Artikel
Beranda » Artikel: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn di SD kota atau Kabupaten Blitar

Artikel: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn di SD kota atau Kabupaten Blitar

Gambaran kegiatan belajar mengajar di kelas. (Dok. Pribadi)

Ditulis oleh: Zahrotun Nafisah Hermanto, Shofi Nur Amalia
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia
Email: zhrtnnfshhrmnt@gmail.com, shofinur94@gmail.com

ABSTRAK

Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan karakter lokal Blitar sejak dini. Studi pustaka ini bertujuan mengkaji strategi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn SD di Blitar serta mengidentifikasi tantangan dan konteks lokal yang mendukungnya.

Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan literatur ilmiah, pedoman kurikulum, dan dokumen terkait pendidikan di Blitar. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi pembelajaran berbasis nilai lokal (seperti nilai kesopanan dan gotong royong khas Blitar), pemanfaatan situs sejarah daerah (termasuk Makam Ir. Soekarno dan Museum Blitar), serta kegiatan kemasyarakatan dengan masyarakat lokal.

Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya yang terintegrasi dengan konteks lokal dan minimnya kolaborasi antara sekolah dengan pihak terkait di daerah. Kesimpulan studi ini adalah bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di PKn SD Blitar perlu lebih mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran.

Kata kunci: Kota/Kabupaten Blitar, Sekolah Dasar, Nilai-nilai Pancasila

Abstract

PKn learning in Primary School has an important role in instilling the values of Pancasila and local character Blitar early. This literature study aims to examine the strategy of applying Pancasila values in learning PKn SD in Blitar and identify challenges and local contexts that support it.

The method used is a literature study by collecting scientific literature, curriculum guidelines, and documents related to education in Blitar. The results of the study showed that the strategy applied includes learning based on local values (such as the value of politeness and gotong royong typical Blitar), utilization of regional historical sites including Makam Ir. Soekarno and Blitar Museum), as well as community activities with local communities.

The challenges faced include limited resources that are integrated with the local context and lack of collaboration between schools and relevant parties in the area. The conclusion of this study is that the application of Pancasila values in Blitar Elementary School needs to further optimize local potential to increase the relevance and effectiveness of learning.

Keywords: Blitar City/County, Elementary School, Pancasila Values

PENDAHULUAN

Pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar di Blitar tidak hanya berfokus pada penanaman nilai-nilai Pancasila secara umum, tetapi juga perlu mengintegrasikan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas daerah.

Sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Blitar menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang mendalam – mulai dari nilai-nilai budaya seperti gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, kesopanan terhadap sesama dan leluhur, serta rasa cinta tanah air yang kuat, hingga situs sejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan bangsa, di antaranya Makam Ir. Soekarno sebagai tempat peristirahatan terakhir Bapak Proklamator, Museum Blitar yang menyimpan jejak perkembangan daerah, dan berbagai situs lainnya yang terkait dengan perjuangan pejuang lokal.

Berbagai kajian nasional dan lokal menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn di tingkat Sekolah Dasar perlu disesuaikan dengan konteks daerah masing-masing agar materi yang diajarkan lebih bermakna, mudah dipahami, dan dapat diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Integrasi konteks lokal menjadi kunci untuk menghubungkan nilai-nilai abstrak Pancasila dengan realitas kehidupan siswa di lingkungannya. Tanpa adanya keterkaitan tersebut, pembelajaran PKn berisiko menjadi hanya sekadar hafalan konsep tanpa adanya pemahaman yang mendalam tentang makna dan relevansinya.

Tujuan dari studi pustaka ini adalah untuk mengkaji secara komprehensif strategi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn Sekolah Dasar di wilayah Blitar, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh sekolah, guru, dan pihak terkait dalam pelaksanaannya, serta melihat peran konteks lokal Blitar sebagai pendukung utama dalam memperkuat efektifitas pembelajaran tersebut.

Rumusan masalah yang menjadi fokus kajian adalah sebagai berikut: (1) Apa saja strategi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn Sekolah Dasar di Blitar? (2) Bagaimana peran konteks lokal Blitar dalam mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila pada siswa Sekolah Dasar? (3) Apa saja tantangan yang dihadapi dalam penerapan nilai-nilai Pancasila yang terintegrasi dengan konteks lokal di Blitar?

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dengan fokus pada konteks Blitar. Sumber literatur yang digunakan meliputi buku teks, jurnal ilmiah nasional dan lokal, pedoman kurikulum PKn SD dari Kemendikbudristek, peraturan pendidikan dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten Blitar, serta dokumen terkait dengan budaya dan sejarah Blitar.

Tahapan penelitian meliputi: (1) Identifikasi topik dan rumusan masalah dengan memperhatikan konteks Blitar; (2) Pengumpulan sumber literatur yang relevan termasuk yang berkaitan dengan pendidikan dan budaya lokal Blitar; (3) Penyeleksian dan validasi sumber; (4) Analisis dan sintesis data dengan menyoroti aspek lokal; (5) Penulisan hasil kajian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis literatur, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) untuk Sekolah Dasar (SD) di Blitar dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik lokal yang khas, sehingga memudahkan siswa memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut.

