Artikel Berita
Beranda » PGSD UNU Blitar gelar Sendra Tari, tampilkan 12 tarian budaya khas kota dan Kabupaten Blitar

PGSD UNU Blitar gelar Sendra Tari, tampilkan 12 tarian budaya khas kota dan Kabupaten Blitar

Sendratari mahasiswa PGSD UNU Blitar angkatan 2024 pada Sabtu, 10 Januari 2026 pagi di Graha NU Kabupaten Blitar. (Foto: PGSD UNU Blitar)

Blitar – Puluhan mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nahdlatul Ulama (PGSD UNU) Blitar angkatan 24 antusias menampilkan 12 tampilan Seni Drama dan Tari (Sendratari) pada Sabtu, 10 Januari 2026 pagi di Graha NU Kabupaten Blitar.

Dalam Sendratari kali ini mengangkat tema “Kosmologi Warna dan Gerak”. Para mahasiswa dibagi 12 kelompok yang masing-masing kelompok membawakan jenis tarian yang dipadukan dengan drama yang berasal dari budaya kota dan Kabupaten Blitar.

Masing-masing kelompok berisikan dengan 5-6 mahasiswa dengan membawakan jenis tarian dan drama yang berbeda-beda. Hal ini membuat pementasan semakin berwarna dan meriah.

3.132 sertipikat redistribusi tanah PPTPKH tahap II diserahkan di Kabupaten Blitar

Beberapa tarian budaya asli dari Kota dan Kabupaten yang ditampilkan oleh para mahasiswa yakni, Reog Bulkiyo, Tari Mubeng Blitar, dan Barongan Sodo.

Ragil Tri Oktaviani, selaku dosen pengampu mata kuliah seni drama dan tari mengungkapkan, bahwa Sendratari ini tak cukup hanya dimaknai sebagai pelaksanaan Ujian Akhir Semester saja.

Namun sebagai apresiasi sebuah karya seni dengan mempelajari dan menampilkan tarian budaya asli Kabupaten dan Kota Blitar.

Hebat! Michelino, bocah asli Blitar ini raih Putra Cilik Jawa Timur 2025

“Para mahasiswa PGSD nantinya mendapatkan pengalaman dan ilmu yang bisa digunakan esok sebagai bekal mengajar,” ucap Ragil.

Ia juga mengatakan bahwa, acara Sendratari ini sebagai langkah branding prodi PGSD dengan keseniannya yang tiap tahun kerap diadakan.

“Dengan event ini harapannya dapat memikat calon-calon mahasiswa baru untuk tertarik belajar dan menjadi bagian dari mahasiswa PGSD,” sambung Ragil.

Ini cara pandang keliru negara saat ini, disampaikan dalam diskusi di Blitar

Peserta tari, Dimas, sangat antusias menampilkan tarian dan drama. Ia menampilkan Barongan Sodo, tarian asli Kota Blitar. Ia mengungkapkan mendapatkan pengalaman berkesan karena dapat menjajal dan memakai Barongan Sodo diatas panggung.

“Ini adalah pertama kalinya saya menampilkan tarian budaya diatas panggung dan mendapatkan kesempatan untuk memakai Barongan Sodo,” ucap Dimas.

Selain penampilan tari dan drama, terdapat pameran hasil karya seni rupa dari mahasiswa prodi PGSD Angkatan 24 yang bermacam-macam. Dari karya lukisan hingga kolase dari DvD bekas.

Mengenal buku Reset Indonesia tentang gagasan tentang Indonesia Baru

Penulis: Bima Dwi Baskara

×