BLITAR – Pengelolaan olahraga di daerah tidak lagi sekadar urusan hobi, melainkan menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan jika digarap dengan serius.
Sektor ini menawarkan peluang karier profesional bagi atlet muda serta ceruk bisnis infrastruktur yang belum sepenuhnya terjamah di Kabupaten Blitar.
Ketua Harian KONI Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, menyoroti bahwa industri sepak bola modern telah berkembang menjadi lahan penghidupan yang layak.
Ia menekankan bahwa atlet daerah yang berhasil menembus level profesional memiliki nilai pasar yang tinggi, jauh melampaui standar pendapatan rata-rata, asalkan diimbangi dengan mentalitas baja.
”Ketika kita sudah mencapai (level profesional), angkanya pasti di atas dua digit. Tapi perjuangannya, ketika tidak latihan dia harus nambah sendiri,” ujar Fatatoh.
Finansial Atlet
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan finansial tersebut hanya bisa diraih jika atlet muda mengubah pola pikir dari sekadar hobi menjadi profesi yang menuntut disiplin ekstra.
Pandangan tersebut disampaikan Fatatoh saat membahas tata kelola sepak bola dan bisnis olahraga yang ditayangkan melalui podcast di kanal Bakul Kumpo, Jumat (6/2/2026).
Selain potensi pendapatan atlet, Fatatoh juga melihat peluang bisnis yang cerah pada penyediaan fasilitas olahraga.
Keputusannya mendirikan D’King Futsal di Kanigoro, misalnya, didasari oleh analisis pasar yang matang melihat tingginya animo masyarakat yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan berkualitas.
Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur olahraga dapat menjadi sektor riil yang menguntungkan bagi investor lokal.
Pembinaan Atlit dan Investasi Sosial
Meski demikian, Fatatoh mengingatkan bahwa sisi bisnis ini harus dibedakan dengan klub pembinaan awal.
Bagi klub yang berlaga di liga amatir seperti Blitar Poetra, orientasinya tetaplah investasi sosial untuk mencetak sumber daya manusia, bukan keuntungan finansial instan.
”Kalau kita di Liga 4 karena memang ini adalah pembinaan, kita tidak mengedepankan untuk mencari cuan, tapi bagaimana kita mengabdikan diri,” tegas anggota DPRD Kabupaten Blitar Komisi 4 tersebut.
Ke depan, sinergi antara pembinaan atlet yang berorientasi karier dan pertumbuhan bisnis fasilitas olahraga diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru di Blitar.
Dukungan perbaikan infrastruktur, khususnya di wilayah Blitar selatan, menjadi pekerjaan rumah bersama agar potensi ekonomi dari si kulit bundar ini dapat terdistribusi lebih merata.

