Tan Malaka melihat Soekarno sebagai tokoh besar yang tidak bisa dihindari dalam sejarah Indonesia. Pengaruhnya nyata, pidatonya menggerakkan massa, dan namanya menjadi simbol perjuangan kemerdekaan.
Namun, bagi Tan Malaka, besarnya pengaruh itu justru menyulitkan orang untuk melihat Soekarno secara jernih: mana fakta, mana mitos.
Tan Malaka menolak pandangan bahwa sejarah hanya digerakkan oleh tokoh besar. Menurutnya, rakyat adalah kekuatan utama perubahan. Meski begitu, ia mengakui Soekarno sebagai figur luar biasa.
Masalahnya bukan pada karisma, tetapi pada konsistensi sikap politik dan keberpihakan nyata terhadap gerakan rakyat.
Dalam tulisan ini, Tan Malaka menunjukkan bahwa Soekarno sering lebih menonjolkan kemampuan berpidato dan membangun emosi massa daripada menyusun strategi revolusi yang konkret dan disiplin.
Pidato besar memang membakar semangat, tetapi tidak selalu menghasilkan arah perjuangan yang jelas.
Sumber: Tan Malaka, Dari Ir. Soekarno sampai ke Presiden Soekarno, Jajasan Tjahaja Kita, Jakarta, 1966.

