Artikel
Beranda » Fakta menarik sambal pecel yang jarang diketahui orang

Fakta menarik sambal pecel yang jarang diketahui orang

Salah satu pecel di Blitar.
Salah satu pecel di Blitar. (Foto: Thoha Ma’ruf/Bicarablitar.com)

Pendahuluan: Lebih dari Sekadar Saus Kacang Biasa

Pecel adalah hidangan yang memeluk lidah masyarakat Indonesia dengan keakraban seorang sahabat lama. Dengan hamparan sayuran segar yang disiram saus kacang gurih, ia menjadi menu andalan yang terasa sederhana dan merakyat.

Namun, di balik setiap ulekannya, sambal pecel menyimpan bisikan cerita dan rahasia yang jarang terungkap. Ini adalah sebuah perjalanan yang akan membawa kita dari perdebatan sengit resep autentik hingga kisah sukses UMKM yang kini menatap panggung dunia.

Mari kita kupas lapisan-lapisan tersembunyi dari bumbu favorit ini, dan bersiaplah untuk melihatnya dengan cara yang sama sekali baru.

Saat ibu-ibu ini siapkan 400 porsi hidangan Ramadan di sekitar Dayah Al-Musthafa Aceh Tamiang

1. Rahasia Awet Berbulan-bulan: Bukan Pengawet, tapi Proses

Banyak yang menduga sambal pecel kemasan awet berkat bahan pengawet. Kenyataannya, keajaiban itu datang dari kearifan proses tradisional. Rahasianya terletak pada tekstur bumbu yang kering, remah, dan nyaris seperti pasir—sebuah karakteristik yang di Madiun dikenal dengan sebutan “kepyur”.

Tekstur ini adalah hasil dari proses sangrai, di mana semua bahan dipanaskan tanpa setetes pun minyak. Ketiadaan minyak inilah yang menjadi kunci utama mengapa sambal pecel berkualitas tidak mudah tengik dan bisa awet berbulan-bulan tanpa memerlukan bahan pengawet kimia. Ini adalah ilmu pengawetan alami yang tersembunyi dalam metode memasak nenek moyang.

Sambel pecel Bu Pariyem mempunyai kekhasan yaitu lebih “kepyur” dan tidak berminyak, sehingga sambel pecel tidak tengik jika tidak dikonsumsi langsung. Sambel pecel Bu Pariyem lebih tahan lama dibandingkan sambel pecel lainnya.

Dari Blitar untuk tanah Tamiang: Melihat jejak bencana yang masih tersisa

2. Debat Resep Asli: Pakai Bawang dan Kencur atau Tidak?

Kita mungkin mengira resep sambal pecel sudah baku. Namun, di kalangan para puritan kuliner Madiun, tersimpan sebuah perdebatan sengit.

Ada klaim kuat bahwa resep asli sambal pecel Madiun justru tidak menggunakan bawang putih dan kencur sama sekali. Menurut pandangan ini, semua bahan hanya disangrai untuk menghasilkan rasa gurih murni dari kacang dan cabai.

Di sisi lain, mayoritas resep populer dan bahkan sumber ensiklopedis mencantumkan bawang putih serta kencur sebagai bumbu wajib yang memberi aroma khas. Ironisnya, di sinilah letak kejutan terbesarnya.

Cuaca buruk, pesawat Lion Air JT 971 gagal landing di Bandar Udara Batam

Jawara modern dari Madiun seperti Sambel Pecel Bu Pariyem—yang akan kita bahas lebih dalam—dengan bangga mencantumkan Bawang Putih dan Kencur dalam daftar komposisi di kemasannya.

Ini adalah bukti nyata bahwa “keaslian” adalah konsep yang cair, di mana cita rasa populer sering kali menang di atas klaim resep yang kaku.

3. Satu Nama, Banyak Wajah: Pecel Bukan Cuma Khas Blitar

Meski Pecel Blitar begitu melegenda, “pecel” sesungguhnya adalah sebuah keluarga besar hidangan dengan banyak wajah unik di seantero Jawa Timur. Setiap daerah memberinya sentuhan personal yang membuatnya istimewa.