Salah satu strategi utama adalah integrasi nilai lokal Blitar ke dalam materi pembelajaran, di mana nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat seperti sopan santun terhadap sesama, gotong royong dalam kegiatan kerja bakti lingkungan maupun acara kemasyarakatan, serta rasa tanggung jawab terhadap daerah sendiri dihubungkan secara erat dengan sila-sila Pancasila.

Contoh konkretnya adalah bagaimana nilai gotong royong yang melekat dalam budaya masyarakat Blitar dihubungkan dengan sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antara nilai yang mereka rasakan sehari-hari dengan prinsip dasar negara.

Selain itu, strategi lain yang diterapkan adalah pemanfaatan tempat bersejarah dan budaya Blitar sebagai media pembelajaran. Siswa diajak untuk melakukan kunjungan langsung ke berbagai situs sejarah dan budaya daerah, seperti Museum Blitar yang menyimpan koleksi benda bersejarah lokal yang menceritakan perjalanan sejarah daerah tersebut, serta Makam Ir. Soekarno yang merupakan salah satu situs bersejarah nasional yang terletak di Blitar.

Kunjungan ini memiliki tujuan untuk menanamkan nilai patriotisme dan cinta tanah air yang selaras dengan sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan).

Tak hanya itu, melalui kunjungan dan pembelajaran yang terkait, siswa juga dikenalkan dengan berbagai bentuk budaya lokal Blitar seperti tari Gandrung Sewu yang menjadi salah satu simbol kebudayaan daerah, serta kerajinan anyaman bambu yang mencerminkan nilai kerja keras dan kreativitas.

Selain integrasi nilai dan pemanfaatan situs budaya, penerapan nilai-nilai Pancasila juga dilakukan melalui kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan masyarakat lokal. Siswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan seperti bakti sosial di panti jompo, kegiatan membersihkan sungai atau taman umum di sekitar lingkungan sekolah, serta mengikuti acara budaya lokal seperti Festival Blitar Kencana.

Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan nilai-nilai empati terhadap sesama, tanggung jawab sosial, serta penghargaan yang lebih dalam terhadap budaya dan lingkungan sendiri.

Strategi tambahan yang diterapkan adalah pembelajaran berbasis cerita lokal, di mana cerita rakyat atau cerita sejarah lokal Blitar yang mengandung nilai-nilai Pancasila digunakan sebagai bahan pembelajaran, seperti cerita tentang perjuangan para pejuang lokal selama masa kemerdekaan dan bagaimana seluruh masyarakat Blitar bekerja sama secara solid untuk mendukung upaya kemerdekaan bangsa.

Konteks lokal Blitar memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar, karena memberikan landasan yang nyata dan mudah dipahami bagi siswa.

Nilai budaya lokal yang telah tumbuh dan berkembang secara alami dalam masyarakat Blitar menjadi salah satu pijakan utama; nilai-nilai seperti gotong royong dan kesopanan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat daerah tersebut ternyata merupakan wujud nyata dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, sehingga membuat siswa lebih mudah memahami konsep abstrak dari Pancasila dengan melihat contoh konkrit yang ada di sekitar mereka dan bahkan telah mereka praktikkan bersama keluarga maupun masyarakat.

Selain nilai budaya, keberadaan situs sejarah di Blitar juga memberikan kontribusi yang signifikan. Situs seperti Museum Blitar dan Makam Ir. Soekarno tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang sejarah, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana daerah Blitar berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan bangsa, hal ini memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya cinta tanah air dan persatuan bangsa yang merupakan inti dari nilai-nilai Pancasila.

Dukungan dari berbagai pihak terkait juga menjadi bagian dari konteks lokal yang mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila. Dinas Pendidikan Blitar bersama dengan berbagai lembaga masyarakat lokal terkadang menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pembelajaran PKn, seperti lomba menulis cerita sejarah lokal yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa sekaligus memperdalam pemahaman mereka tentang sejarah daerah, serta kegiatan memperingati hari-hari besar nasional yang diselenggarakan dengan tema yang menyertakan unsur lokal, sehingga mempererat hubungan antara identitas daerah dan cinta terhadap negara.

Meskipun telah terdapat berbagai strategi dan dukungan dari konteks lokal, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn SD di Blitar masih menghadapi beberapa tantangan yang perlu diperhatikan.

Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya yang terintegrasi dengan konteks lokal; banyak sekolah SD di Blitar masih mengalami kekurangan buku ajar, modul pembelajaran, atau media pembelajaran PKn yang secara khusus dirancang untuk mengintegrasikan sejarah dan budaya lokal Blitar, sehingga sebagian besar guru masih harus mengandalkan bahan ajar yang lebih umum dan sulit untuk disesuaikan dengan karakteristik daerah.

Selain itu, kompetensi guru dalam mengintegrasikan konteks lokal juga menjadi tantangan yang perlu diatasi. Beberapa guru PKn SD di Blitar masih membutuhkan pelatihan lebih lanjut tentang cara mengaitkan materi PKn yang telah ditetapkan dengan konteks lokal secara efektif dan menarik bagi siswa, sehingga pembelajaran yang dilakukan terkadang terasa kurang relevan dan kurang mampu menarik minat siswa.

