Artikel
Beranda » Rekomendasi pantai tersembunyi untuk liburan yang tenang di Blitar Selatan?

Rekomendasi pantai tersembunyi untuk liburan yang tenang di Blitar Selatan?

Pantai Peh Pulo di Kabupaten Blitar
Pantai Peh Pulo di Kabupaten Blitar. (Foto: sasmita.blitarkab)

Blitar Selatan memiliki jajaran pantai tersembunyi yang menawarkan suasana sunyi, alami, dan lebih privat karena lokasinya yang belum banyak diketahui wisatawan umum.

Pantai-pantai ini umumnya memiliki akses yang menantang dan terbatas, sehingga cocok bagi Anda yang menyukai petualangan dan ketenangan.

Berikut adalah beberapa rekomendasi pantai tersembunyi di Blitar Selatan untuk liburan yang tenang:

Saat ibu-ibu ini siapkan 400 porsi hidangan Ramadan di sekitar Dayah Al-Musthafa Aceh Tamiang

Pantai Banteng Mati: Terletak di Kecamatan Wonotirto, pantai ini masih jarang dikunjungi wisatawan sehingga suasananya sangat tenang. Keunggulannya adalah ombak yang relatif tenang karena posisi pantai yang diapit oleh tebing di sisi kanan dan kirinya.

Pantai Keben: Pantai ini menawarkan pemandangan yang masih sangat asri dan sejuk karena belum banyak terjamah oleh manusia. Lokasinya berada di Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, namun perlu diperhatikan bahwa akses menuju pantai ini masih tergolong cukup sulit.

Pantai Wedi Ciut: Berlokasi di Kecamatan Panggungrejo, pantai ini memiliki air laut yang biru dan suasana yang masih sangat alami. Untuk mencapainya, Anda harus melewati jalur naik turun bukit yang cukup menguras tenaga, namun pemandangan yang didapat sepadan dengan perjuangannya.

Dari Blitar untuk tanah Tamiang: Melihat jejak bencana yang masih tersisa

Pantai Gayasan: Terletak di Kecamatan Bakung, pantai ini unik karena memiliki gradasi warna pasir mulai dari putih, cokelat, hingga hitam. Aksesnya masih berupa jalan tanah dan berbatu, sehingga membutuhkan kendaraan dalam kondisi prima.

Pantai Umbul Waru: Pantai ini tergolong unik karena memiliki air terjun mini yang mengalir langsung ke arah laut dari atas tebing karang. Selain pemandangan pantainya yang eksotis, suasananya juga relatif lebih tenang, meskipun pengunjung harus waspada terhadap ombak besar saat air pasang.

Pantai Peh Pulo: Sering dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Blitar” karena adanya gugusan pulau kecil di dekat pantai. Meskipun jalurnya cukup terjal dan berbukit, pantai berpasir putih ini menawarkan pemandangan laut biru yang jernih dan menawan.

Cuaca buruk, pesawat Lion Air JT 971 gagal landing di Bandar Udara Batam

Pantai Jebring: Terletak di Desa Ngadipuro, pantai ini memiliki hamparan pasir yang luas dan panorama laut lepas yang dramatis. Karena lokasinya yang tersembunyi, tempat ini menjadi daya tarik bagi pencinta alam dan fotografi yang mencari suasana sunyi.

Karena akses ke lokasi-lokasi tersebut umumnya menantang (jalan sempit, berkelok, atau berbatu), wisatawan disarankan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan menyiapkan fisik yang kuat sebelum memulai perjalanan.

Apa tips berwisata aman di pantai dengan ombak besar?

Berdasarkan informasi dari sumber-sumber yang tersedia, berikut adalah beberapa tips penting untuk berwisata dengan aman di pantai-pantai Blitar Selatan yang dikenal memiliki karakteristik ombak besar dan kuat:

Perkuat advokasi PMI, INFEST Yogyakarta bekali pengurus KOPI Blitar keterampilan dokumentasi kasus

Hindari Aktivitas Berenang: Di beberapa pantai seperti Pantai Pasur, Pantai Jebring, dan beberapa area di Pantai Tambakrejo, wisatawan sangat tidak disarankan untuk berenang karena ombaknya yang cukup besar, kuat, dan berbahaya.

Tingkatkan Kewaspadaan Ekstra: Pengunjung diimbau untuk selalu waspada saat berada di sekitar bibir pantai, terutama di Pantai Jebring yang memiliki paparan laut lepas dengan ombak yang dramatis.

Perhatikan Kondisi Pasang Surut: Khusus di objek wisata unik seperti Pantai Umbul Waru, Anda harus sangat memperhatikan waktu pasang surut air laut karena ombak bisa menjadi sangat besar pada waktu-waktu tertentu dan dapat membahayakan keselamatan.

Bagaimana pengaruh sejarah Kerajaan Majapahit terhadap situs wisata di Blitar?

Pilih Waktu Kunjungan yang Tepat: Waktu terbaik untuk mengunjungi wisata alam pantai adalah pada musim kemarau (April–Oktober). Hindari puncak musim hujan karena hujan lebat dapat membuat akses jalan menuju pantai menjadi licin dan menghalangi pandangan selama perjalanan.

Pastikan Kondisi Kendaraan Prima: Akses menuju pantai-pantai di Blitar Selatan sering kali melewati jalan yang sempit, berkelok, menanjak, atau berbatu. Pastikan rem, ban, oli, dan bahan bakar kendaraan Anda dalam kondisi penuh dan siap tempur sebelum berangkat.

Siapkan Uang Tunai: Karena beberapa pantai lokasinya tersembunyi, warung lokal atau tempat retribusi mungkin belum menyediakan layanan pembayaran digital, sehingga penting untuk menyiapkan uang tunai yang cukup.

Dari Bangkrut Jadi Ikon Global: 5 Hal Tak Terduga di Balik “Manisnya” Kampung Coklat Blitar

Gunakan Pakaian yang Sesuai: Kenakan pakaian yang ringan dan mudah kering agar tetap nyaman selama beraktivitas di lingkungan pantai yang panas dan lembap.

Selalu ikuti aturan setempat dan jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan untuk melestarikan keindahan alam pantai tersebut.


Artikel ini diolah dari berbagai sumber yang dibantu AI

Berziarah ke Makam Soekarno di Blitar, ada hal menarik apa saja?

Berita Terbaru

×