Table of Contents−
Sejarah kepemimpinan Bupati Blitar mencakup rentang waktu yang panjang, dimulai dari masa kolonial hingga era reformasi saat ini. Blitar sendiri dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1324.
Berikut adalah urutan kepemimpinan Bupati Blitar berdasarkan informasi dari sumber-sumber tersebut:
Masa Kolonial hingga Kemerdekaan (1831–1956)
Pada periode awal ini, jabatan bupati banyak diisi oleh kalangan bangsawan.
- R.M. Arjo Ronggo Hadinegoro (1831–1866): Bupati pertama yang memindahkan pusat pemerintahan dari Pakunden ke Kepanjenlor.
- K.P.H. Warsokoesoemo (1866–1896).
- K.P.H. Sosrohadinegoro (1896–1917): Menjabat saat pembentukan Gemeente Blitar pada 1 April 1906.
- K.P.H. Warsohadiningrat (1918–1942).
- R.M. Harsojo (1942): Menjabat sebagai pejabat sementara.
- R.M.T. Prijambodo (1942–1943): Ditunjuk oleh masa pemerintahan Jepang.
- Santoso Harsono (1943): Pejabat sementara pasca-Pemberontakan PETA Blitar.
- R. Samadikoen (1943–1945).
- R. Darmadi (1945–1947): Beliau merupakan ayah dari Soeprijadi, pemimpin Pemberontakan PETA Blitar.
- R. Soenarjo (1947–1950).
- R. Darmadi (1950–1956): Kembali menjabat setelah ikut membela Indonesia dalam Agresi Militer Belanda.
Masa Transisi dan Orde Baru (1956–1996)
- Kyai Moh. Slamet Poespodiwirjo (1956–1957).
- R. Ismaoen Danoe Soesastro (1957).
- M. Adiman (1957–1960).
- R. Soemarsono (1960–1965).
- Sanoesi Prawirodihardjo (1965–1974).
- R. Oetomo (1974–1975).
- Eddy Slamet (1975–1980).
- Sarjono (1980–1985).
- Drs. H. Siswanto Adi (1986–1996): Menjabat selama dua periode.
Era Reformasi hingga Sekarang (1996–Sekarang)
- H. Bambang Sukotjo, S.H., M.M. (1996–2001).
- Drs. H. Imam Muhadi, M.BA., M.M. (2001–2004): Beliau diberhentikan karena tersandung masalah korupsidana APBD tahun 2002-2004 sebesar Rp97 miliar. Imam Muhadi divonis 15 tahun penjara dan meninggal dunia pada tahun 2009 saat masih berstatus narapidana di Lapas Blitar akibat sakit jantung.
- H. Herry Noegroho, S.E., M.H. (2004–2016): Menjabat dari pejabat sementara hingga bupati definitif. Pada masa kepemimpinannya, pusat pemerintahan dipindahkan dari Kota Blitar ke Kanigoro.
- Drs. H. Rijanto, M.M. (2016–2021): Memperoleh berbagai penghargaan seperti Opini WTP dari BPK, Kabupaten Sehat, dan Wahana Tata Nugraha.
- Hj. Rini Syarifah, A.Md. (2021–2025): Bupati perempuan pertama Blitar yang dilantik pada 26 Februari 2021.
- Drs. H. Rijanto, M.M. (2025–Sekarang): Merupakan petahana yang kembali menjabat sejak 20 Februari 2025.
Secara keseluruhan, kepemimpinan di Blitar telah mengalami pergeseran dari sistem penunjukan di masa lalu menjadi sistem pemilihan yang lebih demokratis, meski beberapa periode juga diwarnai dengan tantangan penegakan hukum dan perubahan administratif pusat pemerintahan.
Artikel ini diolah dari berbagai sumber yang dibantu AI