Tantangan berikutnya adalah minimnya kolaborasi antar pihak yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan nilai-nilai Pancasila; kolaborasi antara sekolah dengan Dinas Pendidikan, lembaga budaya lokal, maupun keluarga masih belum berjalan secara optimal, sehingga berbagai potensi dukungan yang dapat diberikan oleh pihak-pihak tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Selain itu, keterbatasan akses ke tempat bersejarah juga menjadi hambatan bagi beberapa sekolah, terutama yang berada di daerah pedesaan Blitar. Banyak sekolah di daerah pedesaan menghadapi kendala terkait faktor transportasi dan biaya untuk mengajak siswa melakukan kunjungan ke situs sejarah yang berada di pusat kota atau lokasi lain yang tidak mudah dijangkau, sehingga mereka sulit untuk memanfaatkan potensi situs sejarah sebagai media pembelajaran yang efektif.

PENUTUP

Studi pustaka ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn SD di Blitar dilakukan melalui strategi yang mengintegrasikan nilai lokal, pemanfaatan situs sejarah dan budaya daerah, serta kegiatan kemasyarakatan dengan masyarakat lokal. Konteks sejarah dan budaya Blitar berperan penting dalam mendukung pembelajaran tersebut, dengan situs seperti Makam Ir. Soekarno dan Museum Blitar sebagai salah satu sumber pembelajaran.

Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan minimnya kolaborasi yang perlu diatasi. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah: (1) Dinas Pendidikan Blitar perlu mendukung pengembangan sumber daya pembelajaran PKn yang terintegrasi dengan konteks lokal; (2) Melaksanakan pelatihan guru PKn SD Blitar tentang strategi pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dengan sejarah dan budaya lokal; (3) Membangun kolaborasi yang erat antara sekolah, Dinas Pendidikan, lembaga budaya lokal, dan keluarga untuk menguatkan penerapan nilai-nilai tersebut.

Batasan studi ini adalah keterbatasan literatur yang secara khusus membahas penerapan nilai-nilai Pancasila di PKn SD Blitar, sehingga penelitian lapangan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan data yang lebih detail tentang kondisi aktual di sekolah-sekolah di daerah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, A. (2019). Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Karakter Bangsa. Jakarta: Grasindo.

Arifin, S. (2020). Strategi Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Jawa Timur, 5(2), 45-56.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2018). Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah: Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: BSNP.

Budiman, R. (2021). Pendidikan Karakter Berbasis Lokal di Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Pendidikan Karakter, 8(1), 123-135.

Dinas Pendidikan Kota Blitar. (2022). Pedoman Implementasi Pembelajaran PKn dengan Integrasi Nilai Lokal untuk Sekolah Dasar Kota Blitar. Blitar: Dinas Pendidikan Kota Blitar.

Dewi, S. (2018). Pemanfaatan Cerita Rakyat Lokal dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(3), 78-89.

Hakim, A. (2020). Pancasila sebagai Dasar Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hasan, M. (2019). Pembelajaran Berbasis Tempat Bersejarah untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Patriotisme Siswa SD. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(2), 90-102.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2018 untuk Sekolah Dasar. Jakarta: Kemendikbud.

Kusuma, D. (2021). Kompetensi Guru PKn dalam Mengintegrasikan Nilai Lokal di Kabupaten Blitar. Jurnal Guru dan Pembelajaran Jawa Timur, 6(1), 34-45.

Mahmud, A. (2018). Pendidikan Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila di Sekolah Dasar. Bandung: Alfabeta.

Nuraini, S. (2020). Peran Museum dan Tempat Bersejarah dalam Pembelajaran PKn di Blitar. Jurnal Sejarah dan Budaya Lokal, 3(2), 56-67.

Prasetyo, B. (2019). Peran Masyarakat dalam Mendukung Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Sekolah Dasar di Blitar. Jurnal Kemasyarakatan dan Pendidikan, 7(2), 56-67.

Rahayu, W. (2021). Keterbatasan Sumber Daya Pembelajaran PKn Berbasis Lokal di Sekolah Dasar Pedesaan Blitar. Jurnal Pendidikan Daerah, 5(1), 89-100.

Sari, N. (2020). Kolaborasi Sekolah-Keluarga-Masyarakat dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila di Blitar. Jurnal Pendidikan Keluarga, 9(2), 67-78.

Sutrisno, H. (2019). Sejarah Perjuangan Bangsa dan Potensi Pendidikan di Blitar. Surabaya: Penerbit Bina Ilmu.

Wijaya, E. (2021). Kegiatan Kemasyarakatan Berbasis Nilai Lokal sebagai Sarana Penerapan Pancasila di PKn SD Blitar. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 8(3), 134-145.


Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa Program Studi PGSD UNU Blitar untuk memenuhi tugas kuliahnya. Tidak ada editorial dari tim redaksi, kesalahan penulisan, ejaan, dan validitas data sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

×