Artikel
Beranda » Inilah macam-macam keutamaan bulan Ramadhan agar dirimu bersemangat beribadah

Inilah macam-macam keutamaan bulan Ramadhan agar dirimu bersemangat beribadah

Orang sedang membaca Al-Qur'an di masjid. Dok. Pinterest

Tinggal hitungan jari, bulan Ramadhan akan segera tiba. Banyak orang berbondong-bondong menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan berbagai perayaan yang cukup beragam. Dari anak kecil hingga orang dewasa berkumpul dan menyongsong perayaan dengan cukup meriah.

Ramadhan bukanlah sekedar dimana seseorang dituntut menahan lapar dan dahaga saja. Apalagi Ramadhan biasanya diidentikkan dengan melimpahnya macam-macam jajanan yang menggiurkan di ruas-ruas pinggir jalan.

Bulan yang ditunggu-tunggu oleh ummat Muslim ini menyimpan keberkahan dan keutamaan yang sangat agung. Apa saja keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan?

Rahasia di balik tarawih kilat Blitar yang tetap eksis selama 100 tahun

Bulan diturunkannya Al- Quran

Allah menjelaskan didalam Al-Quran bahwa bulan Ramadhan dipilih sebagai bulan diturunkannya Al-Quran. Allah befirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Al-Baqarah:185).

Ramadan 2026 di Blitar: jadwal imsak, war lapak takjil, dan pangan murah

Banyak pendapat memaknai tentang ayat diturunkannya Al-Qur’an di bulan Ramdhan. Ibnu Abbas ra memiliki pendapat tentang turunnya Al-Qur’an di ayat tersebut.

Ia mengemukakan bahwa Al-Qur’an diturunkannya dari lauhul mahfuzh ke langit dunia di bulan Ramadhan. Dan pendapat ini banyak dipilih oleh mayoritas ulama’.

Dengan merayakan turunnya Al-Qur’an, seharusnya seorang hamba mengisi harinya di bulan Ramadhan dengan memperbanyak tilawah Al-Quran sebagai ungkapan syukur. Hal ini dicontohkan oleh Rasul Saw dengan bertadarus Al-Qur’an hingga khatam setiap malam.

Polemik Rukyatul Hilal di Kabupaten Blitar: Tim LFNU tertahan di Bukit Banjarsari, alasannya efisiensi anggaran

Ibnu Abbas Ra mengatakan,

“Jibril mendatangi Rasul setiap malam Ramadhan, lalu bertadarus Al-Qur’an dengan beliau.” (HR. Bukhari)

Kebiasaan para ulama salaf di hari-hari bulan Ramadhan ialah memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’I mampu mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali selama bulan Ramadhan.

Tradisi dan wisata kuliner ramadan di kota Blitar: ada apa saja?

Maka tak ayal jikalau bulan Ramadhan memiliki sebutan “syahrul qur’an” atau bulan Al-Qur’an.

Ramadhan adalah bulan kesabaran

Allah SWT memberikan kelimpahan Rahmat dan kemuliaan di bulan Ramadhan. Salah satu mencapai kemuliaan di bulan Ramadhan adalah bersabar menahan kesenangan dunia yang dimana dihari selain bulan Ramadhan boleh untuk dilakukan di siang hari, seperti makan, minum, dan bersenggama bagi yang sudah menikah.

Seorang hamba dilatih  bersabar dari menahan hal-hal yang mubah agar nantinya memudahkan seorang hamba untuk menjauhi perkara-perkara yang mengundang murka Allah SWT. Dan inilah goals seorang hamba yang dari pagi hingga petang dibentuk rasa ”muroqobbah” atau merasa diawasi oleh Allah SWT dimanapun ia berada.

Tempat Ngabuburit Paling Cocok di Blitar, Bisa Kamu Kunjungi

Sebagai balasan dari jerih payah seorang hamba, Allah Swt memberikan ganjaran dengan surga sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur’an.

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۝١٠

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.” (Az-Zumar 10)

Makanan Ini Cocok Dikonsumsi saat Buka Puasa Pas di Blitar

Maka seyogya-nya seseorang yang berhasil lulus melewati ‘madrasah’ Ramadhan, keimanan nya semakin menebal dan ia semakin pintar untuk tidak mendekati perkara-perkara yang munkar.