Perkuat advokasi PMI, INFEST Yogyakarta bekali pengurus KOPI Blitar keterampilan dokumentasi kasus

Pecel Madiun: Sang legenda, termasyhur dengan isian sayurannya yang ramai dan sambal dengan keseimbangan sempurna antara gurihnya kacang sangrai dan sengatan pedas yang menggoda.

Pecel Tumpang (Khas Kediri/Nganjuk): Keunikannya terletak pada sambal tambahannya yang disebut “tumpang.” Terbuat dari tempe semangit (tempe yang difermentasi lebih lama), sambal ini menghadirkan karakteristik aroma funky yang tajam dan rasa umami yang mendalam.

Pecel Blitar: Varian ini cenderung bermain di spektrum rasa gurih-manis, dengan tekstur bumbu yang digiling lebih halus dan lembut di lidah.

Bagaimana pengaruh sejarah Kerajaan Majapahit terhadap situs wisata di Blitar?

Pecel Punten (Khas Tulungagung): Perbedaan paling mencolok ada pada karbohidratnya. Ia tidak disajikan dengan nasi, melainkan dengan “punten”—olahan gurih dari beras dan santan yang dipadatkan hingga kenyal, layaknya lontong namun dengan cita rasa yang lebih kaya.

4. Dari Warung Sederhana Menuju Panggung Dunia

Kisah Sambel Pecel Bu Pariyem bermula bukan di pabrik megah, melainkan dari kehangatan sebuah warung nasi pecel sederhana di Madiun pada tahun 2000.

Karena sambalnya begitu dicintai pelanggan, Ibu Lestari, putri Ibu Pariyem, terdorong untuk mengemasnya sebagai produk mandiri pada tahun 2003.

5 hal tak terduga tentang Sungai Brantas: Urat nadi Jawa Timur yang membentuk peradaban

Perlahan tapi pasti, usahanya tumbuh. Puncaknya, Ibu Lestari meraih penghargaan sebagai Juara 2 UMKM Award 2023yang diselenggarakan oleh Bank Jatim.

Kini, mereka tidak sekadar bermimpi. Sambel Pecel Bu Pariyem sudah menjejak panggung global, meskipun saat ini masih sebagai produsen maklon (contract manufacturing) untuk eksportir lain. Ambisi besarnya adalah melakukan ekspor dengan merek mereka sendiri, sebuah perjuangan untuk mendapatkan pengakuan atas nama yang telah mereka bangun dari nol.

5. Teknologi di Balik Sambal Tradisional

Siapa sangka produk seramah sambal pecel kini bersentuhan erat dengan teknologi modern? Untuk menjawab tuntutan zaman, tradisi harus berdamai dengan inovasi. Kasus Sambel Pecel Bu Pariyem adalah contoh sempurnanya.

Bagaimana rute terbaik mengunjungi Candi Penataran dan Makam Bung Karno?

Permintaan dari konsumen muda untuk kemasan praktis sekali konsumsi mendorong mereka mengadopsi mesin pengemasan otomatis untuk memproduksi kemasan sachet 20 gram.

Lebih dari itu, ambisi ekspor mandiri menuntut standar yang lebih tinggi. Mereka kini tengah dalam persiapan sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), sebuah “paspor” keamanan pangan yang diakui secara internasional. Ini membuktikan bahwa di balik kesederhanaan sebungkus sambal pecel, terdapat proses yang semakin kompleks dan canggih agar cita rasa lokal dapat bersaing di panggung dunia.

Penutup: Cita Rasa yang Terus Berevolusi

Sambal pecel adalah sebuah mahakarya kuliner yang hidup. Ia bukan sekadar resep, melainkan sebuah bukti kecerdasan lokal dalam pengawetan alami, saksi bisu perdebatan sengit tentang identitas rasa, dan simbol ambisi yang tak pernah padam.

Rekomendasi pantai tersembunyi untuk liburan yang tenang di Blitar Selatan?

Dari ulekan di warung sederhana hingga mesin modern yang membungkusnya untuk pasar global, ia adalah cerminan ketekunan dan evolusi cita rasa Indonesia.

Jadi, saat Anda menikmati sepiring pecel berikutnya, cerita apa yang akan Anda cicipi di setiap lekuk saus kacangnya?


Artikel ini diolah dari berbagai sumber yang dibantu AI

Berita Terbaru

×