontras tekstur yang radikal. Bayangkan sebuah kulit dessert yang elastis dan glossy menyerupai mochi, namun menyimpan ledakan rasa gurih dari pasta pistachio dan kerenyahan kataifi di dalamnya.
Sebagai analis tren, saya melihat ini bukan hanya sekadar makanan viral, melainkan inovasi teknik yang memungkinkan siapa pun bahkan warga urban yang tidak memiliki oven di apartemennya untuk menciptakan luxury treat sendiri.

Rahasia Tekstur “Elastic Shell” dari Marshmallow

Banyak yang terkecoh dan mengira tekstur elastis pada “Dujjonku” berasal dari tepung ketan atau mochi. Namun, rahasia teknis dari para ahli seperti Erin dari Erin’s Cozy Kitchen mengungkapkan bahwa tekstur ini adalah hasil rekayasa marshmallow.
Untuk menciptakan fudgy shell yang mengilap, marshmallow tidak dilelehkan begitu saja. Ia harus dicampur dengan mentega, bubuk cokelat, dan susu bubuk yang telah diayak sempurna.
Kunci keberhasilan tahap ini adalah penggunaan suhu rendah (low heat) dan mematikan api saat marshmallow sudah 90% meleleh. Panas berlebih akan menghancurkan molekul gula, menyebabkan tekstur menjadi keras, kaku, atau berpasir (grainy).

Hack Pasta Pistachio Ekonomis: Rahasia Campuran Kacang Tanah dan Mede

Pistachio murni adalah komoditas mewah, namun bagi jurnalis kuliner yang cerdas, efisiensi biaya tanpa mengorbankan profil rasa adalah sebuah seni. Berdasarkan teknik dari TheHasanVideo, kita dapat meracik pasta pistachio ekonomis dengan hasil yang tetap creamy dan premium.
• Rasio Emas Kacang: Campuran 150g pistachio panggang, 150g kacang tanah panggang, dan 100g kacang mede. Perpaduan ini menciptakan kedalaman rasa nutty yang seimbang.
• The Secret Ingredient (Tahini): Penambahan pasta wijen atau tahini adalah wajib untuk memberikan dimensi rasa gurih Timur Tengah yang autentik.
• Teori Warna Visual: Karena campuran kacang tanah dan mede berwarna kekuningan, gunakan pewarna makanan berbahan dasar minyak (oil-based) warna biru. Warna biru akan menetralkan pigmen kuning, menghasilkan warna hijau pistachio yang terlihat sangat mewah.

Kejutan di Tengah, Versi Isian Stroberi 

Inovasi Dujjonku mencapai puncaknya dengan penambahan stroberi utuh di tengah isian. Versi ini, yang dipopulerkan oleh Pistakio, memberikan tart contrast atau rasa asam segar yang memecah kepekatan lemak dari cokelat dan kacang.
Namun, terdapat protokol teknis yang ketat yakni, stroberi harus benar-benar kering. Sedikit saja kelembapan atau air yang tersisa pada permukaan buah akan menyebabkan adonan marshmallow “tergelincir” (slipping) dan gagal menempel.  Pada akhirnya merusak integritas struktur saat cookie dipotong.
Mengapa audiens urban begitu terobsesi dengan tekstur kenyal? Secara sains kuliner, menurut analisis ResepKoki, tekstur chewy biasanya dihasilkan oleh kelembapan (moisture) dan pengembangan gluten. Pada cookies panggang tradisional, kandungan molase dalam brown sugar memegang peranan utama dalam menciptakan efek lengket tersebut.
Namun, pada Dubai Chewy Cookie, aturan mainnya berubah. Karena ini adalah hidangan no-bake, peran molekul gluten dan molase digantikan oleh struktur polimer dari marshmallow dan emulsi lemak dari mentega.
Hasilnya adalah sensasi mulut (mouthfeel) yang lebih padat, kenyal, dan memanjakan dibandingkan biskuit renyah biasa yang cenderung kering.

Masa Depan Dessert Viral

Dubai Chewy Cookie adalah potret sempurna dari evolusi dessert modern. Menghargai tradisi (dengan kataifi dan tahini) namun tidak takut untuk mendobrak batasan teknik melalui basis marshmallow yang inovatif.
Apapun pilihannya, tren “Dujjonku” ini telah menetapkan standar baru bahwa untuk menjadi viral. sebuah makanan harus memiliki karakter yang kuat, cerdas, dan tentu saja, tekstur kenyal.


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Berita Terbaru

×