Turunnya malam kemuliaan (Lailatul Qodar)

Di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang biasa disebut “lailatul qodar” atau malam kemuliaan. Hal ini menjadi keistimewaan yang agung dan manusia tak mampu menakar, melainkan Allah Rabb semesta alam. Hal ini dijelaskan secara gamblang didalam Al-Qur’an.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ۝٤سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ۝٥

“Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.” (Al-Qodr: 3-5)

Dimalam tersebut semua amalan kebaikan dilipat-gandakan. Di malam tersebut bumi menjadi sempit dipenuhi  oleh sesak para malaikat, namun luas dengan barokah, ampunan Allah Swt. Maka dianjurkan memperbanyak ibadah dan doa untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Seperti didalam hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah Ra berkata,

“Wahai Rasulullah, bagaimana menurut engkau jika aku mengetahui bahwa malam tertentu adalah Lailatul Qodr, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab, ” Ucapkanlah: ‘Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)

Bulan berlimpahnya rahmat

Rasulullah mengabarkan dalam hadist nya tentang Allah swt memberikan limpahan rahmat yang mengalir deras di bulan Ramadhan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat akan dibuka.” (HR. Muslim)

Jikalau seorang hamba memperoleh rahmat Allah Swt di bulan Ramadhan, ia sungguh bukan menjadi manusia yang merugi. Hal ini dikarenakan ia mendapatkan ‘harta karun’ kebaikan yang dicari-dicari oleh jutaan manusia yang ada dibumi.

Kandungan rahmat yang Allah berikan sangatlah agung. Seorang hamba yang mendapatkan rahmat Allah, maka segala aktivitasnya dijauhkan dari seruan jahat nafsu syahwat.

Allah berfirman,

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٥٣

“Aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yusuf: 53).

Dan lanjutnya, dampak dari seorang hamba dijauhkan dari seruan nafsu syahwat ialah, setiap amalannya digolongkan amalan kebaikan dan dicatat sebagai pahala

Maka artinya, hamba tersebut dimuluskan sebagai calon penghuni surga dan api neraka diharamkan untuknya. Dan didunia, hamba tersebut hidup bahagia tanpa ada kesedihan didalam jiwanya dan selalu dalam naungan karunia Allah Swt.

Dan ingat, bahwa semua kebaikan tersebut tidak bisa didapatkan kecuali dengan rahmat Allah Swt. Hal ini diperkuat dengan dalil didalam Al-Qur’an dan Hadist.

Allah Swt berirman,

فَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَكُنْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ ۝٦٤

“ Maka, seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.” (Al-Baqarah: 64).

Sahabat Rasulullah, Miqdad bin Amr Ra, pernah bercerita dihadapan Nabi Saw bahwasannya ia dimudahkan dalam amalan kebaikan. Peristiwa ini direkam didalam Shahih Muslim.

Miqdad berkata, “ Wahai Rasulullah, aku berada dalam kondisi begini dan begitu, aku juga dapat mengamalkan ini dan ini.” Nabi Saw bersabda, “Semua itu tidak lain adalah rahmat dari Allah Swt.” (HR. Muslim)

Bulan Ramadhan dibukakan pintu-pintu ampunan

Allah Swt memuliakan bulan Ramadhan ini dengan membukakan pintu-pintu ampunan seluas-luasnya. Hal ini menjadi peluang emas yang tak boleh dilewatkan dan disia-siakan oleh seorang hamba untuk meraih derajat taqwa.

Jikalau seorang hamba gagal meraih ampunan dibulan Ramadhan, presentase meraih ampunan di bulan-bulan lainnya kemungkinan mendapatkan kegagalan yang jauh lebi besar. Rasulullah Saw bersabda,

“Jibril mendatangiku seraya berkata: “Barangsiapa mendapati bulan Ramadhan, lalu ia mati dan tidak mendapatkan ampunan, maka Allah akan menjauhkannya dari rahmat-Nya.” Aku pun mengucapkan, “Aamiin.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Ibnu Hibban)

Maka sebaiknya, kita sebagai hamba untuk selalu menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Entah bulan Ramadhan tahun ini sebagai perjumpaan terakhir.

Banyak sekali amalan-amalan yang mengundang ampunan Allah Swt di bulan Ramadhan. Dari berpuasa di siang hari, menjalani shalat tarawih dan tahajjud, hingga memberi buka orang yang berpuasa. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Saw didalam hadistnya.

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dilakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa menunaikan qiyamu Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa memberi buka orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, ia akan mendapatkan ampunan untuk dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

Semoga dengan kesempatan Ramadhan tahun ini, kita dapat bersemangat sehingga dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.

 

Sumber: Syaikh Salman bin Fahd Al-Audah. (2013). Bisa Jadi, Ini Ramdhan Terakhir Kita. Solo: Pustaka Arafah.

Fakhruddin Nur Syam. (2020). 60 Kultum Ramadhan Terbaik. Surakarta: Ziyadbooks.

Berita Terbaru

×