Peningkatan kualitas pembelajaran di jenjang sekolah dasar tidak dapat dilepaskan dari kemampuan guru dalam mengelola kelas secara efektif. Kelas bukan sekadar ruang fisik tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, melainkan ruang sosial dan pedagogis yang memengaruhi kenyamanan, motivasi, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Oleh karena itu, pengelolaan kelas yang baik menjadi salah satu kunci utama terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna bagi siswa.
Kondisi tersebut tampak nyata dalam kegiatan pembelajaran di kelas IV B SD Negeri Karangtengah 1 Kota Blitar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, guru kelas IV B menunjukkan kemampuan pengelolaan kelas yang terarah, sistematis, dan berfokus pada kebutuhan siswa.
Pembelajaran Matematika yang berlangsung di kelas tersebut tidak hanya menekankan pada penyampaian materi, tetapi juga pada penciptaan suasana belajar yang tertib, interaktif, dan mendorong partisipasi aktif peserta didik.
Subjek dalam kegiatan observasi ini adalah guru kelas IV B SD Negeri Karangtengah 1, yaitu Khoirul Anam, S.T., sedangkan objek observasi difokuskan pada strategi pengelolaan kelas yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran Matematika.
Observasi ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana perencanaan, pelaksanaan, penilaian, serta pengaturan kelas dilakukan guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Salah satu aspek penting yang terlihat dalam pembelajaran di kelas IV B adalah perencanaan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan terukur. Guru merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas serta disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa sekolah dasar. Materi pembelajaran dirancang selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dan disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas IV.
Perencanaan yang matang ini menjadi pedoman utama bagi guru dalam mengelola alur pembelajaran agar tetap terarah dan efektif.
Guru kelas IV B, Khoirul Anam, S.T., mengungkapkan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan kunci dalam menciptakan proses belajar mengajar yang optimal. Menurutnya, rencana pembelajaran yang jelas akan membantu guru merasa lebih percaya diri dalam mengajar serta memahami arah pembelajaran dan strategi pengelolaan kelas yang tepat agar siswa tetap fokus.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perencanaan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian integral dari profesionalisme guru.
Dalam mendukung perencanaan pembelajaran, guru juga memanfaatkan media pembelajaran secara optimal. Penggunaan proyektor LCD membantu menyajikan materi secara visual sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa. Media visual ini tidak hanya mempermudah penyampaian informasi, tetapi juga meningkatkan minat dan perhatian siswa selama proses pembelajaran.
Selain itu, alur kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, inti, dan penutup dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, sehingga pembelajaran berjalan secara tertib dan efisien.
Pada tahap pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan pendekatan yang berpusat pada siswa dengan memadukan berbagai metode mengajar. Pembelajaran diawali dengan apersepsi yang menarik dan dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa. Strategi ini bertujuan untuk membangun motivasi belajar sejak awal serta membantu siswa mengaitkan materi yang dipelajari dengan konteks kehidupan nyata.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami oleh siswa.
Penguasaan materi yang baik ditunjukkan oleh guru melalui penyampaian konsep dengan bahasa yang sederhana dan jelas. Hal ini membuat siswa merasa lebih nyaman dalam mengikuti pembelajaran dan tidak ragu untuk berpartisipasi. Interaksi antara guru dan siswa berlangsung secara aktif, di mana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menjawab pertanyaan, serta mengemukakan pendapat.
Pola interaksi ini mencerminkan pembelajaran yang dialogis dan menghargai peran aktif peserta didik.
Sejalan dengan pandangan pakar pendidikan E. Mulyasa, manajemen kelas yang baik tidak hanya menekankan pada ketertiban, tetapi juga pada penciptaan suasana belajar yang menyenangkan. Guru yang mampu mengelola kelas dengan baik akan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sehingga siswa merasa bebas untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensi dirinya.
Kondisi tersebut tampak dalam pembelajaran di kelas IV B, di mana siswa terlihat antusias dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar.
Meskipun demikian, hasil observasi juga menunjukkan adanya peluang untuk pengembangan lebih lanjut, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Penggunaan media pembelajaran masih cenderung terbatas pada media konvensional, sehingga diperlukan inovasi lebih lanjut agar pembelajaran menjadi lebih variatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Aspek penilaian dan pemberian umpan balik juga menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan kelas di kelas IV B. Guru tidak hanya melakukan penilaian pada akhir pembelajaran, tetapi juga menerapkan penilaian formatif selama proses berlangsung.
Penilaian dilakukan melalui pertanyaan lisan serta pengamatan langsung terhadap aktivitas dan pemahaman siswa. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan.
Umpan balik diberikan secara langsung dan bersifat konstruktif, baik dalam bentuk koreksi maupun apresiasi. Guru sering memberikan pujian dan penghargaan sederhana, seperti tepuk tangan, untuk menghargai usaha siswa. Pemberian umpan balik yang positif ini terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar siswa.
Menurut Glickman, Gordon, dan Ross-Gordon, umpan balik yang tepat dari guru dapat membantu siswa mengenali kelebihan dan kekurangan mereka dalam belajar serta menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran di masa mendatang.
Dalam hal pengaturan kelas, guru menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengelola lingkungan fisik ruang belajar. Pengaturan bangku secara berkelompok memudahkan guru dalam memantau aktivitas siswa dan memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Pola pengaturan ini juga mendorong terjadinya interaksi antarsiswa yang positif selama pembelajaran.
Interaksi antara guru dan siswa berlangsung hangat dan penuh perhatian. Guru memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk berpartisipasi, sehingga tidak ada siswa tertentu yang mendominasi pembelajaran.
Disiplin waktu dijaga dengan baik tanpa mengurangi kualitas interaksi dan kenyamanan belajar. Pendekatan ini sejalan dengan pendapat Sergiovanni dan Starratt yang menyatakan bahwa pengelolaan kelas yang baik mencerminkan kepemimpinan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang dilandasi rasa saling menghargai.
Secara keseluruhan, hasil observasi menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas yang diterapkan oleh guru kelas IV B SD Negeri Karangtengah 1 telah berjalan dengan sangat baik.
Guru mampu mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengaturan kelas secara seimbang sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Pembelajaran berlangsung secara tertib, interaktif, dan mendukung perkembangan akademik maupun sosial siswa.
Sebagai bentuk refleksi dan pengembangan ke depan, guru disarankan untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi pembelajaran, seperti penggunaan video edukatif atau media digital interaktif. Integrasi teknologi diharapkan dapat meningkatkan variasi pembelajaran, kreativitas siswa, serta kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Dengan pengelolaan kelas yang efektif dan pendekatan pembelajaran yang humanis, SD Negeri Karangtengah 1 menunjukkan komitmennya dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bermakna bagi peserta didik.
Penulis: Muhammad Amar Ma’ruf Hartono, Hylda Nathania Sava, Maghfira Khoirunnisa, Muchamad Gufron Rifa’i, Nina Ulfa Nur Rohmah.
Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa UNU Blitar untuk memenuhi tugas kuliahnya. Tidak ada editorial dari tim redaksi, kesalahan penulisan, ejaan, dan validitas data sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

