Ditulis oleh: Fariza Regina Zalzadia, Khusnul Nailul Hikmah, Ayudya Sutanti, Achmad Ibnu Fauzi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sosial, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Email: republikperkutut@gmail.com, lsnana1306@gmail.com, ayudyasutanti@gmail.com, ibnufauzi940@gmail.com
Abstrak
Guru memiliki peran strategis dalam pendidikan modern sebagai fasilitator pembelajaran, pembina karakter, dan agen perubahan di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sosial. Pendidikan abad ke-21 menuntut guru tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Dalam praktiknya, guru menghadapi tantangan seperti keberagaman peserta didik, tuntutan administrasi, adaptasi teknologi digital, serta keterbatasan sarana.
Oleh karena itu, diperlukan strategi profesional melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, pembelajaran berpusat pada peserta didik, serta kolaborasi antara guru, sekolah, dan masyarakat guna meningkatkan kualitas pendidikan.
Kata kunci: kompetensi guru, pendidikan modern, peran guru, profesionalisme guru, strategi pembelajaran, tantangan pendidikan
Pendahuluan
Perkembangan pendidikan modern ditandai oleh kemajuan teknologi, perubahan sosial yang cepat, serta meningkatnya tuntutan kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini menuntut pendidikan untuk beradaptasi agar mampu menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, berkarakter, kritis, kreatif, dan mampu berkolaborasi. Dalam konteks ini, guru memegang peran strategis sebagai ujung tombak pendidikan di sekolah.
Peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi, tetapi berkembang sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, dan inovator pembelajaran. Guru dituntut menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan membangun budaya belajar yang positif.
Peran yang kompleks ini menuntut profesionalisme serta penguasaan kompetensi yang terintegrasi.
Namun, dalam praktiknya guru menghadapi berbagai tantangan, seperti keberagaman karakter siswa, tuntutan administrasi yang tinggi, perubahan kurikulum, penguasaan teknologi digital, keterbatasan sarana, dan beban kerja yang besar.
Oleh karena itu, diperlukan strategi profesional yang adaptif, meliputi pengembangan kompetensi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi pembelajaran, pendekatan student-centered, manajemen kelas yang fleksibel, serta penguatan kolaborasi antara guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Dengan strategi profesional yang tepat, guru diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkap profesionalisme guru di era modern. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari informan kunci melalui teknik komunikasi langsung. Subjek penelitian atau informan yang dipilih adalah guru kelas di Sekolah SDN Turi 02 Kota Blitar yang ditentukan secara bertujuan (purposive) berdasarkan kapasitas mereka dalam mengamati perkembangan siswa secara harian.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara semi-terstruktur yang fokus pada metode guru dalam proses belajar mengajar. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang dilaksanakan secara tatap muka di lingkungan sekolah.
Mengingat pengambilan data dilakukan pada masa libur semester, wawancara diarahkan pada refleksi pengalaman mengajar guru selama satu semester terakhir.

Kegiatan belajar mengajar mahasiswa PGSD UNU Blitar di dalam kelas. (Dok. Mahasiswa PGSD UNU Blitar)
Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data kualitatif yang kaya mengenai tantangan pedagogis di lapangan dengan tinjauan pustaka (literature review). Sejalan dengan pendapat Sugiyono (2019), bahwa dalam penelitian kualitatif, instrumen utamanya adalah peneliti itu sendiri yang berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, dan melakukan pengumpulan data.
Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Teknik analisis ini meliputi tahap reduksi data untuk memilah informasi yang relevan, penyajian data secara deskriptif untuk memberikan gambaran masalah, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Analisis dilakukan secara induktif untuk mengidentifikasi tantangan–tantangan apa saja yang sering dihadapi oleh para guru, serta metode penyelesaian tantangan tersebut.
Hasil dan Pembahasan
Makna profesi guru dalam konteks pendidikan modern saat ini
Dalam konteks pendidikan modern, profesi guru tidak lagi dimaknai sebatas sebagai pengajar, melainkan sebagai pendidik, pembimbing, dan fasilitator yang membantu peserta didik berkembang sesuai tuntutan zaman. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, serta perubahan karakter peserta didik menuntut guru menjadi sosok yang adaptif, reflektif, dan inovatif dalam menjalankan perannya.
Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang membimbing siswa dalam mengelola informasi, berpikir kritis, serta mengembangkan literasi dan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, guru juga berperan sebagai pendidik karakter dengan menanamkan nilai moral, etika, dan kebangsaan, serta menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.
Di era pendidikan modern, guru dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terus meningkatkan kompetensi profesional dan memanfaatkan teknologi pembelajaran. Lebih dari itu, guru berperan sebagai agen perubahan yang mendorong inovasi, menciptakan lingkungan belajar inklusif, dan berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Profesi guru dalam pendidikan modern memiliki peran yang kompleks dan strategis, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan agen pembentukan karakter peserta didik.
Guru dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, karakteristik siswa yang beragam, serta tuntutan profesional yang terus berkembang. Dalam menjalankan perannya, guru menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemenuhan empat kompetensi utama, beban administrasi, dinamika interaksi sosial, hingga penanganan perilaku siswa.
Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran secara kontekstual, membangun interaksi yang efektif, memanfaatkan sistem administrasi digital, serta menjaga keharmonisan ekosistem sekolah.
Dengan pendekatan profesional, humanis, dan kolaboratif, serta dukungan sistem pendidikan yang berkelanjutan, guru dapat menjalankan perannya secara optimal dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Daftar Rujukan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen
Mulyasa, E. (2017). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Darling-Hammond, L. (2017). Teacher Education around the World: What Can We Learn from International Practice?. European Journal of Teacher Education, 40(3), 291–309.
Widodo, A. (2020). Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 27(2), 1–10.
Suyanto & Jihad, A. (2019). Menjadi Guru Profesional: Strategi MeningkatkanKualifikasi dan Kualitas Guru. Jakarta: Erlangga.
Mulyasa, E. (2017). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: RemajaRosdakarya.
Rahman, A. (2020). Peran Guru dalam Pengembangan Peserta Didik di Sekolah.Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(2), 145–154.
Uno, H. B. (2016). Teori Motivasi dan Pengukurannya dalam Bidang Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara.
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajawaliPers.
Slavin, R. E. (2019). Educational Psychology: Theory and Practice. Boston: Pearson Education.
Arends, R. I. (2018). Learning to Teach. New York: McGraw-Hill Education.

