Artikel Soccer
Beranda » Italia dan catenaccio, cara bertahan dalam sepak bola sebagai seni

Italia dan catenaccio, cara bertahan dalam sepak bola sebagai seni

Foto: unsplash.com/@fancycrave

Italia sering dicap sebagai simbol sepak bola defensif. Dalam Inverting the Pyramid, Jonathan Wilson menjelaskan bahwa catenaccio bukan sekadar parkir bus, melainkan respons logis terhadap kondisi sepak bola Italia.

Klub-klub Italia pascaperang menghadapi keterbatasan finansial dan fisik dibanding lawan Eropa lainnya. Mereka memilih disiplin, organisasi, dan kecerdikan. Catenaccio menempatkan seorang libero di belakang garis pertahanan, bertugas membaca permainan dan menutup celah.

Sistem ini menuntut konsentrasi tinggi dan kerja tim ekstrem. Serangan dibangun cepat dan efisien. Tidak banyak sentuhan, tidak banyak gaya. Yang penting hasil. Banyak pihak mencemooh pendekatan ini sebagai negatif.

Fakta menarik sepak bola Blitar yang jarang Anda tahu

Namun Wilson menegaskan, catenaccio adalah bukti bahwa taktik selalu mencerminkan realitas. Italia memilih bertahan bukan karena takut menyerang, tetapi karena itu cara paling rasional untuk menang.

Pendekatan ini juga memengaruhi cara dunia melihat sepak bola. Kemenangan tidak lagi harus indah. Yang penting efektif. Paradigma ini masih hidup hingga sekarang.

Sumber: Jonathan Wilson, Inverting the Pyramid: The History of Football Tactics (Orion Books, 2008).

Arsenal kukuhkan 2 besar Liga Champions Eropa, City terseret di lingkar Arktik

×